mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Paripurna DPRD Bentuk Pansus Empat Ranperda, Bupati Anwar Sadat Apresiasi Dukungan Fraksi Bupati Anwar Sadat Tegaskan Sinergi Eksekutif-Legislatif dalam Pembahasan Ranperda di Paripurna DPRD Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Mushola SMKN 1 Tanjabbar, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa Wabup Katamso Dorong Pengembangan Bisnis Mangrove Berkelanjutan untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Jadikan Pangkal Babu Living Laboratory, Wabup Katamso Sambut Program Penguatan Ekonomi Berbasis Manggrove 

Home / Tanjab Barat

Senin, 14 Juni 2021 - 17:23 WIB

Akses Jembatan Hutan Mangrove Kuala Tungkal Perlu Perhatian

TANJAB BARAT – Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hutan Mangrove saat ini seakan kurang mendapat perhatian.

Hal tersebut dikarenakan, jembatan kayu sebagai akses penghubung jalan ke hutan mangrove ini sudah kondisi nya sudah miring dan rapuh sehingga membahayakan bagi pengunjung maupun wisatawan.

Padahal Wisata Hutan Mangrove salah satu kebanggaan Kabupaten Tanjabbar, cukup di kenal oleh banyak orang baik, tidak hanya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, namun  juga di Provinsi Jambi, kini sudah tidak terawat.

Mirisnya, disepanjang jalan terlihat hampir semua titian jembatan kayu yang ada telah rapuh. Bahkan ada jembatan yang roboh sehingga menyulitkan bagi pengunjung yang datang.

Tidak hanya itu, secara akses jalan menuju wisata ini terbilang agak sulit karena hanya bisa di tempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua ataupun kapal pompong.

BACA JUGA  Ribuan Buku Nikah di Kantor Kemenag Bungo Hilang Dicuri, Polisi Lakukan Penyelidikan

Salah satu pengunjung yang datang ke wisata Hutan Manggrove. Yati, menyebutkan bahwa kondisi jembatan tersebut memang sangat disayangkan. Padahal kata dia wisata mangrove ini sebelumnya sering di kunjungi oleh warga luar, sehingga jika kondisi tersebut di biarkan akan membawa citra buruk wisata Mangrove.

” Iya kita warga tungkal sangat menyayangkan kondisi jembatan seperti ini. Ini bisa bahaya kali jatuh ke sini, apalagi anak-anak. Kita sayangkan kalau yang datang itu kemudian membawa cerita ke warga yang belum datang ke sini, sehingga wisata ini jadi buruk di mata orang,” Ungkapnya.

Sebagai warga Kuala Tungkal, kata Yati. Ia berharap instansi terkait terkhusus Bupati Tanjabbar untuk bisa memperbaiki kondisi jembatan ini.

BACA JUGA  UAS Katamso di Sambut Ribuan Massa Pendukung di Kuala Betara

” Bagaimana kita bisa ingin mengaet wisatawan dari luar daerah, sementara wisata kita seperti ini. Kalau kek gini orang cuma sekali aja ke sini sudah itu dak mau lagi. Padahal kalau kita kelola ini menjadi potensi,” Katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh pengunjung lainnya, Irul, ia menyebutkan bahwa kondisi jembatan ini memang sangat memprihatinkan, meskipun memang ada jembatan yang baru saja di bangun pada ujung jembatan sebelumnya yang menuju pantai. Namun, kata Irul hal tersebut juga percuma jika pada akses jembatan di pintu masuk tidak di perbaiki.

” Kita minta lah untuk pemerintah memperhatikan ini. Sayang kita punya potensi tetapi tidak di rawat,” Harapnya.

TANJAB BARAT – Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hutan Mangrove saat ini seakan kurang mendapat perhatian.

Hal tersebut dikarenakan, jembatan kayu sebagai akses penghubung jalan ke hutan mangrove ini sudah kondisi nya sudah miring dan rapuh sehingga membahayakan bagi pengunjung maupun wisatawan.

Padahal Wisata Hutan Mangrove salah satu kebanggaan Kabupaten Tanjabbar, cukup di kenal oleh banyak orang baik, tidak hanya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, namun  juga di Provinsi Jambi, kini sudah tidak terawat.

Mirisnya, disepanjang jalan terlihat hampir semua titian jembatan kayu yang ada telah rapuh. Bahkan ada jembatan yang roboh sehingga menyulitkan bagi pengunjung yang datang.

Tidak hanya itu, secara akses jalan menuju wisata ini terbilang agak sulit karena hanya bisa di tempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua ataupun kapal pompong.

Salah satu pengunjung yang datang ke wisata Hutan Manggrove. Yati, menyebutkan bahwa kondisi jembatan tersebut memang sangat disayangkan. Padahal kata dia wisata mangrove ini sebelumnya sering di kunjungi oleh warga luar, sehingga jika kondisi tersebut di biarkan akan membawa citra buruk wisata Mangrove.

” Iya kita warga tungkal sangat menyayangkan kondisi jembatan seperti ini. Ini bisa bahaya kali jatuh ke sini, apalagi anak-anak. Kita sayangkan kalau yang datang itu kemudian membawa cerita ke warga yang belum datang ke sini, sehingga wisata ini jadi buruk di mata orang,” Ungkapnya.

Sebagai warga Kuala Tungkal, kata Yati. Ia berharap instansi terkait terkhusus Bupati Tanjabbar untuk bisa memperbaiki kondisi jembatan ini.

” Bagaimana kita bisa ingin mengaet wisatawan dari luar daerah, sementara wisata kita seperti ini. Kalau kek gini orang cuma sekali aja ke sini sudah itu dak mau lagi. Padahal kalau kita kelola ini menjadi potensi,” Katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh pengunjung lainnya, Irul, ia menyebutkan bahwa kondisi jembatan ini memang sangat memprihatinkan, meskipun memang ada jembatan yang baru saja di bangun pada ujung jembatan sebelumnya yang menuju pantai. Namun, kata Irul hal tersebut juga percuma jika pada akses jembatan di pintu masuk tidak di perbaiki.

” Kita minta lah untuk pemerintah memperhatikan ini. Sayang kita punya potensi tetapi tidak di rawat,” Harapnya.

Share :

Baca Juga

DPRD

DPRD Tanjabbar Gelar FGD, Perda Tentang Kontruksi dan Penyerahan Prasarana Utilitas Umum Perumahan

Pemerintahan

Wabup Katamso Pimpin Upacara Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag RI

Pilkada

Silaturahmi ke Pangkal Babu, Masyarakat Doa’ kan UAS Katamso Jadi Pemimpin Tanjabbar 2024-2029

Pilkada

Nyatakan Dukungan, Tim Speed 24 Sungai Landak Senyerang, Siap Menangkan UAS Katamso di Pilkada

Pemerintahan

Wujud Kepedulian, Bupati Tanjabbar Bantu Janda Lima Anak Miliki Rumah Layak Huni

Pilkada

Survei LSI: Elektabilitas UAS – Katamso Tertinggi di Pilkada Tanjabbar

Pemerintahan

Tabligh Akbar di Desa Sungai Terap, Bupati Anwar Sadat Paparkan Program Pembangunan

Tanjab Barat

Pembuatan Paspor Umroh di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal Meningkat