mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Anwar Sadat Instruksikan Camat dan Kades Jemput Anak Putus Sekolah Kembali ke Bangku Pendidikan Bupati Anwar Sadat Minta Camat dan Kades Bergerak Cepat Tangani Sampah, Banjir, dan Anak Putus Sekolah Anwar Sadat Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Data Berkualitas Jadi Fondasi Pembangunan Tanjabbar  Pinang Betara Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis, Anwar Sadat: Kebanggaan dan Aset Ekonomi Tanjabbar  Pemkab dan Polres Tanjabbar Deklarasikan Sabuk Kamtibmas,Perkuat Kolaborasi Wujudkan Daerah Aman dan Kondusif

Home / Adat

Minggu, 22 Januari 2023 - 19:21 WIB

Masyarakat Tionghoa Tanjab Barat Rayakan Tahun Baru Imlek Fokus Ibadah

TANJAB BARAT – Masyarakat Tionghoa hari ini 22 Januari 2023, merayakan tahun baru Imlek 2574,seminggu sebelum datangnya tahun baru Imlek masyarakat Tionghoa sudah mulai mempersiapkan untuk menyambut Imlek.

Mulai memasang berbagai ornamen khas Imlek seperti lampion, spanduk, hiasan-hiasan yang mayoritas berwarna merah dan juga mempersiapkan dupa raksasa.

BACA JUGA  Ini Gelar Adat Melayu Jambi yang Diberikan ke Mendagri, Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung

Aliong pengurus kelenteng Leng San Keng mengatakan mulai bersih-bersih seminggu sebelum Imlek.

“Kita mulai dari seminggu yang lalu, dan kita di klenteng tidak ada perayaan khusus ya, kita hanya ibadah saja, fokus ibadah,” jelasnya, Kamis (19/1/23).

Aliong melanjutkan, selain ibadah hanya akan membakar dupa besar yang berjumlah 9 buah. 3 dupa sangat besar, 3 dupa sedang dan 3 dupa kecil.

BACA JUGA  Al Haris: Dedikasi Anggota V BPK RI untuk Jambi Luar Biasa

“Nanti kita puncaknya pada cap go meh atau 15 hari setelah Imlek, tapi kita tidak tepat 15 hari karena kita menjadi penutup, kita gelar perayaan pada tanggal 7 nya,” tutupnya.*

TANJAB BARAT – Masyarakat Tionghoa hari ini 22 Januari 2023, merayakan tahun baru Imlek 2574,seminggu sebelum datangnya tahun baru Imlek masyarakat Tionghoa sudah mulai mempersiapkan untuk menyambut Imlek.

Mulai memasang berbagai ornamen khas Imlek seperti lampion, spanduk, hiasan-hiasan yang mayoritas berwarna merah dan juga mempersiapkan dupa raksasa.

Aliong pengurus kelenteng Leng San Keng mengatakan mulai bersih-bersih seminggu sebelum Imlek.

“Kita mulai dari seminggu yang lalu, dan kita di klenteng tidak ada perayaan khusus ya, kita hanya ibadah saja, fokus ibadah,” jelasnya, Kamis (19/1/23).

Aliong melanjutkan, selain ibadah hanya akan membakar dupa besar yang berjumlah 9 buah. 3 dupa sangat besar, 3 dupa sedang dan 3 dupa kecil.

“Nanti kita puncaknya pada cap go meh atau 15 hari setelah Imlek, tapi kita tidak tepat 15 hari karena kita menjadi penutup, kita gelar perayaan pada tanggal 7 nya,” tutupnya.*

Share :

Baca Juga

Adat

Ini Gelar Adat Melayu Jambi yang Diberikan ke Mendagri, Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung

Adat

Al Haris: Dedikasi Anggota V BPK RI untuk Jambi Luar Biasa