mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Mushola SMKN 1 Tanjabbar, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa Wabup Katamso Dorong Pengembangan Bisnis Mangrove Berkelanjutan untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Jadikan Pangkal Babu Living Laboratory, Wabup Katamso Sambut Program Penguatan Ekonomi Berbasis Manggrove  Wabup Katamso Ajak Pemuda Jadi Motor Pembangunan Daerah Lewat Podcast Youth Center Tanjabbar Raih WTP Ke-8 Berturut-turut, Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Home / Pemerintahan

Kamis, 5 Agustus 2021 - 13:05 WIB

Senada Dengan Dewan, Bupati Akan Tinjau Ulang Terkait Kontrak PT. Petrochina di Tanjab Barat

Tanjab Barat – Terkait perpanjangan kontrak PT. Petrochina Jabung Ltd yang akan berakhir pada 2023 mendatang, hal tersebut menuai komentar dari anggota DPRD Tanjab Barat yang menyebut pemkab harus kaji ulang mengenai kontribusi perusahaan yang bergerak dibidang migas tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Suprayogi Syaiful, dewan komisi II Tanjabbar ini menyebutkan bahwa perusahaan raksasa migas yang beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini tidak lama lagi bakal habis.

“Kedepannya kita minta pemerintah daerah, melalui Bupati Tanjung Jabung Barat, pertimbangkan lagi terkait hal masa habis kontrak pengelolaan migas yang dikelola oleh PT PetroChina.” Kata Suprayogi.

Politisi Golkar ini mengatakan, Pemkab harus punya peranan memberikan rekomendasi, dalam artian pengelolaan migas ini oleh PetroChina.

” Kalau selama ini menurut Pemkab Tanjabbar tidak ada kontribusi yang signifikan, ya kita minta perusahaan perusahaan lain Pertamina yang mengelolanya.” Pintanya.

BACA JUGA  Pj Bupati Muaro Jambi Resmikan Gedung Pengumpulan Limbah B3 PT AJM

Lebih lanjut ia menyampaikan, kalau seandainya pihak pertamina dan BUMN sanggup dalam pengolaan ini, mengapa harus pakai pihak asing.

” Artinya kontribusi kontribusi nyata itu sampai hari ini di kaji lagi.” Pintanya.

Menanggapi itu, Bupati Kabupaten Tanjungjabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag mengatakan hal senada dengan dewan bahwa pihaknya akan melakukan pengkajian ulang mengenai kontribusi perusahaan yang sudah puluhan tahun menggali sumber daya alam di Tanjab Barat.

“Kita kemarin sudah melakukan pertemuan bersama Kanwil Dirjen yang di Palembang, tentang aset dan kekayaan dan potensi daerah, kalau memang Petrochina ini tidak banyak manfaat untuk Tanjung Barat yang kita akan kaji ulang rekomendasi kontraknya,”kata Anwar .

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa selama ini instansi terkait tidak secara rinci menerima laporan lifting dari perusahaan maupun penghasilan atau keuntungan perusahaan tersebut.

BACA JUGA  Raih Penghargaan dari Kanwil Kemenhumkam Jambi,Ini Kata Kakanim Kuala Tungkal.

“Jadi laporan dari instansi terkait Semakin hari semakin menurun kemudian laporan liftingnya juga belum ada, jangan mentang-mentang izin itu dikeluarkan oleh pusat dan pemerintah daerah tidak di ajak bicara,”ucapnya.

Anwar Sadat menegaskan jika perusahaan tidak terbuka dalam hal dana CSR dan bantuan Charity apalagi kurang memberikan manfaat untuk kabupaten Tanjab Barat, kata Bupati, pihaknya tidak akan mengeluarkan rekomendasi terkait izin nya.

“Seandainya tidak memberikan manfaat untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat ya saya tidak akan merekomendasikan, dan kita minta kepada perusahaan untuk terbuka, berapa pendapatan mereka dan keuntungan mereka, berapa CSR yang mereka kasih ke kita. Dan bukan CSR saja ada berapa uang dana charity juga yang harus di bagi buat daerah setempat,”tandasnya.

Tanjab Barat – Terkait perpanjangan kontrak PT. Petrochina Jabung Ltd yang akan berakhir pada 2023 mendatang, hal tersebut menuai komentar dari anggota DPRD Tanjab Barat yang menyebut pemkab harus kaji ulang mengenai kontribusi perusahaan yang bergerak dibidang migas tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Suprayogi Syaiful, dewan komisi II Tanjabbar ini menyebutkan bahwa perusahaan raksasa migas yang beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini tidak lama lagi bakal habis.

“Kedepannya kita minta pemerintah daerah, melalui Bupati Tanjung Jabung Barat, pertimbangkan lagi terkait hal masa habis kontrak pengelolaan migas yang dikelola oleh PT PetroChina.” Kata Suprayogi.

Politisi Golkar ini mengatakan, Pemkab harus punya peranan memberikan rekomendasi, dalam artian pengelolaan migas ini oleh PetroChina.

” Kalau selama ini menurut Pemkab Tanjabbar tidak ada kontribusi yang signifikan, ya kita minta perusahaan perusahaan lain Pertamina yang mengelolanya.” Pintanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kalau seandainya pihak pertamina dan BUMN sanggup dalam pengolaan ini, mengapa harus pakai pihak asing.

” Artinya kontribusi kontribusi nyata itu sampai hari ini di kaji lagi.” Pintanya.

Menanggapi itu, Bupati Kabupaten Tanjungjabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag mengatakan hal senada dengan dewan bahwa pihaknya akan melakukan pengkajian ulang mengenai kontribusi perusahaan yang sudah puluhan tahun menggali sumber daya alam di Tanjab Barat.

“Kita kemarin sudah melakukan pertemuan bersama Kanwil Dirjen yang di Palembang, tentang aset dan kekayaan dan potensi daerah, kalau memang Petrochina ini tidak banyak manfaat untuk Tanjung Barat yang kita akan kaji ulang rekomendasi kontraknya,”kata Anwar .

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa selama ini instansi terkait tidak secara rinci menerima laporan lifting dari perusahaan maupun penghasilan atau keuntungan perusahaan tersebut.

“Jadi laporan dari instansi terkait Semakin hari semakin menurun kemudian laporan liftingnya juga belum ada, jangan mentang-mentang izin itu dikeluarkan oleh pusat dan pemerintah daerah tidak di ajak bicara,”ucapnya.

Anwar Sadat menegaskan jika perusahaan tidak terbuka dalam hal dana CSR dan bantuan Charity apalagi kurang memberikan manfaat untuk kabupaten Tanjab Barat, kata Bupati, pihaknya tidak akan mengeluarkan rekomendasi terkait izin nya.

“Seandainya tidak memberikan manfaat untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat ya saya tidak akan merekomendasikan, dan kita minta kepada perusahaan untuk terbuka, berapa pendapatan mereka dan keuntungan mereka, berapa CSR yang mereka kasih ke kita. Dan bukan CSR saja ada berapa uang dana charity juga yang harus di bagi buat daerah setempat,”tandasnya.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

OPD dianggap ‘ Lalai’ Bayar Pajak Kendaraan Dinas

Pemerintahan

Rakor Pembangunan Jargas Rumah Tangga, Bupati Anwar Sadat: Ini Program Strategis Nasional

Pemerintahan

Ketua Dekranasda Ajak Semua Elemen Kembangkan Batik Khas Tanjab Barat

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Resmikan Jembatan di Parit Selamat Kecamatan Seberang Kota

Pemerintahan

Wabup Katamso Buka Festival Bhineka Kebangsaan Tanjung Jabung Barat

Pemerintahan

Bahas Kondisi Jalan Nasional di Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat Temui BPJN Jambi

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Tinjau Tempat Pemakaman Umum Desa Sialang

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Lantik Direktur Perumda Tirta Pengabuan