mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Mushola SMKN 1 Tanjabbar, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa Wabup Katamso Dorong Pengembangan Bisnis Mangrove Berkelanjutan untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Jadikan Pangkal Babu Living Laboratory, Wabup Katamso Sambut Program Penguatan Ekonomi Berbasis Manggrove  Wabup Katamso Ajak Pemuda Jadi Motor Pembangunan Daerah Lewat Podcast Youth Center Tanjabbar Raih WTP Ke-8 Berturut-turut, Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Home / Advetorial

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:02 WIB

Jadikan Pangkal Babu Living Laboratory, Wabup Katamso Sambut Program Penguatan Ekonomi Berbasis Manggrove 

TANJABBAR, TJ – Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu di Desa Tungkal I kembali mendapat perhatian sebagai pusat pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Model Bisnis Berbasis Mangrove yang Responsif Gender (NbS) yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., Rabu (3/6/26).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyambut baik penetapan kawasan mangrove Pangkal Babu sebagai lokasi proyek percontohan sekaligus living laboratory yang akan menjadi ruang pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

” Kawasan mangrove Tanjung Jabung Barat memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.” Ujarnya.

BACA JUGA  Sukseskan Berkah Madani, Bupati Anwar Sadat Siapkan Ruang Kreatif Bagi Generasi Muda Tanjabbar 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan melalui pembangunan akses menuju kawasan mangrove dan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ke depan, pengembangan kawasan tersebut akan terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Program pelatihan yang diikuti masyarakat sekitar kawasan mangrove ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk membangun usaha yang berbasis konservasi lingkungan.

Field Director FINCAPES, Paulo Vaggi, menyebut Desa Tungkal I sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat di Provinsi Jambi.

BACA JUGA  Lahirkan Bibit Skil Baru,Dudi Purwadi Buka Turnamen Voli Desa Adi Purwa

Selain mendorong lahirnya usaha-usaha baru, program ini juga memberikan perhatian khusus terhadap pemberdayaan perempuan, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat lokal agar dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih merata.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, kawasan mangrove Pangkal Babu diharapkan mampu berkembang menjadi model pengelolaan lingkungan yang sukses sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat.

“ Kami mengucapkan terima kasih karena telah memilih kawasan mangrove kami sebagai lokasi pilot project dan living laboratory.” Pungkasnya.(*/TJ)

TANJABBAR, TJ – Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu di Desa Tungkal I kembali mendapat perhatian sebagai pusat pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Model Bisnis Berbasis Mangrove yang Responsif Gender (NbS) yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., Rabu (3/6/26).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyambut baik penetapan kawasan mangrove Pangkal Babu sebagai lokasi proyek percontohan sekaligus living laboratory yang akan menjadi ruang pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

” Kawasan mangrove Tanjung Jabung Barat memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.” Ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan melalui pembangunan akses menuju kawasan mangrove dan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ke depan, pengembangan kawasan tersebut akan terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Program pelatihan yang diikuti masyarakat sekitar kawasan mangrove ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk membangun usaha yang berbasis konservasi lingkungan.

Field Director FINCAPES, Paulo Vaggi, menyebut Desa Tungkal I sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat di Provinsi Jambi.

Selain mendorong lahirnya usaha-usaha baru, program ini juga memberikan perhatian khusus terhadap pemberdayaan perempuan, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat lokal agar dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih merata.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, kawasan mangrove Pangkal Babu diharapkan mampu berkembang menjadi model pengelolaan lingkungan yang sukses sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat.

“ Kami mengucapkan terima kasih karena telah memilih kawasan mangrove kami sebagai lokasi pilot project dan living laboratory.” Pungkasnya.(*/TJ)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pasca Kebakaran di Teluk Nilau, Pemkab Tanjabbar Prioritaskan Akses Jalan dan Penambahan Armada Damkar 

Advetorial

Wabup Katamso Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tekankan Penguatan Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Hadiri HUT ke-80 Pemkot Jambi, Perkuat Sinergi Lewat Kerja Sama Strategis Antar Daerah

Advetorial

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah, Wabup Tanjabbar Hadiri Secara Virtual

Advetorial

PD PABPDSI Kunker ke Tanjabbar, Bupati Anwar Sadat Ajak Dukung Program Prioritas Nasional 

Advetorial

Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Mushola SMKN 1 Tanjabbar, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

Advetorial

Lepas 376 CJH Tanjabbar, Bupati Anwar Sadat Sampaikan Pesan Khusus ke Jemaah

Advetorial

Sukseskan Berkah Madani, Bupati Anwar Sadat Siapkan Ruang Kreatif Bagi Generasi Muda Tanjabbar