mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna Pergantian Antar Waktu Mempererat Silaturahmi dan Keakraban, Bupati dan OPD Gelar Kegiatan Mancing Bersama Meriahkan HUT RI Ke-77 dan Hari Jadi Tanjab Barat Ke – 57, Pemkab Gelar Lomba Panjat Pinang Massal Pemegang Paspor RI yang Hendak Bepergian ke Jerman dapat Mengajukan Pengesahan endorsement Tanda Tangan di Kantor Imigrasi Peduli Kesehatan Masyarakat, HMI Komisariat Syariah Gelar Sosialisasi Bahaya TBC, HIV dan AIDS

Home / Berita

Senin, 18 Januari 2021 - 12:31 WIB

Gelombang Pesisir Timur Berpotensi Ketinggian 2,5 meter

TANJAB BARATGelombang tinggi di wilayah Pesisir Timur Provinsi Jambi di prediksi masih akan terus berlangsung hingga Februari 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Zulfikri, saat di konfirmasi, Senin (18/01/20).

Ia menyebutkan bahwa hingga Februari potensi gelombang tinggi masih terjadi. Hal ini juga diimbangi dengan curah hujan yang masih sering terjadi dan disertai angin.

“Saat ini masih ancaman tinggi gelombang patut di waspadai, peluang hujan sampai februari masih berpotensi dari sedang sampai lebat,”sebutnya.

BACA JUGA  Putus Rantai Covid 19, Mahasiswa KKN STAI An-Nadwah Kuala Tungkal Gelar Sosialisasi Prokes di Parit Deli

Lebih lanjut dikatakannya hingga saat ini gelombang tinggi berpotensi bisa terjadi dengan ketinggian 1 sampai 2,5 meter.

“Untuk peluang tinggi gelombang ini ya sepanjang nelayan beraktivitas di pesisir timur ini tinggi gelombang harus di waspadai antata satu sampai dua setengah meter. Jadi nelayan memang harus waspada,”katanya.

Zulfikri menyampaikan bahwa nelayan diminta untuk melengkapi alat pelindung diri sebagai antisipasi jika nantinya terjadi suatu hal selama melaut. Karena menurut Zulfikri selama ini nelayan kurang memperhatikan kelengkapan safety untuk melindungi diri.

BACA JUGA  Bupati Bersama Kapolres dan Dandim 0419 Tanjab Panen Padi Raya Kampung Tangguh Siginjai 

“Kita minta jangan abai lagi, selama ini rata-rata nelayan kita kurang safety, dia modal yakin saja karena sudah biasa, jarang lengkapi komponen-komponen pelindung, jadi kita himbau lengkapi itu, untuk kebutuhan melindungi diri sendiri juga,”himbau Zulfikri.

Informasi yang diterima setidaknya di tahun lalu ada dua orang nelayan yang dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal dunia saat melaut.

Sementara itu, di awal Januari ini, seorang nelayan juga ditemukan meninggal dunia saat melaut.

Share :

Baca Juga

Berita

NonJob Kabag ULP Bikin Kisru Hingga Jadi Persoalan Dewan, Sekjen KNPI :Luar Biasa Kabag ULP ini

Berita

Sejumlah Pelayanan Publik Umat Beragama Tanjab Barat di Vaksin

Berita

Ketua TP PKK Tanjab Barat lakukan roadshow Supervisi dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK 

Berita

Sutik Vaksin Sinovac Pertama, Kapolres: Reaksinya Biasa Saja

Berita

Ini Sepuluh Nama yang di Vaksinasi Sinovac Pagi Ini

Berita

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, AL PATAR Tanjab Barat Berbagi ke Panti Asuhan

Berita

Sidak Pasar Angso Duo,Pj Gubernur Jambi: Jelang Idul Fitri Kesediaan Pangan Status Aman

Berita

Rangka HUT RI Ke-76, Kejari Tanjab Barat Salurkan 100 Paket Sembako Untuk Masyarakat
error: Content is protected !!