TANJABBAR, TJ – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka anak putus sekolah yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Persoalan tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada masa depan generasi muda, tetapi juga berpengaruh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Sebagai langkah konkret, Bupati Anwar Sadat menginstruksikan seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk aktif melakukan pendataan terhadap anak-anak yang tidak lagi bersekolah. Selain itu, aparatur pemerintah diminta melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga agar anak-anak tersebut dapat kembali melanjutkan pendidikan.
“ Yang terpenting mereka kembali bersekolah terlebih dahulu. Soal perlengkapan dan kebutuhan lainnya akan kita bantu secara bertahap,” tegas Anwar Sadat saat Rapat Koordinasi Camat dan Lurah se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat Triwulan II Tahun 2026.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi kunci utama kemajuan daerah. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mengakses pendidikan yang layak.
Ia menegaskan, semakin banyak anak yang kembali mengenyam pendidikan, semakin besar peluang Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencetak generasi yang unggul, produktif, dan mampu bersaing di masa depan.
“ Pendidikan adalah fondasi pembangunan. Kita tidak boleh membiarkan ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa upaya menekan angka putus sekolah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, sekolah, hingga keluarga untuk memastikan anak-anak tetap berada dalam sistem pendidikan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Anwar Sadat meminta seluruh jajaran pemerintah tetap menjaga kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang dan pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat dengan solusi dan pelayanan yang cepat. Itulah yang menjadi ukuran keberhasilan kita,” pungkasnya.(*)
TANJABBAR, TJ – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka anak putus sekolah yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Persoalan tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada masa depan generasi muda, tetapi juga berpengaruh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Sebagai langkah konkret, Bupati Anwar Sadat menginstruksikan seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk aktif melakukan pendataan terhadap anak-anak yang tidak lagi bersekolah. Selain itu, aparatur pemerintah diminta melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga agar anak-anak tersebut dapat kembali melanjutkan pendidikan.
“ Yang terpenting mereka kembali bersekolah terlebih dahulu. Soal perlengkapan dan kebutuhan lainnya akan kita bantu secara bertahap,” tegas Anwar Sadat saat Rapat Koordinasi Camat dan Lurah se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat Triwulan II Tahun 2026.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi kunci utama kemajuan daerah. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mengakses pendidikan yang layak.
Ia menegaskan, semakin banyak anak yang kembali mengenyam pendidikan, semakin besar peluang Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencetak generasi yang unggul, produktif, dan mampu bersaing di masa depan.
“ Pendidikan adalah fondasi pembangunan. Kita tidak boleh membiarkan ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa upaya menekan angka putus sekolah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, sekolah, hingga keluarga untuk memastikan anak-anak tetap berada dalam sistem pendidikan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Anwar Sadat meminta seluruh jajaran pemerintah tetap menjaga kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang dan pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat dengan solusi dan pelayanan yang cepat. Itulah yang menjadi ukuran keberhasilan kita,” pungkasnya.(*)








