mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Banyak Kasus DBD, Kadinkes Tanjab Barat Anjurkan PSN Sanggar Tuah Sekate Bakal Meriahkan Pawai Budaya HUT RI Ke 77 Dan HUT Tanjab Barat Ke 57 DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna Pergantian Antar Waktu Mempererat Silaturahmi dan Keakraban, Bupati dan OPD Gelar Kegiatan Mancing Bersama Meriahkan HUT RI Ke-77 dan Hari Jadi Tanjab Barat Ke – 57, Pemkab Gelar Lomba Panjat Pinang Massal

Home / Berita

Rabu, 17 Februari 2021 - 08:13 WIB

Masa Pandemi, 52 Persen Kasus seksual diakibatkan pengaruh Medsos

TANJAB BARAT – Komnas Perlindungan Anak (Komnas Pa) mencatat kejahatan atau pelecehan seksual terhadap anak pelakunya adalah orang terdekat yang mempunyai hubungan Inses ayah dan anak, atau orang sedarah dengan anak.

Hal itu dingkapkan Sekjen Komnas Perlindungan Anak (PA) Dhanang Sasongko pada Acara Focus Group Discussion (FGD) Memutus Mata Rantai Kejahatan Seksual Anak digelar Polres Tanjab Barat, Selasa (16/02/21).

Acara dihadiri Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH Koordinator TRC PPA ibu Jeny Claudya Lumowa, Asisten I Setda Tanjab Barat serta OPD dan stakeholder terkait sosial anak.

Danang mengatakan, dari masa Pandemi ini, data di Komnas meningkat sama dengan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), di mana 52 persen kasus seksual banyak diakibatkan oleh pengaruh lingkungan media sosial.

BACA JUGA  Danrem 042/Gapu Pimpin Upacara Sertijab Kasrem dan Dandim 0416/Bute

“Di tahun 2020 terdapat 2.092 kasus kejahatan anak yang mana kasus tersebut mayoritas dilakukan oleh pelaku yang dekat dengan anaknya sendiri seperti orang tuanya, kakaknya,” bebernya.

Selain itu kata Dhanang, pengaruh moral Agama, pendidikan dalam keluarga, ketahanan keluarga yang mulai runtuh juga menjadi sebagian faktor penyebab kejahatan itu terjadi.

“Ini perlu adanya penguatan. Dan urun rembuk di Polres Tanjab Barat, kita sama-sama mencari solusinya,” sebutnya saat menjadi pembicara.

BACA JUGA  Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, AL PATAR Tanjab Barat Berbagi ke Panti Asuhan

Perlunya kejahatan terhadap anak ini menjadi perhatian bersama, sebab kalau dilihat dari Pelakunya, bukanlah orang luar. Melainkan dilakukan oleh orang yang mempunyai Inses antara ayah dan anak.

“Catatan Komnas PA, 70 persen pelakunya adalah orang terdekat. Ini harus menjadi perhatian dan harus ada deteksi dini yang dilakukan keluarga dan Masyarakat,” kata Dhanang.

Untuk itu pentingnya kegiatan seperti FGD atau forum rembug ini untuk mengambil dan menyamakan persepsi kedepan terkait kejahatan pada anak.

“Kita harus meberikan peringatan kepada Masyarakat bahwa tidak boleh lengah untuk mengawasi anak – anaknya,” sambungnya.(#4R)

Share :

Baca Juga

Berita

Buaya Sering Muncul,Polsek Tungkal Ilir Pasang Baleho Himbauan

Berita

Gelombang Pesisir Timur Berpotensi Ketinggian 2,5 meter

Berita

Buaya Muncul di Kolong Rumah, Warga Resah.

Berita

2024, PLN Akan Bangun GI di Wilayah Ulu

Berita

Mengisi Waktu di Masa Belajar Daring, Bocah 15 Tahun Mengais Rezeki Menjadi Pengemudi Pompong.

Berita

Kebakaran Selama 2020 Di Tanjab Barat, 2 Orang Meninggal Dunia 

Berita

Kodam Xlll/Merdeka Dirikan Dapur Umum Bantu Korban Banjir

Berita

Keberangkatan Ratusan CJH Tanjab Barat Kembali di Tunda
error: Content is protected !!