mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Bupati Himbau Kegiatan Keagamaan Pengajian Boleh Dilaksanakan Asal Mengedapankan Protokol Kesehatan H- 1 Sampai hari Ke 3 Ramadhan Tidak Ada Lonjakan Penumpang Wabup Tanjab Barat Bersama Dandim 0419/Tanjab Tetap Tinjau Lokasi TMMD di Tengah Derasnya Hujan Amankan 16 Paket Narkotika, Mantan Napi di Tangkap Polisi Penjual Petasan Diamankan Satgas Tindak dan Satgas Preventif Ops Pekat I Siginjai 2021

Home / Berita

Senin, 18 Januari 2021 - 12:31 WIB

Gelombang Pesisir Timur Berpotensi Ketinggian 2,5 meter

TANJAB BARATGelombang tinggi di wilayah Pesisir Timur Provinsi Jambi di prediksi masih akan terus berlangsung hingga Februari 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Zulfikri, saat di konfirmasi, Senin (18/01/20).

Ia menyebutkan bahwa hingga Februari potensi gelombang tinggi masih terjadi. Hal ini juga diimbangi dengan curah hujan yang masih sering terjadi dan disertai angin.

“Saat ini masih ancaman tinggi gelombang patut di waspadai, peluang hujan sampai februari masih berpotensi dari sedang sampai lebat,”sebutnya.

BACA JUGA  Ribuan Vaksin Sinovac Akan Tiba di Tanjab Barat

Lebih lanjut dikatakannya hingga saat ini gelombang tinggi berpotensi bisa terjadi dengan ketinggian 1 sampai 2,5 meter.

“Untuk peluang tinggi gelombang ini ya sepanjang nelayan beraktivitas di pesisir timur ini tinggi gelombang harus di waspadai antata satu sampai dua setengah meter. Jadi nelayan memang harus waspada,”katanya.

Zulfikri menyampaikan bahwa nelayan diminta untuk melengkapi alat pelindung diri sebagai antisipasi jika nantinya terjadi suatu hal selama melaut. Karena menurut Zulfikri selama ini nelayan kurang memperhatikan kelengkapan safety untuk melindungi diri.

BACA JUGA  Pedagang Sebut Pasar Rakyat Parit 1 Tidak Layak

“Kita minta jangan abai lagi, selama ini rata-rata nelayan kita kurang safety, dia modal yakin saja karena sudah biasa, jarang lengkapi komponen-komponen pelindung, jadi kita himbau lengkapi itu, untuk kebutuhan melindungi diri sendiri juga,”himbau Zulfikri.

Informasi yang diterima setidaknya di tahun lalu ada dua orang nelayan yang dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal dunia saat melaut.

Sementara itu, di awal Januari ini, seorang nelayan juga ditemukan meninggal dunia saat melaut.

Share :

Baca Juga

Berita

Pantau Pembalakan Liar dan Ilegal Loging, Danrem 042/Gapu Susuri Sungai Kumpeh

Berita

Arogan dan Prilaku Kasar Terhadap Wartawan Oknum Kepala Desa Dipolisikan

Berita

Bunga Gantikan Hairan di DPRD Tanjab Barat

Berita

MRI Tanjabar Bersama OKP Gelang Donasi Untuk korban Bencana Kalsel dan Sulbar

Berita

Vaksinasi Sinovac Secara Simbolis dilakukan dibalai pertemuan

Berita

Gunakan Pelindung Lengkap,Petugas Evakuasi Sarang Tawon Ukuran Besar

Berita

Penerimaan CPNS 2021 Belum Pasti, Pemkab Tanjabbar Kekurangan Tenaga Kesehatan dan Guru

Berita

Berita Kasdim 0817/Gresik Meninggal Karena Vaksin Covid 19,Adalah “Hoax”