mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Sekda Tanjabbar Soroti Sistem Rujukan BPJS, Dorong Perbaikan Layanan Kesehatan hingga Tingkat Puskesmas DPRD Tanjabbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA-PPAS APBD 2027 Bupati Anwar Sadat Dukung UMKM Ecoprint Kuala Dasal, Potensi Lokal Resam Disiapkan Tembus Pasar Lebih Luas  Bupati Anwar Sadat Optimistis Hortikultura Jadi Mesin Ekonomi Baru, Panen Melon Kuala Dasal Capai 16 Ton Panen Raya Melon Kuala Dasal Tembus Pasar Batam dan Jakarta, Bupati Dorong Jadi Model Pertanian Modern

Home / Pemerintahan

Kamis, 5 Agustus 2021 - 13:05 WIB

Senada Dengan Dewan, Bupati Akan Tinjau Ulang Terkait Kontrak PT. Petrochina di Tanjab Barat

Tanjab Barat – Terkait perpanjangan kontrak PT. Petrochina Jabung Ltd yang akan berakhir pada 2023 mendatang, hal tersebut menuai komentar dari anggota DPRD Tanjab Barat yang menyebut pemkab harus kaji ulang mengenai kontribusi perusahaan yang bergerak dibidang migas tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Suprayogi Syaiful, dewan komisi II Tanjabbar ini menyebutkan bahwa perusahaan raksasa migas yang beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini tidak lama lagi bakal habis.

“Kedepannya kita minta pemerintah daerah, melalui Bupati Tanjung Jabung Barat, pertimbangkan lagi terkait hal masa habis kontrak pengelolaan migas yang dikelola oleh PT PetroChina.” Kata Suprayogi.

Politisi Golkar ini mengatakan, Pemkab harus punya peranan memberikan rekomendasi, dalam artian pengelolaan migas ini oleh PetroChina.

” Kalau selama ini menurut Pemkab Tanjabbar tidak ada kontribusi yang signifikan, ya kita minta perusahaan perusahaan lain Pertamina yang mengelolanya.” Pintanya.

BACA JUGA  Antusias Pelajar Ikuti Serbuan Vaksinasi Massal di Balai Prajurit Cukup Tinggi

Lebih lanjut ia menyampaikan, kalau seandainya pihak pertamina dan BUMN sanggup dalam pengolaan ini, mengapa harus pakai pihak asing.

” Artinya kontribusi kontribusi nyata itu sampai hari ini di kaji lagi.” Pintanya.

Menanggapi itu, Bupati Kabupaten Tanjungjabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag mengatakan hal senada dengan dewan bahwa pihaknya akan melakukan pengkajian ulang mengenai kontribusi perusahaan yang sudah puluhan tahun menggali sumber daya alam di Tanjab Barat.

“Kita kemarin sudah melakukan pertemuan bersama Kanwil Dirjen yang di Palembang, tentang aset dan kekayaan dan potensi daerah, kalau memang Petrochina ini tidak banyak manfaat untuk Tanjung Barat yang kita akan kaji ulang rekomendasi kontraknya,”kata Anwar .

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa selama ini instansi terkait tidak secara rinci menerima laporan lifting dari perusahaan maupun penghasilan atau keuntungan perusahaan tersebut.

BACA JUGA  Bupati Tanjab Barat Sentil Kinerja Camat dan Lurah

“Jadi laporan dari instansi terkait Semakin hari semakin menurun kemudian laporan liftingnya juga belum ada, jangan mentang-mentang izin itu dikeluarkan oleh pusat dan pemerintah daerah tidak di ajak bicara,”ucapnya.

Anwar Sadat menegaskan jika perusahaan tidak terbuka dalam hal dana CSR dan bantuan Charity apalagi kurang memberikan manfaat untuk kabupaten Tanjab Barat, kata Bupati, pihaknya tidak akan mengeluarkan rekomendasi terkait izin nya.

“Seandainya tidak memberikan manfaat untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat ya saya tidak akan merekomendasikan, dan kita minta kepada perusahaan untuk terbuka, berapa pendapatan mereka dan keuntungan mereka, berapa CSR yang mereka kasih ke kita. Dan bukan CSR saja ada berapa uang dana charity juga yang harus di bagi buat daerah setempat,”tandasnya.

Tanjab Barat – Terkait perpanjangan kontrak PT. Petrochina Jabung Ltd yang akan berakhir pada 2023 mendatang, hal tersebut menuai komentar dari anggota DPRD Tanjab Barat yang menyebut pemkab harus kaji ulang mengenai kontribusi perusahaan yang bergerak dibidang migas tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Suprayogi Syaiful, dewan komisi II Tanjabbar ini menyebutkan bahwa perusahaan raksasa migas yang beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini tidak lama lagi bakal habis.

“Kedepannya kita minta pemerintah daerah, melalui Bupati Tanjung Jabung Barat, pertimbangkan lagi terkait hal masa habis kontrak pengelolaan migas yang dikelola oleh PT PetroChina.” Kata Suprayogi.

Politisi Golkar ini mengatakan, Pemkab harus punya peranan memberikan rekomendasi, dalam artian pengelolaan migas ini oleh PetroChina.

” Kalau selama ini menurut Pemkab Tanjabbar tidak ada kontribusi yang signifikan, ya kita minta perusahaan perusahaan lain Pertamina yang mengelolanya.” Pintanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kalau seandainya pihak pertamina dan BUMN sanggup dalam pengolaan ini, mengapa harus pakai pihak asing.

” Artinya kontribusi kontribusi nyata itu sampai hari ini di kaji lagi.” Pintanya.

Menanggapi itu, Bupati Kabupaten Tanjungjabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag mengatakan hal senada dengan dewan bahwa pihaknya akan melakukan pengkajian ulang mengenai kontribusi perusahaan yang sudah puluhan tahun menggali sumber daya alam di Tanjab Barat.

“Kita kemarin sudah melakukan pertemuan bersama Kanwil Dirjen yang di Palembang, tentang aset dan kekayaan dan potensi daerah, kalau memang Petrochina ini tidak banyak manfaat untuk Tanjung Barat yang kita akan kaji ulang rekomendasi kontraknya,”kata Anwar .

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa selama ini instansi terkait tidak secara rinci menerima laporan lifting dari perusahaan maupun penghasilan atau keuntungan perusahaan tersebut.

“Jadi laporan dari instansi terkait Semakin hari semakin menurun kemudian laporan liftingnya juga belum ada, jangan mentang-mentang izin itu dikeluarkan oleh pusat dan pemerintah daerah tidak di ajak bicara,”ucapnya.

Anwar Sadat menegaskan jika perusahaan tidak terbuka dalam hal dana CSR dan bantuan Charity apalagi kurang memberikan manfaat untuk kabupaten Tanjab Barat, kata Bupati, pihaknya tidak akan mengeluarkan rekomendasi terkait izin nya.

“Seandainya tidak memberikan manfaat untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat ya saya tidak akan merekomendasikan, dan kita minta kepada perusahaan untuk terbuka, berapa pendapatan mereka dan keuntungan mereka, berapa CSR yang mereka kasih ke kita. Dan bukan CSR saja ada berapa uang dana charity juga yang harus di bagi buat daerah setempat,”tandasnya.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Respon Cepat Bupati Tanjab Barat Tinjau Musibah Kebakaran dan Berikan Bantuan

Pemerintahan

Terima Perwakilan Aksi Unjuk Rasa Terkait PT DAS, Wabup Sampaikan Ini

Pemerintahan

Persiapan Jelang MTQ, Pemkab Tanjab Barat Gelar TC Qori Qori’ah 

Pemerintahan

Tahun 2022, Pemkab Tanjab Barat Fokus Pembangunan Infrastruktur

Pemerintahan

Meriahkan HUT RI dan Kabupaten Tanjabbar 2025, Bupati Anwar Sadat Buka Turnamen Domino

Pemerintahan

Umy Dhilah Ajak Kader PKK Turut Berperan Sukseskan Vaksinasi COVID-19 Bagi Ibu Hamil

Pemerintahan

Wabup Tanjab Barat Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Pemerintahan

Wabup Hairan Safari Ramadhan di Desa Pasar Senin