mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Kemenhut RI Kunjungi Mangrove Pangkal Babu, Wabup Katamso Harapkan Dampak Nyata Program Pengembangan Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Teluk Nilau, Bupati Anwar Sadat Ingatkan Masyarakat Potensi Cuaca Panas dan Kemarau  Pimpinan dan Anggota DPRD Tanjabbar Audiensi Bersama Serikat Pekerja Ketua DPRD Tanjabbar Ikuti Upacara Hardiknas Tahun 2026, Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Daerah Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Wabup Tanjabbar Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah 

Home / Advetorial

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:14 WIB

Kemenhut RI Kunjungi Mangrove Pangkal Babu, Wabup Katamso Harapkan Dampak Nyata Program Pengembangan

TANJABBAR, TJ –Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu, Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selasa (5/5/26).

Kunjungan Kemenhut RI ke wisata pangkal babu ini didampingi Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., dalam rangka verifikasi dan asistensi lapangan atas Proposal Usulan Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan untuk Ketahanan Pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Tim verifikasi dipimpin langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Fahrizal Fitri, serta Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan, Novia Widyaningtyas.

Wakil Bupati Katamso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim kementerian yang telah menempuh perjalanan jauh untuk melihat langsung potensi mangrove di daerah tersebut.

BACA JUGA  Piala Dunia 2026, Bupati Anwar Sadat Sosialisasi Pemasangan Antena TVRI Jambi 

” Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Staf Ahli yang telah hadir langsung di Pangkal Babu. Perjalanan mulai dari pesawat, mobil, motor, hingga berjalan kaki menyusuri mangrove ini adalah bentuk perhatian besar bagi kami,” Katanya..

Wabup menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra kerja sangat krusial untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi.

” Besar harapan kami, dengan melihat kondisi lapangan secara langsung, program pengembangan mangrove ini dapat segera terealisasi untuk memperkuat pesisir Tanjung Jabung Barat,” Harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri, Fahrizal Fitri, mengaku terkesan dengan kondisi mangrove Pangkal Babu. Ia menyatakan bahwa hasil pengamatan lapangan sejauh ini selaras dengan paparan yang telah disampaikan sebelumnya.

BACA JUGA  Atlet FPTI Tanjab Barat Lolos Seleksi Kejurnas Provinsi Aceh

“Kami senang bisa hadir langsung di sini. Apa yang kami lihat di lapangan tidak jauh berbeda dengan gambaran yang diusulkan. Terus terang kami mendukung penuh, dan dalam waktu dekat akan segera ada keputusan terkait hal ini. Intinya kami sangat peduli terhadap kelestarian mangrove di sini,” ungkap Fahrizal.

Sebagai informasi, ruang lingkup usulan kegiatan dalam program ini mencakup penguatan kebijakan dan kelembagaan, rehabilitasi lanskap mangrove berkelanjutan, serta peningkatan mata pencaharian bagi masyarakat di sekitar kawasan mangrove.

Turut hadir dalam peninjauan lapangan tersebut akademisi dari Universitas Jambi yang juga Kepala Pusat Lingkungan Hidup LPPM UNJA, Prof. Dr. Ir. Rosyani, M.S, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Disparpora, Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketua GOW Tanjung Jabung Barat.(*)

TANJABBAR, TJ –Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu, Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selasa (5/5/26).

Kunjungan Kemenhut RI ke wisata pangkal babu ini didampingi Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., dalam rangka verifikasi dan asistensi lapangan atas Proposal Usulan Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan untuk Ketahanan Pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Tim verifikasi dipimpin langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Fahrizal Fitri, serta Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan, Novia Widyaningtyas.

Wakil Bupati Katamso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim kementerian yang telah menempuh perjalanan jauh untuk melihat langsung potensi mangrove di daerah tersebut.

” Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Staf Ahli yang telah hadir langsung di Pangkal Babu. Perjalanan mulai dari pesawat, mobil, motor, hingga berjalan kaki menyusuri mangrove ini adalah bentuk perhatian besar bagi kami,” Katanya..

Wabup menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra kerja sangat krusial untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi.

” Besar harapan kami, dengan melihat kondisi lapangan secara langsung, program pengembangan mangrove ini dapat segera terealisasi untuk memperkuat pesisir Tanjung Jabung Barat,” Harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri, Fahrizal Fitri, mengaku terkesan dengan kondisi mangrove Pangkal Babu. Ia menyatakan bahwa hasil pengamatan lapangan sejauh ini selaras dengan paparan yang telah disampaikan sebelumnya.

“Kami senang bisa hadir langsung di sini. Apa yang kami lihat di lapangan tidak jauh berbeda dengan gambaran yang diusulkan. Terus terang kami mendukung penuh, dan dalam waktu dekat akan segera ada keputusan terkait hal ini. Intinya kami sangat peduli terhadap kelestarian mangrove di sini,” ungkap Fahrizal.

Sebagai informasi, ruang lingkup usulan kegiatan dalam program ini mencakup penguatan kebijakan dan kelembagaan, rehabilitasi lanskap mangrove berkelanjutan, serta peningkatan mata pencaharian bagi masyarakat di sekitar kawasan mangrove.

Turut hadir dalam peninjauan lapangan tersebut akademisi dari Universitas Jambi yang juga Kepala Pusat Lingkungan Hidup LPPM UNJA, Prof. Dr. Ir. Rosyani, M.S, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Disparpora, Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketua GOW Tanjung Jabung Barat.(*)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Teluk Nilau, Bupati Anwar Sadat Ingatkan Masyarakat Potensi Cuaca Panas dan Kemarau