TANJABBAR, TJ — Kapolres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar),AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H.. mulai memetakan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dalam pekan pertamanya bertugas di Kuala Tungkal.
Salah satu yang langsung disorot adalah rendahnya kepatuhan masyarakat dalam menggunakan helm saat berkendara sepeda motor.
Ramadhanil mengaku cukup sering mengamati kondisi lalu lintas di Kuala Tungkal sejak mulai bertugas. Dari pengamatannya, penggunaan helm cenderung tinggi ketika terdapat personel kepolisian di jalur tertentu.
Namun, kondisi berbeda terlihat ketika tidak ada anggota yang melakukan pengawasan secara langsung.
“Pagi di jalur yang ada anggota, persentase orang pakai helm cukup tinggi. Tapi kalau sudah jam 10 ke atas, sore, malam, saya lihat sudah banyak yang tidak menggunakan helm,” ujar
Ramadhanil saat bersilaturahmi bersama insan media Tanjabbar.
Menurutnya, penggunaan helm bukan semata-mata persoalan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Helm berkaitan langsung dengan upaya mengurangi risiko fatal ketika terjadi kecelakaan.
Ia menekankan, cedera akibat kecelakaan masih dapat ditangani secara medis, tetapi benturan pada bagian kepala memiliki risiko yang jauh lebih serius.
“Kalau kita kecelakaan, jatuh, kalau kita pakai helm, minimal peluang meninggalnya jauh lebih kecil. Tapi kalau sudah pendarahan di kepala dan tidak segera ditangani, tingkat risikonya sangat tinggi,” katanya.
Karena itu, Ramadhanil meminta dukungan insan media untuk ikut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan helm.
Ia menjelaskan, pendekatan Polres Tanjabbar terhadap persoalan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal berupa sosialisasi, kemudian dilanjutkan dengan teguran dan pada tahap berikutnya penindakan terhadap pelanggaran.
“Kita sosialisasikan kepada masyarakat, setelah itu peneguran, kemudian nanti penindakan,” ujarnya.
Ramadhanil berharap masyarakat tidak menunggu sampai adanya operasi atau keberadaan polisi di jalan baru mengenakan helm. Kesadaran tersebut, menurutnya, harus tumbuh dari pemahaman bahwa perlengkapan keselamatan berkendara memang diperlukan untuk melindungi diri.
Meski demikian, ia mengatakan terdapat situasi tertentu yang menurutnya dapat dipahami secara kontekstual, seperti masyarakat yang berkendara menuju masjid untuk melaksanakan ibadah. Namun, secara umum penggunaan helm tetap menjadi bagian penting dalam keselamatan berlalu lintas.
Bawa Pengalaman Delapan Tahun di Kalimantan Timur Perhatian Ramadhanil terhadap karakter masyarakat dan kondisi wilayah Tanjabbar juga tidak terlepas dari pengalaman penugasannya selama sekitar delapan tahun di Kalimantan Timur.
Sebelum bertugas di Tanjabbar, ia pernah ditempatkan di sejumlah wilayah seperti Paser, Kutai Timur, Kutai Kartanegara hingga Samarinda.
Menurutnya, karakteristik Kuala Tungkal memiliki sejumlah kemiripan dengan daerah tempatnya bertugas sebelumnya, terutama dari sisi keberagaman masyarakat dan kuatnya komunitas Bugis serta Banjar.
“Untuk karakteristik Tungkal ini sangat mirip dengan tempat tugas saya sebelumnya di Kalimantan Timur,” katanya.
Pengalaman tersebut, menurut Ramadhanil, membuatnya relatif cepat beradaptasi dengan lingkungan sosial di Tanjabbar.
Ia juga menyinggung identitas budaya masyarakat yang beragam dan kehidupan keagamaan yang menurutnya menjadi salah satu karakter kuat Tanjabbar sebagai daerah yang dikenal dengan sebutan Kota Santri.
Karena itu, ia berharap kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dapat berjalan seiring dengan karakter masyarakat yang menjunjung nilai-nilai sosial dan keagamaan.
“Karena di sini slogannya Kota Santri, ayolah. Untuk aturan-aturan, bantu kami di Polres Tanjab Barat supaya bisa ditaati,” tuturnya.
Ramadhanil menegaskan, program peningkatan kepatuhan penggunaan helm merupakan salah satu program awal yang ingin ia dorong selama memimpin Polres Tanjabbar.
Ia pun meminta media tidak hanya memberitakan ketika penindakan dilakukan, tetapi turut membantu membangun kesadaran masyarakat sejak tahap sosialisasi.
“Saya minta tolong rekan-rekan media bisa membantu kami untuk menyukseskan program ini,” katanya.
Bagi Ramadhanil, keberhasilan program tersebut bukan sekadar banyaknya pelanggar yang ditindak, melainkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan helm tanpa harus menunggu kehadiran polisi.
“Jangan sampai nanti rekan-rekan justru membuat isu kontra supaya program ini tidak selesai. Penggunaan helm itu sangat penting,” ujarnya.(*)









