TANJABBAR, TJ – Kebakaran hebat melanda Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jumat (1/5/26) lalu, dampak dari kebakaran tersebut
81 kepala keluarga (KK) dan 262 jiwa menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 86 rumah hangus terbakar, sementara 11 rumah lainnya mengalami kerusakan, terdiri dari 2 unit rusak berat, 5 rusak sedang, dan 4 rusak ringan. Secara keseluruhan, total 97 rumah terdampak akibat kebakaran dahsyat tersebut.
Selain itu, Musibah ini juga turut berdampak pada kelompok rentan. Tercatat 16 anak usia SD/Madrasah, 11 pelajar tingkat SLTP, dan 6 pelajar SLTA dan terdapat 1 ibu hamil yang ikut terdampak.
Pasca kejadian tersebut, berbagai batuan telah disalurkan baik itu dari pemerintah daerah maupun dari pemerintah provinsi Jambi untuk meringankan beban bagi para korban.
Bupati menyebutkan bahwa akses jalan menuju lokasi kebakaran sebelumnya menjadi kendala bagi mobil pemadam kebakaran. Oleh karena itu, pelebaran jalan akan menjadi prioritas ke depan.
“ Kami berharap masyarakat dapat mendukung pelebaran akses jalan agar penanganan darurat ke depan bisa lebih optimal,” ujarnya. Rabu (6/5/26)
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengecekan rutin sumber air, menambah armada pemadam kebakaran, serta menata ulang instalasi listrik yang dinilai masih semrawut.
Pemerintah daerah, kata Anwar Sadat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Provinsi Jambi, kehadiran Gubernur Al Haris di lokasi menjadi bentuk nyata perhatian sekaligus dukungan dalam upaya percepatan pemulihan pasca bencana
” Musibah ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Kebakaran di Teluk Nilau ini menjadi pengingat bahwa gotong royong dan kepedulian merupakan kekuatan utama dalam membantu sesama menghadapi bencana.” Pungkasnya.(*)
TANJABBAR, TJ – Kebakaran hebat melanda Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jumat (1/5/26) lalu, dampak dari kebakaran tersebut
81 kepala keluarga (KK) dan 262 jiwa menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 86 rumah hangus terbakar, sementara 11 rumah lainnya mengalami kerusakan, terdiri dari 2 unit rusak berat, 5 rusak sedang, dan 4 rusak ringan. Secara keseluruhan, total 97 rumah terdampak akibat kebakaran dahsyat tersebut.
Selain itu, Musibah ini juga turut berdampak pada kelompok rentan. Tercatat 16 anak usia SD/Madrasah, 11 pelajar tingkat SLTP, dan 6 pelajar SLTA dan terdapat 1 ibu hamil yang ikut terdampak.
Pasca kejadian tersebut, berbagai batuan telah disalurkan baik itu dari pemerintah daerah maupun dari pemerintah provinsi Jambi untuk meringankan beban bagi para korban.
Bupati menyebutkan bahwa akses jalan menuju lokasi kebakaran sebelumnya menjadi kendala bagi mobil pemadam kebakaran. Oleh karena itu, pelebaran jalan akan menjadi prioritas ke depan.
“ Kami berharap masyarakat dapat mendukung pelebaran akses jalan agar penanganan darurat ke depan bisa lebih optimal,” ujarnya. Rabu (6/5/26)
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengecekan rutin sumber air, menambah armada pemadam kebakaran, serta menata ulang instalasi listrik yang dinilai masih semrawut.
Pemerintah daerah, kata Anwar Sadat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Provinsi Jambi, kehadiran Gubernur Al Haris di lokasi menjadi bentuk nyata perhatian sekaligus dukungan dalam upaya percepatan pemulihan pasca bencana
” Musibah ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Kebakaran di Teluk Nilau ini menjadi pengingat bahwa gotong royong dan kepedulian merupakan kekuatan utama dalam membantu sesama menghadapi bencana.” Pungkasnya.(*)




