mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Bupati Berikan Nasihat Siswa SMAN 1 Tanjab Barat yang Terlibat Acara “The Class Of 21 Great Party” Acara ‘The Class Of 21 Great Party Siswa SMA N 1 Tanjabbar Berbuntut Panjang, Polisi Lakukan Pemeriksaan Terhadap EO  Kegiatan “The Class Of 21 Great Party” di Duga Melanggar Prokes, Bupati Akan Cabut Izin Penyelenggara Dongkrak Semangat Qori dan Qoriah Tanjab Barat Bupati Akan Berikan Bonus Bagi Meraih Juara Masa Pandemi Pasar Beduk Ditiadakan, Syafriwan : Masyarakat Boleh Jualan di Depan Rumah

Home / Berita

Rabu, 17 Februari 2021 - 08:13 WIB

Masa Pandemi, 52 Persen Kasus seksual diakibatkan pengaruh Medsos

TANJAB BARAT – Komnas Perlindungan Anak (Komnas Pa) mencatat kejahatan atau pelecehan seksual terhadap anak pelakunya adalah orang terdekat yang mempunyai hubungan Inses ayah dan anak, atau orang sedarah dengan anak.

Hal itu dingkapkan Sekjen Komnas Perlindungan Anak (PA) Dhanang Sasongko pada Acara Focus Group Discussion (FGD) Memutus Mata Rantai Kejahatan Seksual Anak digelar Polres Tanjab Barat, Selasa (16/02/21).

Acara dihadiri Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH Koordinator TRC PPA ibu Jeny Claudya Lumowa, Asisten I Setda Tanjab Barat serta OPD dan stakeholder terkait sosial anak.

Danang mengatakan, dari masa Pandemi ini, data di Komnas meningkat sama dengan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), di mana 52 persen kasus seksual banyak diakibatkan oleh pengaruh lingkungan media sosial.

BACA JUGA  Kebakaran Selama 2020 Di Tanjab Barat, 2 Orang Meninggal Dunia 

“Di tahun 2020 terdapat 2.092 kasus kejahatan anak yang mana kasus tersebut mayoritas dilakukan oleh pelaku yang dekat dengan anaknya sendiri seperti orang tuanya, kakaknya,” bebernya.

Selain itu kata Dhanang, pengaruh moral Agama, pendidikan dalam keluarga, ketahanan keluarga yang mulai runtuh juga menjadi sebagian faktor penyebab kejahatan itu terjadi.

“Ini perlu adanya penguatan. Dan urun rembuk di Polres Tanjab Barat, kita sama-sama mencari solusinya,” sebutnya saat menjadi pembicara.

BACA JUGA  211.623 Pemilih Akan Diperebutkan 3 Paslon Bupati Tanjab Barat

Perlunya kejahatan terhadap anak ini menjadi perhatian bersama, sebab kalau dilihat dari Pelakunya, bukanlah orang luar. Melainkan dilakukan oleh orang yang mempunyai Inses antara ayah dan anak.

“Catatan Komnas PA, 70 persen pelakunya adalah orang terdekat. Ini harus menjadi perhatian dan harus ada deteksi dini yang dilakukan keluarga dan Masyarakat,” kata Dhanang.

Untuk itu pentingnya kegiatan seperti FGD atau forum rembug ini untuk mengambil dan menyamakan persepsi kedepan terkait kejahatan pada anak.

“Kita harus meberikan peringatan kepada Masyarakat bahwa tidak boleh lengah untuk mengawasi anak – anaknya,” sambungnya.(#4R)

Share :

Baca Juga

Berita

Sutik Vaksin Sinovac Pertama, Kapolres: Reaksinya Biasa Saja

Berita

Penemuan 730 Mangkok di Tanjab Barat di Tetapkan Sebagai ODCB

Berita

Bupati Tanjab Barat dan Danrem 042 Gapu dan Resmikan Kantor Koramil 419-03/Tungkal Ilir

Berita

PKK dan Dekranasda Momentum Proses Pembangunan Kabupaten Tanjab Barat

Berita

Gunakan Pelindung Lengkap,Petugas Evakuasi Sarang Tawon Ukuran Besar

Berita

Di Akhir Masa Jabatan Bupati Safrial Resmikan Puluhan Proyek Fisik Priode 2016-2020

Berita

Vaksinasi Sinovac Secara Simbolis dilakukan dibalai pertemuan

Berita

KNPI Tanjab Barat Tolak Dana Hiba Disparpora