TANJABBAR, TJ – Pengelolaan sampah yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan kini mulai diarahkan menjadi sektor yang memiliki nilai ekonomi. Hal tersebut ditegaskan Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat meninjau penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara, Rabu (15/7/26).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Dalam keterangannya, Bupati menjelaskan bahwa berbagai pembenahan terus dilakukan karena TPA Lubuk Terentang masih berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup.
Ia berharap proses penataan yang sedang berjalan dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat sehingga pengelolaan sampah di daerah semakin optimal.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Pemkab telah menghadirkan mesin pemilah sampah yang saat ini memasuki tahap uji coba. Peralatan tersebut dirancang untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sehingga masing-masing dapat diolah sesuai fungsinya.
” Sampah organik akan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos untuk mendukung sektor pertanian, sedangkan sampah plastik diproses menjadi produk daur ulang yang memiliki nilai ekonomi.” Katanya.
Menurut Anwar Sadat, potensi industri pengolahan sampah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih sangat besar untuk dikembangkan. Selain membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, pengelolaan yang baik juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Insya Allah, ke depan pengolahan sampah ini akan semakin berkembang. Selain menjaga lingkungan tetap sehat, pengelolaan sampah yang baik juga dapat membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Bupati berharap inovasi di sektor persampahan terus dikembangkan sehingga Tanjung Jabung Barat mampu menjadi daerah yang mandiri dalam mengolah sampah sekaligus mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala BKAD, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, Camat Betara, Kepala Desa Lubuk Terentang, serta petugas TPA setempat.(*)
TANJABBAR, TJ – Pengelolaan sampah yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan kini mulai diarahkan menjadi sektor yang memiliki nilai ekonomi. Hal tersebut ditegaskan Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat meninjau penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara, Rabu (15/7/26).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Dalam keterangannya, Bupati menjelaskan bahwa berbagai pembenahan terus dilakukan karena TPA Lubuk Terentang masih berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup.
Ia berharap proses penataan yang sedang berjalan dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat sehingga pengelolaan sampah di daerah semakin optimal.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Pemkab telah menghadirkan mesin pemilah sampah yang saat ini memasuki tahap uji coba. Peralatan tersebut dirancang untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sehingga masing-masing dapat diolah sesuai fungsinya.
” Sampah organik akan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos untuk mendukung sektor pertanian, sedangkan sampah plastik diproses menjadi produk daur ulang yang memiliki nilai ekonomi.” Katanya.
Menurut Anwar Sadat, potensi industri pengolahan sampah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih sangat besar untuk dikembangkan. Selain membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, pengelolaan yang baik juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Insya Allah, ke depan pengolahan sampah ini akan semakin berkembang. Selain menjaga lingkungan tetap sehat, pengelolaan sampah yang baik juga dapat membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Bupati berharap inovasi di sektor persampahan terus dikembangkan sehingga Tanjung Jabung Barat mampu menjadi daerah yang mandiri dalam mengolah sampah sekaligus mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala BKAD, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, Camat Betara, Kepala Desa Lubuk Terentang, serta petugas TPA setempat.(*)









