mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Wabup Hairan Hadiri Peresmian Peluncuran Kapal Vaksinasi Program Pelampung Polri Percepat Penanganan Covid 19,Ketua Komisi II DPRD Dorong Pemkab Tanjab Barat Beli Mesin PCR Gunakan Trail, Dandim Tanjab Takluklan Bukit Tiga Puluh Pantau Wilayah Rawan Karhutla Danrem 042 Gapu Berikan Materi kepada KKDN Sespimti Polri Bupati Anwar Sadat Pimpin Rapat Persiapan MTQ

Home / Berita

Selasa, 6 Juli 2021 - 08:49 WIB

Mengisi Waktu di Masa Belajar Daring, Bocah 15 Tahun Mengais Rezeki Menjadi Pengemudi Pompong.

Tanjab Barat – Bocah berusia 15 tahun yang tinggal di Desa Parit Deli, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengais rezeki di tengah pandemi covid-19 dengan menjadi pengemudi pompong.

Kedua tangannya yang kecil tapi cekatan memegang kemudi. Tenaganya pun kuat mengengkol mesin perahu,setiap hari melawan arus air. Hal itu dilakukannya setiap hari untuk mencari nafkah yang halal.

Hampir setiap hari bocah tersebut mengemudikan kapal pompong dengan membawa penumpang yang ingin pergi dari Desa Betara Kanan menuju Desa tetangga yaitu Desa Parit Deli.

Bocah tersebut bernama Sahir Saputra, anak kedua dari pasangan Ali dan Erna. Melawan arus dan membelah ombak dari Sungai Parit Deli selama hampir lima menit Ia lakukan setiap hari. Meski dengan resiko yang cukup tinggi jika terjadi sesuatu hal. Sahir menyebut bahwa menjadi pengemudi kapal pompong ini telah Ia lakoni sejak lima bulan terakhir.

Itu lah sosok bocah yang berani melakoni pekerjaan sebagai pengemudi kapal pompong. Padahal kapal pompong yang berukuran sedang dan biasa digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai transportasi sungai ataupun laut biasanya di kendalikan oleh orang dewasa dan mahir dalam soal mengemudikan kapal pompong.

Namun Sahir Saputra mengatakan bahwa sebelumnya Ia hanya berada di rumah dan beraktivitas seperti anak pada umumnya, bermain dan belajar.

Iapun menjelaskan sebelumnya ini adalah pekerjaan abangnya. Namun dikarenakan sang abang nya telah mendapatkan pekerjaan lain, Sahir memilih untuk melanjutkan pekerjaan abangnya menjadi pengemudi kapal pompong.

“Sebelumnya pekerjaan ini abang kami yang kerja, tapi kemarin dia ada dapat kerjaan lain. Jadi kami lah yang gantikannya, tapi sebelumnya sudah belajar kek mana ngidupin dan bawa pompong,”ucap Sahir tanpa rasa sungkan.

BACA JUGA  Bupati dan Wabup Tanjab Barat Ikuti Rapat Koordinasi Kepala Daerah Secara Virtual

Pekerjaan inipun ia lakukan dikarenakan Kegiatan belajar mengajar yang masih secara daring dan belum tatap muka,hal ini menjadi salah satu pertimbangan Sahir untuk menjadi pengemudi kapal pompong.

Sahir lebih jauh menerangkan bahwa ada banyak waktu luang yang tersisa selama tidak belajar tatap muka yang selama ini Ia lakukan dengan bermain.Sahir merupakan siswa kelas 3 di SMP 3 Betara, Kabupaten Tanjab Barat.

Melihat peluang lain yang di fikir lebih bermanfaat dari sekedar bermain, Sahir memutuskan untuk memanfaatkan waktu dengan mencari pundi-pundi uang dengan mengemudikan kapal pompong.

Sahir menyebutkan bahwa dari pukul 08.00 wib hingga pukul 17.00 wib Ia bisa mendapatkan rata-rata uang sebesar Rp70 ribu, bahkan jika mujur Ia bisa mendapatkan uang sebesar Rp100 ribu. Uang yang di dapatnya pun tidak hanya untuk jajan, namun sebagian disebutnya di tabung.

“Kalo dapatnya berapa tidak nentu juga. Karena kan tergantung penumpang. Makin banyak penumpang ya makin banyak juga dapatnya. Uang nya ada untuk jajan tapi sebagain ada juga untuk di tabung,” sebutnya.

Sahir menyebut bahwa dirinya tidak mendapatkan paksaan atau bahkan di minta oleh orang tuanya untuk bekerja. Namun Sahir menyadari bahwa saat ini dirinya yang tengah bersekolah di kelas 3 SMP akan lulus dan memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan SMA.

Ia sadar ketika melanjutkan SMA akan ada pengeluaran biaya sekolah yang cukup besar. Mengambil pekerjaan menjadi pengemudi kapal pompong dengan hasil yang sebagiannya di tabung, Sahir berharap bisa membantu orangtua nya untuk biaya Ia masuk SMA.

BACA JUGA  Hamdani Siap Jadi Ketua DPRD Tanjab Barat Jika di Tunjuk Partai

“Ya tabungan tadi buat nanti SMA buat kebutuhan sekolah, beli buku, beli tas. Meringankan biaya sekolah lah kan, minimal bantu orang tua dari biaya perlengkapan sekolah,”ujarnya.

Pompong yang Ia gunakan ternyata bukanlah pompong milik pribadi, melainkan pompong milik pihak Kecamatan yang Ia gunakan. Namun Sahir tidak perlu menyetorkan penghasilan selama Ia mengemudi pompong, hanya saja Sahir di minta oleh pihak Kecamatan untuk menjaga pompong tersebut.

“Alhamdulilah uang yang kami dapat itu semuanya untuk saya. Tapi ya saya cuma di minta untuk merawat pompong ini baik-baik. Supaya tetap bisa di gunakan. Ya terima kasih juga lah ke pihak Kecamatan,”jelasnya.

Sahir mengaku tidak ada kendala selama menjadi pengemudi kapal pompong. Ia bahkan senang melakoni pekerjaan menjadi pengemudi kapal pompong dan mendapatkan uang.

Namun, disisi lain Sahir tidak ingin terus-terusan menjadi pengemudi pompong. Ia berharap kegiatan belajar mengajar bisa kembali sebelum adanya pandemi Covid 19.

Ia mengaku bahwa rindu akan suasana belajar tatap muka, bertemu dengan guru, bertemu dengan teman-teman sekolah dan Ia rindu beraktivitas setiap harinya ke sekolah.

“Ya rindu kalo ke sekolah. Ketemu guru, kawan-kawan, bisa main di sekolah. Rindu pakai seragamnya. Semoga lah covid cepat selesai dan bisa sekolah kek dulu lagi,”tutupnya sambil melanjutkan aktivitasnya mengemudi pompong.

Share :

Baca Juga

Berita

Kodam Xlll/Merdeka Dirikan Dapur Umum Bantu Korban Banjir

Berita

Tak Patuhi Prokes, Empat Minimarket Diberikan Surat Teguran Tertulis.

Berita

Siap Siap, Besok Sabtu Ada Pemadaman Listrik Ini Titik Lokasinya

Berita

Pj Gubernur Jambi Apresiasi Pelaksanaan Vaksinasi Masal Covid-19 di Tanjab Barat

Berita

Arogan dan Prilaku Kasar Terhadap Wartawan Oknum Kepala Desa Dipolisikan

Berita

Putus Rantai Covid 19, Mahasiswa KKN STAI An-Nadwah Kuala Tungkal Gelar Sosialisasi Prokes di Parit Deli

Berita

Penerimaan CPNS 2021 Belum Pasti, Pemkab Tanjabbar Kekurangan Tenaga Kesehatan dan Guru

Berita

Proyek Pembangunan Rigid Beton Patunas Terhambat Tiang PLN