mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Jargas Rumah Tangga Dikebut, Pemkab Tanjabbar Jangan Ada Hambatan Perizinan JATMAN Jambi Berganti Kepengurusan, Anwar Sadat Tegaskan Pentingnya Peran Ulama dan Organisasi Keagamaan Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Bupati Anwar Sadat Tegaskan Kesiapan Tanjabbar  APBD Tanjabbar Disorot, Anwar Sadat Minta Anggaran Tak Berhenti di Atas Kertas Ulama Al-Azhar Mesir Datang ke Tanjabbar Bupati Anwar Sadat Buka Pintu Silaturahmi Keilmuan

Home / Berita

Sabtu, 12 Juni 2021 - 18:38 WIB

Pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut dan Mangrove di Desa Mandala Jaya Ditutup

BETARA – Pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut dan Magrove oleh BRGM Provinsi Jambi di RT 04 Parit Tekad Dusun Harapan Jaya Desa Mandala Jaya Kecamatan Betara ditutup, Sabtu (12/06/21).

Pelatihan kader sekolah lapang petani gambut dan magrove dimulai tanggal 9 s/d 12 Juni 2021 dengan materi diantaranya Tata cara pengelolaan lahan tanpa bakar, dan tata cara materi mengenai pembuatan pupuk organik.

Penutupan dihadiri Badan Restorasi Gambut dan Magrove (BRGM) Provinsi Jambi, Kapolsek Betara AKP S. Harefa, SE, MM, Kades Mandala Jaya, SUHAILI, Sekdes KURDI, serta para Kadus se Desa Mandala Jaya.

Perwakilan Kelompok Tani dari 10 Desa yang terdiri dari 7 Desa Kabupaten Tanjab Barat dan 3 Desa Kabupaten Muara Jambi.

BACA JUGA  Fraksi Gerindra Soroti PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Jadikan APBD “Keranjang Sampah” Masalah Tahunan

BRGM Provinsi Jambi melalui program pelatihan gambut dan magrove meminta kepada masing-masing perwakilan kelompok Tani dapat mengatasi Karhutla dapat memberikan inovasi kepada masyarakat atau kelompok tani lainnya.

Di tekankan kepada perwakilan kelompok tani agar tradisi lama membuka lahan dengan cara membakar dapat bersama kita tinggalkan karena berdampak luas bagi rusaknya ekosistem lingkungan dan kerugian bagi kesehatan.

Sementara itu, Kapolsek Betara AKP S. Harefa menyambut antusias pelaksanaan program sekolah pelatihan lapang petani gambut dan magrove.

Dimana menurutnya sebagian besar di Kecamatan Betara merupakan lahan gambut dan dalam waktu kurun 3-4 tahun belakang menjadi perhatian khusus Tim Gugus Tugas Penanggulangan Karhutla.

BACA JUGA  DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna, Laporan Badan Anggaran dan Penandatanganan Nota Rancangan KUA dan PPAS Tahun 2024

“Sekolah Lapang Petani Gambut menjadi solusi bagi para petani atas pelarangan pembukaan lahan dengan cara membakar,” ungkap Harefa.

Guna mencegah karhutla, kata Harefa, Polres Tanjab Barat pada bukan Maret 2021 telah mencanangkan vajsin karhutla yakni pupuk kompos melalui program Gaspoll.

“Program ini upaya Polri kepada kelompok tani dan masyarakat bahwa limbah dari pertanian tidak baik dibakar namun dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos sebagai vaksin cegah Karhutla dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya

Share :

Baca Juga

Berita

Semifinal OPD Cup 2026: Satpol-PP Tantang Setda-Diskan, Firdaus Tegaskan Siap Tempur

Berita

Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Gelar Pengajian  Rutin  dan Doa Bersama di Masjid At Taubah

Berita

Pemkab Tanjab Barat Gelar Vaksinasi massal di Taman Orang Kayo Raja Lasmana Besok

Berita

Kaur Desa Kelagian Hilang Secara Misterius

Berita

Duel Hidup-Mati Grup D: Perindag-P2K Optimis Singkirkan Satpol-PP di OPD Cup 

Berita

Lontar Fair 2026 Resmi Dibuka, Wabup Katamso Soroti Peran Industri Dorong Ekonomi Tanjabbar

Berita

Buaya Sering Muncul,Polsek Tungkal Ilir Pasang Baleho Himbauan

Berita

Bidik Pebisnis Eropa, Imigrasi Kukuhkan PARQ sebagai Duta Layanan Keimigrasian