mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Wabup Hairan Hadiri Peresmian Peluncuran Kapal Vaksinasi Program Pelampung Polri Percepat Penanganan Covid 19,Ketua Komisi II DPRD Dorong Pemkab Tanjab Barat Beli Mesin PCR Gunakan Trail, Dandim Tanjab Takluklan Bukit Tiga Puluh Pantau Wilayah Rawan Karhutla Danrem 042 Gapu Berikan Materi kepada KKDN Sespimti Polri Bupati Anwar Sadat Pimpin Rapat Persiapan MTQ

Home / Tanjab Barat

Kamis, 22 Oktober 2020 - 22:38 WIB

Bawaslu : Belum Ada Pelanggaran Kampanye di Pilkada Tanjabbar

GAMBAR : Dr. Mohd. Yasin, MH, Komisioner Bidang Hukum dan Penindakan Bawaslu Tanjabbar

GAMBAR : Dr. Mohd. Yasin, MH, Komisioner Bidang Hukum dan Penindakan Bawaslu Tanjabbar

TANJAB BARAT – Hingga saat ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyebut belum ada pelanggaran pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di daerah ini.

“Hingga saat ini belum ada status resmi pelanggaran pilkada yang dilakukan oleh tim kampanye atau Paslon,” ujar Komisioner Bidang Hukum dan Penindakan Bawaslu Tanjab Barat, Dr. Mohd. Yasin, MH, Kamis (22/10/20).

Namun Yasin menyebut jika pihaknya ada merenima laporan, namun pada saat diminta untuk menunjukan alat bukti otentik, mereka tidak bisa.

“Seperi laporan dugaan kontrak politik, hanya berdasar screenshot dari medsos, sehingga mempersulit kami untuk bergerak,” kata Yasin.

Pihak Bawaslu sangat membutuhkan bukti-bukti untuk bergerak. Sedangkan yang terjadi pada saat ini, hanya secara pesan singkat di medsos saja.

Laporkan pelanggaran Pilkada harus jelas, foto, video, lokasi, tempat pelaksanaan dan pelanggaran apa saja. Selain itu juga harus siap dikonfirmasi agar apa yang akan dijalankan Bawaslu benar-benar sesuai aturan. Kemudian, memiliki bukti yang valid dan tidak terbantahkan oleh pelanggar.

BACA JUGA  Balas Budi, Kami Siap Dukung dan Memenangkan UAS-Hairan

Lebih lanjut Yasin menjelaskan, terkait laporan kasus dugaan pemberian beras yang diduga oleh Tim Paslon Nomor Urut 1 kepada salah seorang warga yang sebelumnya sempat viral di media sosial, saat ini Bawaslu sudah menghentikan satu laporan karena tidak cukup alat bukti.

“Lantaran beras tersebut sudah habis dan si penerima beras tidak mau membeberkan siapa orang yang telah memberikan beras tersebut, maka Bawaslu memutuskan kasus tersebut selesai atau tutup,” katanya.

Sementara, terkait laporan ke Bawaslu oleh salah satu tim pemenangan Nomor Urut 3 dugaan adanya kontrak politik yang dilakukan oleh Paslon Nomor Urut 2. Kemudian laporan pemberian beras oleh tim paslon nomor urut 1 di salah satu Posko tim pemenangan.

BACA JUGA  Tidak Ada Biaya, Rosnah Penderita Penyakit Komplikasi Harus Pulang Dari Rumah Sakit

Dua laporan tersebut, kata Yasin, hingga kini masih dalam tahap proses pemanggilan saksi dan pengumpulan barang bukti.

“Jadi, hingga saat ini belum bisa dikatakan ada pelanggaran dalam tahapan Pilkada di Tanjab Barat, karena laporan masih berproses,” tegasnya.

Kemudian dalam menindak lanjuti laporan maupun informasi yang beredar, Bawaslu punya waktu 7 hari.

7 hari itu adalah waktu Bawaslu untuk menelusuri sejak informasi dugaan pelanggaran diketahui atau laporan diterima.

“Jika sampai waktu itu tidak ditemukan bukti-bukti konkrit, (terpenuhi syarat formil dan matrial) akan dihentikan, jika ditemukan bisa berlanjut ketahap berikutnya,” tandasnya.(#BG)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Korban Tabrak Lari di KM 93 Muara Papalik Meninggal Dunia

Tanjab Barat

BNN Provinsi Jambi Terjunkan Anjing Pelacak Periksa Barang Bawaan Penumpang di Pelabuhan Roro

Tanjab Barat

Bawaslu Telusuri Kades Foto Bersama Paslon Bupati

Tanjab Barat

Mengejutkan, Warga Dataran Pinang Sampaikan Pernyataan Siap Menangkan UAS-Hairan

Pilkada

KPU Himbau Paslon Segera Tertibkan APS

Tanjab Barat

Lurah Se Tanjabbar Kerjasama Bidang Hukum dan TUN dengan Kejaksaan Negeri

Tanjab Barat

Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Dishub Dirikan 2 Posko Terpadu

Tanjab Barat

UAS – Hairan Ucapan Selamat HUT Provinsi Jambi Ke-64