mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Bupati Anwar Sadat Sambut Kunker  Danrem 042/Gapu ke Tanjabbar  Musrenbang RKPD 2027, Wabup Katamso:: Tanjabbar Komitmen  Wujudkan Pembangunan Daerah dan Nasional Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Rakor Lintas Sektoral, Bupati Tanjabbar Siap Dukung Program Nasional Wabup Katamso Rapat Audiensi Percepatan Pembangunan Gerai KDKMP Tanjabbar  Terima SK, Ratusan PNS Tanjabbar di Ambil Sumpah, Wabup Katamso Tekankan Soal IPM

Home / Pemerintahan

Selasa, 1 Juni 2021 - 12:25 WIB

Serapan Anggaran Belanja Modal Tanjab Barat Terendah Ada di Dua Dinas

Tanjab Barat – Serapan belanja modal baru 12,6 persen terendah di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) masih tergolong rendah di bandingkan dengan dinas yang lainnya.

Kepala BPKAD Tanjabar Rajiun Sitohang mengatakan serapan anggaran Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini berada di angka sekitar 26 persenan. Menurutnya, dari angka itu serapan terendah masih pada belanja modal yang ada di Dinas Perkim dan PU.

“Serapan anggaran paling rendah di belanja modal sampai saat ini baru 12,6 persen,”katanya, Senin (31/05/21)

Dia menegaskan sedangkan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya pelaksanaan belanja modal realisasinya bagus. Hal itu disebabkan di OPD lainnya belanja modal anggaran kecil dibandingkan PU dan Perkim.

“Kalau secara OPD rata rata sudah semua di opd itu yang kecil kecil. Di sini yang paling dominan PU sama perkim,”ujarnya

Maka dari itu, Kata Raji’un Wakil Bupati Tanjabar Hairan akan melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat serapan anggaran di dua dinas itu.

BACA JUGA  Wakil Bupati Tanjab Barat Dampingi Wagub Provinsi Jambi Tinjau Persiapan Arena MTQ

“Maka itu yang sudah dikatakan pak Wabup kemarin akan di percepat,”katanya.

Bahkan saat melakukan vicon dengan Kementrian dalam negri (Kemendagri) Pemkab Tanjabar diminta untuk segera melakukan serapan anggaran di belanja modal.

“Kemarin juga kita sampaikan pas waktu vicon Wabup dengan kementerian dalam negeri  kita diminta untuk menggejot bagaimana kalau percepatan belanja modal 12,6 persen itu,”ungkapnya.

Terkait hal itu, kata dia Wabup kemungkinan akan berkoordinasi dengan bupati terkait masub rendahnya serapan anggaran belanja modal. Bahkan, kemungkinan akan mengambil langkah koordinasi dengan semua OPD terutama ULP.

“Mungkin pak Wabup akan berkoordinasi dengan bapak Bupati dan koordinasi dengan semua OPD khusunya ULP yang akan menjadi penggerak kita untuk percepatan realisasi belanja modal dalam rangka percepatan rekonomian tentunya,”jelasnya.

Raji’un menyebutkan jika serapan anggaran secara nasional Tanjabbar masih dikatakan baik. Meski terdapat serapan anggaran di belanja modal yang masib rendah.

BACA JUGA  Gelar Malam Perpisahan, Bupati Tanjab Barat Ucapakan Terima Kasih Pada Kajari Marcello Bellah

“Posisi sampai dengan 24 Mei 2021 serapan secara nasional kita masih oke, serapan secara provinsi kita masih tinggi. Tapi dia rendah gitulaoh,”katanya lagi.

Sejauh ini kata dia dari total anggaran APBD Tanjabar sebanyak Rp 1,2 triliun masih terserap sekitar Rp 259 miliar. Dari total itu baru 12, 6 persen yang terserap untuk belanja modal yang ada di PU dan Perkim sedangkan sisanya berada di dinas lainnya.

“Rp 1,2 T Realisasi Rp 259 miliar PU dan Perkim 12 Persen misalnya harus ada proses lelang kalau tempat lain bisa penunjukan lain kalau disini lelang dulu proses lelang itu berjalan 3 bulanan,”jelasnya.

Dia berharap di akhir bulan Juli 2021 nanti serapan sudah terealisasi mencapai 35 persen untuk belanja modal. Dia meyakini hal itu akan terealisasi dengan baik.

“Kami berharap di bulan 7 serapan 35 persen saya yakin itu artinya itu akan membantu.”pungkasnya.

Tanjab Barat – Serapan belanja modal baru 12,6 persen terendah di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) masih tergolong rendah di bandingkan dengan dinas yang lainnya.

Kepala BPKAD Tanjabar Rajiun Sitohang mengatakan serapan anggaran Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini berada di angka sekitar 26 persenan. Menurutnya, dari angka itu serapan terendah masih pada belanja modal yang ada di Dinas Perkim dan PU.

“Serapan anggaran paling rendah di belanja modal sampai saat ini baru 12,6 persen,”katanya, Senin (31/05/21)

Dia menegaskan sedangkan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya pelaksanaan belanja modal realisasinya bagus. Hal itu disebabkan di OPD lainnya belanja modal anggaran kecil dibandingkan PU dan Perkim.

“Kalau secara OPD rata rata sudah semua di opd itu yang kecil kecil. Di sini yang paling dominan PU sama perkim,”ujarnya

Maka dari itu, Kata Raji’un Wakil Bupati Tanjabar Hairan akan melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat serapan anggaran di dua dinas itu.

“Maka itu yang sudah dikatakan pak Wabup kemarin akan di percepat,”katanya.

Bahkan saat melakukan vicon dengan Kementrian dalam negri (Kemendagri) Pemkab Tanjabar diminta untuk segera melakukan serapan anggaran di belanja modal.

“Kemarin juga kita sampaikan pas waktu vicon Wabup dengan kementerian dalam negeri  kita diminta untuk menggejot bagaimana kalau percepatan belanja modal 12,6 persen itu,”ungkapnya.

Terkait hal itu, kata dia Wabup kemungkinan akan berkoordinasi dengan bupati terkait masub rendahnya serapan anggaran belanja modal. Bahkan, kemungkinan akan mengambil langkah koordinasi dengan semua OPD terutama ULP.

“Mungkin pak Wabup akan berkoordinasi dengan bapak Bupati dan koordinasi dengan semua OPD khusunya ULP yang akan menjadi penggerak kita untuk percepatan realisasi belanja modal dalam rangka percepatan rekonomian tentunya,”jelasnya.

Raji’un menyebutkan jika serapan anggaran secara nasional Tanjabbar masih dikatakan baik. Meski terdapat serapan anggaran di belanja modal yang masib rendah.

“Posisi sampai dengan 24 Mei 2021 serapan secara nasional kita masih oke, serapan secara provinsi kita masih tinggi. Tapi dia rendah gitulaoh,”katanya lagi.

Sejauh ini kata dia dari total anggaran APBD Tanjabar sebanyak Rp 1,2 triliun masih terserap sekitar Rp 259 miliar. Dari total itu baru 12, 6 persen yang terserap untuk belanja modal yang ada di PU dan Perkim sedangkan sisanya berada di dinas lainnya.

“Rp 1,2 T Realisasi Rp 259 miliar PU dan Perkim 12 Persen misalnya harus ada proses lelang kalau tempat lain bisa penunjukan lain kalau disini lelang dulu proses lelang itu berjalan 3 bulanan,”jelasnya.

Dia berharap di akhir bulan Juli 2021 nanti serapan sudah terealisasi mencapai 35 persen untuk belanja modal. Dia meyakini hal itu akan terealisasi dengan baik.

“Kami berharap di bulan 7 serapan 35 persen saya yakin itu artinya itu akan membantu.”pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria Tahun 2021 di Desa Delima

Pemerintahan

Pjs. Bupati Tanjabbar Kunker dan Safari Jumat di Desa Teluk Kulbi

Pemerintahan

Ingatkan Masa Evaluasi, Bupati Anwar Sadat Minta Penjabat Tunjukan Kinerja

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Hadiri Undangan Wakil Presiden RI

Pemerintahan

Kaban Sebut Kabid PKS Kesbangpol Tidak Bisa Kerja

Pemerintahan

Wabup Katamso Pimpin Upacara Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag RI

Pemerintahan

Bersama Perum Bulog Kancab Kuala Tungkal Bupati Anwar Sadat Launching Beras Pemerintah 2023

Kota Jambi

Dukung Lahirnya Generasi Qurani, Wabup Katamso Hadiri FASI Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025