TANJABBAR , TJ – Pembangunan Infrastruktur jalan nasional di provinsi Jambi diproyeksikan rampung sepenuhnya dengan kondisi mulus pada tahun 2028 mendatang.hingga mencapai titik Ujung Jabung.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI , Edi Purwanto, dirinya menegaskan bahwa ini merupakan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan infrastruktur akses jalan strategis yang mengarah ke wilayah Tanjabbar dan sekitarnya
” Pengerjaan jalan nasional saat ini tengah dilakukan secara bertahap. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap untuk mendukung mobilitas masyarakat dan ekonomi daerah.” Ujarnya. Minggu (26/4/26).
Edi menekankan pentingnya kualitas jalan agar tetap bagus. Terkait usulan pelebaran jalan, ia akan meninjau kembali aspek preferensial dan teknisnya agar tidak terjadi penyempitan di titik-titik tertentu.
” Sinergi Pusat dan Daerah, Memahami keterbatasan anggaran daerah (TKD yang terpotong), kita akan aktif berkoordinasi dengan Bupati dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan jalan melalui skema Inpres Jalan Daerah baik untuk tingkat Kabupaten maupun Provinsi. Prinsip saya, yang penting jalan itu bagus dan mulus dulu. Kita harus punya sense of priority agar pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” Ungkap politisi PDI-Perjuangan ini.
Selain infrastruktur, Edi Purwanto juga menyoroti fluktuasi harga komoditas perkebunan seperti Pinang yang sangat berdampak pada kesejahteraan petani di Jambi terutama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah mempelajari berbagai varian komoditas strategi mulai dari Pinang, Kayu Manis, hingga Sagu untuk diperkuat payung hukumnya melalui Undang-Undang. Langkah ini bertujuan agar negara dapat memproteksi harga dan memastikan keberlanjutan pasar bagi petani lokal.
Edi mengatakan, di sisa masa jabatannya hingga 2029 mendatang, dirinya berkomitmen untuk terus membawa sebanyak mungkin program pusat ke Provinsi Jambi. Beberapa program yang telah dan akan terus dikawal yakni nfrastruktur Pembangunan Bedah Rumah, Sanimas, Pamsimas,Program bantuan pengembangan untuk nelayan dan pembudidaya ikan serta Pembangunan Jalan Penghubung: Melalui program PISEW untuk mempermudah akses antar desa.
” Perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi lintas komisi di DPR RI bersama rekan-rekan anggota legislatif lainnya asal Jambi demi mewujudkan pembangunan Jambi yang lebih baik.” Pungkasnya.(*)
TANJABBAR , TJ – Pembangunan Infrastruktur jalan nasional di provinsi Jambi diproyeksikan rampung sepenuhnya dengan kondisi mulus pada tahun 2028 mendatang.hingga mencapai titik Ujung Jabung.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI , Edi Purwanto, dirinya menegaskan bahwa ini merupakan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan infrastruktur akses jalan strategis yang mengarah ke wilayah Tanjabbar dan sekitarnya
” Pengerjaan jalan nasional saat ini tengah dilakukan secara bertahap. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap untuk mendukung mobilitas masyarakat dan ekonomi daerah.” Ujarnya. Minggu (26/4/26).
Edi menekankan pentingnya kualitas jalan agar tetap bagus. Terkait usulan pelebaran jalan, ia akan meninjau kembali aspek preferensial dan teknisnya agar tidak terjadi penyempitan di titik-titik tertentu.
” Sinergi Pusat dan Daerah, Memahami keterbatasan anggaran daerah (TKD yang terpotong), kita akan aktif berkoordinasi dengan Bupati dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan jalan melalui skema Inpres Jalan Daerah baik untuk tingkat Kabupaten maupun Provinsi. Prinsip saya, yang penting jalan itu bagus dan mulus dulu. Kita harus punya sense of priority agar pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” Ungkap politisi PDI-Perjuangan ini.
Selain infrastruktur, Edi Purwanto juga menyoroti fluktuasi harga komoditas perkebunan seperti Pinang yang sangat berdampak pada kesejahteraan petani di Jambi terutama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah mempelajari berbagai varian komoditas strategi mulai dari Pinang, Kayu Manis, hingga Sagu untuk diperkuat payung hukumnya melalui Undang-Undang. Langkah ini bertujuan agar negara dapat memproteksi harga dan memastikan keberlanjutan pasar bagi petani lokal.
Edi mengatakan, di sisa masa jabatannya hingga 2029 mendatang, dirinya berkomitmen untuk terus membawa sebanyak mungkin program pusat ke Provinsi Jambi. Beberapa program yang telah dan akan terus dikawal yakni nfrastruktur Pembangunan Bedah Rumah, Sanimas, Pamsimas,Program bantuan pengembangan untuk nelayan dan pembudidaya ikan serta Pembangunan Jalan Penghubung: Melalui program PISEW untuk mempermudah akses antar desa.
” Perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi lintas komisi di DPR RI bersama rekan-rekan anggota legislatif lainnya asal Jambi demi mewujudkan pembangunan Jambi yang lebih baik.” Pungkasnya.(*)









