mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Bupati Himbau Kegiatan Keagamaan Pengajian Boleh Dilaksanakan Asal Mengedapankan Protokol Kesehatan H- 1 Sampai hari Ke 3 Ramadhan Tidak Ada Lonjakan Penumpang Wabup Tanjab Barat Bersama Dandim 0419/Tanjab Tetap Tinjau Lokasi TMMD di Tengah Derasnya Hujan Amankan 16 Paket Narkotika, Mantan Napi di Tangkap Polisi Penjual Petasan Diamankan Satgas Tindak dan Satgas Preventif Ops Pekat I Siginjai 2021

Home / Berita

Senin, 4 Januari 2021 - 18:51 WIB

Angka Perceraian di Masa Covid-19 Tanjab Barat Mencapai Ratusan Ini Penyebabnya

TANJAB BARAT – Pengadilan Agama (PA) Kuala Tungkal kabupaten Tanjung Jabung barat  mencatat angka perceraian di masa Pandemi Covid-19 mencapai ratusan.

Ketua pengadilan agama Kuala Tungkal, Zakaria Ansori mengatakan, hingga akhir tahun ini pihaknya mencatat kasus permohonan perceraian mencapai 534 perkara.

“Kemarin final, kita sudah data semua totalnya 534 yang memohon perceraian tahun 2020” kata Zakaria Ansori, Kamis (04/01/20).

Jumlah kasus perceraian di tanjung Jabung barat tersebut memiliki faktor yaitu  ketidak cocokan, ekonomi, suami tidak bertanggung jawab,  KDRT dan sebagian perselingkuhan.

BACA JUGA  Sumpah Pemuda, Jadi Energi Milenial ANSHAR Bergerak Tampa Batas

“yang pasti ekonomi lah yang banyak sebagai faktor perceraian di Tanjabbar apa lagi kan kita ini sekarang lagi covid-19” ujarnya.

Lebih lanjut Zakaria mengatakan bahwa yang paling banyak mengajukan permohonan cerai berdasarkan pekerjaan yang paling banyak adalah Tani, dan rumah tangga.

“Tani paling banyak, habis itu rumah tangga menyusul wiraswasta, PNS dan nelayan” ungkapnya.

Zakaria menjelaskan dari segi pendidikan yang paling banyak mengajukan perceraian adalah keluarga yang lulusan sekolah dasar.

BACA JUGA  Terjaring Operasi Yustisi Penggunaan Masker, Puluhan Pemuda Push Up

“Yang paling banyak SD setelah itu SLTA, SLTP, S1, non SD dan terakhir diploma, itu data yang kita terima selama tahun 2020 ini” jelasnya.

Zakaria berpesan bagi masyarakat yang merasa terdampak pandemi Covid-19 harus melakukan konsultasi serta berbagai inovasi dalam rumah tangga.

“Pasangan suami istri disarankan lebih bijak menanggapi masalah yang ada,” pungkasnya.(#MR)

Share :

Baca Juga

Berita

Jelang Akhir Masa Liburan Tahun Baru, Titian Orang Kayo Di padati pengunjung

Berita

Kinerja Disperkim Tanjab Barat di Pertanyakan, Warga Protes di Duga Pembangunan Jalan Tidak Sesuai DPA

Berita

Komnas PA dan TRC PPA Akan Berikan Penghargaan Kepada Kapolres Tanjab Barat

Berita

Haul Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahab di Ponpes Al Baqiatush Shalihat,Tahun 2021 Digelar Secara Virtual

Berita

Ribuan Vaksin Sinovac Akan Tiba di Tanjab Barat

Berita

Mulyani Siregar di PAW, Nama Wanita Ini Penggantinya di DPRD Tanjab Barat

Berita

Penemuan 730 Mangkok di Tanjab Barat di Tetapkan Sebagai ODCB

Berita

Di Duga Habis Waktu, Pembangunan Jembatan Suak Samin Masih di Kerjakan