mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Bupati Anwar Sadat Sambut Kunker  Danrem 042/Gapu ke Tanjabbar  Musrenbang RKPD 2027, Wabup Katamso:: Tanjabbar Komitmen  Wujudkan Pembangunan Daerah dan Nasional Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Rakor Lintas Sektoral, Bupati Tanjabbar Siap Dukung Program Nasional Wabup Katamso Rapat Audiensi Percepatan Pembangunan Gerai KDKMP Tanjabbar  Terima SK, Ratusan PNS Tanjabbar di Ambil Sumpah, Wabup Katamso Tekankan Soal IPM

Home / Tanjab Barat

Selasa, 1 Februari 2022 - 17:18 WIB

Ibadah di Klenteng Kuan Kong Bio, Joni: Masih Masa Pandemi Sembahyang di Batasi

Tanjab Barat  – Perayaan Imlek Tahun 2022 bagi Warga Tionghoa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sedikit berbeda dengan Tahun – Tahun sebelumnya. Sebab, dampak dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Warga Tionghoa yang melaksanakan Sembahyang terbatas, dan kegiatan untuk Tolak Balak ditiadakan.

Seperti yang terlihat di Kelenteng Kuan Kong Bio Jalan Prof Dr Sri Soedewi, MS, SH Kuala Tungkal, Tanjug Jabung Barat, Jambi, Warga yang Tionghoa yang datang untuk bersembahyang harus bergantian dalam melaksanakan ibadah. Bahkan untuk Barongsai, Liong kegiatan Tolak Balak di Imlek 2022 hal itu ditiadakan.

BACA JUGA  Polisi Amankan 4 Pelaku Judi Online dan Operator

Di Lapangan juga terlihat selain secara bergantian untuk sembahyang, Warga Tionghoa yang datang juga menerapakn protokol kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan Masker.

Joni Warga Tionghoa penganut Konghucu usai melaksanakan Ibadah sembahyang di Kelenteng Kuan Kong Bio menyebutkan, perayaan Tahun Baru Imlek 2022 berharap Covid-19 bisa cepat berlalu agar bisa kumpul bersama keluarga kembali.

BACA JUGA  Pemuda Pancasila Batang Asam Nyatakan Dukung UAS - Katamso di Pilkada

“Do’a yang terbaiklah untuk Bangsa dan Negara kita,” ujarnya.

Sebab, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, kegiatan Barongsai, Liong untuk Tolak Balak ditiadakan.

“Kalau dulu ada Barongsai, Liong. Tapi tahun 2022 ini itu ditiadakan. Dan untuk sembahyang juga dibatasi tidak boleh ramai. Ada juga yang sembahyang tengah Malam,” sebut Joni. (*#)

Tanjab Barat  – Perayaan Imlek Tahun 2022 bagi Warga Tionghoa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sedikit berbeda dengan Tahun – Tahun sebelumnya. Sebab, dampak dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Warga Tionghoa yang melaksanakan Sembahyang terbatas, dan kegiatan untuk Tolak Balak ditiadakan.

Seperti yang terlihat di Kelenteng Kuan Kong Bio Jalan Prof Dr Sri Soedewi, MS, SH Kuala Tungkal, Tanjug Jabung Barat, Jambi, Warga yang Tionghoa yang datang untuk bersembahyang harus bergantian dalam melaksanakan ibadah. Bahkan untuk Barongsai, Liong kegiatan Tolak Balak di Imlek 2022 hal itu ditiadakan.

Di Lapangan juga terlihat selain secara bergantian untuk sembahyang, Warga Tionghoa yang datang juga menerapakn protokol kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan Masker.

Joni Warga Tionghoa penganut Konghucu usai melaksanakan Ibadah sembahyang di Kelenteng Kuan Kong Bio menyebutkan, perayaan Tahun Baru Imlek 2022 berharap Covid-19 bisa cepat berlalu agar bisa kumpul bersama keluarga kembali.

“Do’a yang terbaiklah untuk Bangsa dan Negara kita,” ujarnya.

Sebab, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, kegiatan Barongsai, Liong untuk Tolak Balak ditiadakan.

“Kalau dulu ada Barongsai, Liong. Tapi tahun 2022 ini itu ditiadakan. Dan untuk sembahyang juga dibatasi tidak boleh ramai. Ada juga yang sembahyang tengah Malam,” sebut Joni. (*#)

Share :

Baca Juga

Pembangunan

Bupati UAS Tinjau Pembangunan Infrastruktur Jalan di Sejumlah Titik

Pemerintahan

Pemkab Tanjabbar Terima Penghargaan UHC Award Tahun 2024

DPRD

Gelar Paripurna Kedua, DPRD Tanjabbar Bersama Pemkab Tandatangani Nota KUA dan PPAS Tahun 2026

Tanjab Barat

Bupati dan Wabup Panen Raya Padi di Desa Rawa Medang

Pilkada

Resmi Mendaftar ke KPU, UAS- Katamso Jadi Kandidat Dukungan Terbesar

Pilkada

Silaturahmi ke Pangkal Babu, Masyarakat Doa’ kan UAS Katamso Jadi Pemimpin Tanjabbar 2024-2029

Tanjab Barat

BBM Naik,Harga Tiket Speedboat di Tanjab Barat Mulai Naik

Pemerintahan

 Dorong Pengelolaan Mangrove di Tanjabbar, Anwar Sadat: KKMD Jadi Wadah Kelestarian dan Ekosistem