mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Muhammad Adib Mubarok Pemuda Sederhana,Berniat Maju Caleg Sekda Lantik 26 Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Nama-Namanya Hadiri Musrenbang di Kecamatan Betara,Ketua DPRD Tanjab Barat Sampaikan Ini Wakil Ketua dan Anggota DPRD Tanjab Barat Kunjungan Kerja di Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Ketua Komisi III DPRD Tanjab Barat Hadiri Musrenbang Tingkat kecamatan

Home / Kesehatan

Minggu, 14 Februari 2021 - 13:51 WIB

Ditemukan Anak Gizi Buruk di Tanjab Barat, Komnas PA: Ini Tamparan Keras Buat Pemda

TANJAB BARAT – Komisi Nasional Perlindungan anak (Komnas PA) Jakarta, merasa kecewa terhadap Pemkab Tanjung Jabung Barat. Hal itu lantaran masih ada nya ditemukan anak penderita diagnosa gizi buruk, diwilayah Kabupaten pesisir ini.

Hal ini tentu saja mengundang kecaman keras dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Jakarta, saat mengunjungi salah satu anak menderita gizi buruk yang sedang dirawat di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal,Sabtu (13/2/21).

Hal ini sampai oleh Jeny Claudya Lumowa selaku koordinator nasional TRC PPA, Ia menyebutkan bahwa dengan ada penderita gizi buruk ditemukan di Tanjung Jabung Barat, ia menilai Pemkab tidak serius menangani warganya yang terindikasi menderita gizi buruk diwilayah nya sendiri.

BACA JUGA  Tanjab Barat Kehabisan Stok Vaksin, Andi Pada: Sudah di Ajukan 3000 Vaksin

” Ini sangat memalukan, masih ada ditemukan penderita gizi buruk di Tanjabbar ini,” Tegas Jeny.

Wanita yang akrab di sapa bunda Naumi, merasa terkejut melihat M. Saparudin salah satu anak penderita diagnosa gizi buruk terbaring lemah dan sedang dirawat di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal.

” Kita merasa terkejut masak di tahun 2021 ini, masih ada ditemukan busung Lapar apalagi permasalahan ini sampai ke presiden. Jangan malu Maluin kita lah,” Ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa, apalagi di daerah ini ada sahabat anak dan aktivis-aktivis peduli anak, yang langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

BACA JUGA  Kasus DBD di Tanjab Barat Tahun 2021 Menurun

” Mestinya koordinasinya kepada Bupati dan Dinsos. Mana sih peranan Pemkab Tanjab Barat ini,” Tegasnya.

” Sejujurnya kita merasa kecewa kepada  Pemkab Tanjab Barat ini, yang kurang peduli.” Timpalnya.

Ia mengatakan bahwa, Semestinya hal semacam ini tidak terjadi lagi terhadap anak- anak Indonesia yang harus mengalami kelaparan.

” Dengan adanya masalah penderita gizi buruk, ini saya kira ini adalah sebuah tamparan keras untuk Pemerintah Daerah ini.” singgungnya.

Lebih lanjut ia menegaskan akan membawa permasalahan ini untuk disampaikan ke  Kementerian Sosial (Kemensos).

” Jadi Ini pasti saya akan sampaikan ke ibu Mensos,” Tutupnya.(#4R)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Banyak Kasus DBD, Kadinkes Tanjab Barat Anjurkan PSN

Kesehatan

Dirut RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal di Ganti, Elfry :Semoga yang Baru Dapat Melaksanakan Tugas Lebih Baik

Kesehatan

Proses Sterilisasi dan Tracking IGD RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Tidak Terima Pasien

Kesehatan

Dokter Spesialis Terkonfirmasi Covid 19, RSUD KH Daud Arif Tutup Poli Penyakit Dalam Selama 2 Minggu

Kesehatan

Memasuki Pertengahan 2022 Kasus DBD Cenderung Meningkat

Kesehatan

Ketua TP PKK Tanjab Barat Tinjau Vaksinasi Covid-19 di PKM Sukorejo

Kesehatan

Siswa SDN 18 Kuala Tungkal Sangat Antuasias Mengikuti Vaksinasi

Kesehatan

Kapolres Tanjabbar dan Team Reaksi Cepat PPA Jakarta Kunjungi Balita Gizi Buruk di RSUD KH Daud Arif