mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
SMC Tanjabbar Tegas Tolak Geng Motor dan Balap Liar: Komunitas Motor Harus Jadi Mitra Jaga Kamtibmas Bupati Anwar Sadat Buka Lomba Sauk’an Layangan, Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Tanjabbar Hari Pramuka ke-65, Anwar Sadat Ajak Pramuka Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan Lewat Aksi Nyata Satpol PP Menang Tipis 1-0 atas RSUD Tanjabbar, Amankan Tiga Poin Perdana di OPD Cup 2026 HKM dan Etnis Tionghoa Tutup Pentas Bhineka Kebangsaan, Anwar Sadat: Persatuan Harus Dijaga, Bukan Sekadar Slogan

Home / Tanjab Barat

Senin, 18 Juli 2022 - 21:13 WIB

Berbau SARA Singgung Perasaan Suku Melayu Pemilik Akun Facebook DhyDhy Valenz Minta Maaf

Tanjab Barat – Berbau SARA Status postingan Akun Facebook (FB) milik  Dhydhy Valenz  jadi viral dan di Banjiri komentar oleh  publik di media sosial lantaran menyinggung perasaan warga suku Melayu.

Dikutip dari status akun Facebook milik Dhydhy Valenz yang menuliskan “jangan bebini orang melayu kupiah kuning celana dak tebeli lagi” #kata orang sih.

Terkait status FB  itu, sontak  sejumlah warga suku Melayu, di provinsi Jambi  mengecam status FB milik Dhydhy Valenz  yang terkesan melecehkan suku Melayu.

Wakil ketua dan  Pengurus  serta anggota Sanggar tuah sekate  Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengatakan, status FB yang di tulis Dhydhy Valenz  sudah menyinggung perasaan orang suku Melayu di seluruh dunia, khususnya Melayu yang ada di provinsi Jambi.

BACA JUGA  Desa Pamatang Lumut Jadi Sasaran GLI Kaum Muda Menanam Provinsi Jambi

“status atau tulisan yang di buat akun Dhydhy Valenz yang tersebar di jejaring sosial sangat menyigung perasaan suku Melayu,” ujar agus,kepada media ini, Senin (18/07/22).

Sementara di tambahkan Wawan  , kalau mau buat status , seharusnya tidak menuliskan yang berbau SARA yang membuat kegaduhan orang banyak.

Pemilik Akun Dhydhy Valenz pun memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas tulisannya di status akun FB nya tersebut secara langsung menemui toko perwakilan suku Melayu yang berada di kabupaten Tanjung Jabung Barat,di bumi Serangku dayung serentak ketujuan.

BACA JUGA  ‎Bukti Kekuatan Persaudaraan Hingga Satu Abad, Wabup Tanjabbar Apresiasi PSHT

Menurut dia mengaku status yang dibuatnya tidak ada niat sedikitpun untuk menyinggung dan melecehkan suku Melayu, tujuannya hanya untuk bergurau atau becanda.

“Benar tidak ada sedikitpun niat  saya untuk menyigung ataupun melecehkan suku Melayu,”ucapnya dihadapan para pengurus  perwakilan suku Melayu Serambi bersatu Panglimo Hitam Rajo Depati Dubalang Arab Geligo Rajo di Rajo Alam, Kemas Afrizal dan ketua penasehat serambi bersatu,H.Dang serta pengurus dan anggota Sanggar tuah sekate.

Tutut hadir juga menyaksikan permintaan maaf tersebut,anggota kepolisian Polres Tanjab Barat. (*#)

Tanjab Barat – Berbau SARA Status postingan Akun Facebook (FB) milik  Dhydhy Valenz  jadi viral dan di Banjiri komentar oleh  publik di media sosial lantaran menyinggung perasaan warga suku Melayu.

Dikutip dari status akun Facebook milik Dhydhy Valenz yang menuliskan “jangan bebini orang melayu kupiah kuning celana dak tebeli lagi” #kata orang sih.

Terkait status FB  itu, sontak  sejumlah warga suku Melayu, di provinsi Jambi  mengecam status FB milik Dhydhy Valenz  yang terkesan melecehkan suku Melayu.

Wakil ketua dan  Pengurus  serta anggota Sanggar tuah sekate  Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengatakan, status FB yang di tulis Dhydhy Valenz  sudah menyinggung perasaan orang suku Melayu di seluruh dunia, khususnya Melayu yang ada di provinsi Jambi.

“status atau tulisan yang di buat akun Dhydhy Valenz yang tersebar di jejaring sosial sangat menyigung perasaan suku Melayu,” ujar agus,kepada media ini, Senin (18/07/22).

Sementara di tambahkan Wawan  , kalau mau buat status , seharusnya tidak menuliskan yang berbau SARA yang membuat kegaduhan orang banyak.

Pemilik Akun Dhydhy Valenz pun memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas tulisannya di status akun FB nya tersebut secara langsung menemui toko perwakilan suku Melayu yang berada di kabupaten Tanjung Jabung Barat,di bumi Serangku dayung serentak ketujuan.

Menurut dia mengaku status yang dibuatnya tidak ada niat sedikitpun untuk menyinggung dan melecehkan suku Melayu, tujuannya hanya untuk bergurau atau becanda.

“Benar tidak ada sedikitpun niat  saya untuk menyigung ataupun melecehkan suku Melayu,”ucapnya dihadapan para pengurus  perwakilan suku Melayu Serambi bersatu Panglimo Hitam Rajo Depati Dubalang Arab Geligo Rajo di Rajo Alam, Kemas Afrizal dan ketua penasehat serambi bersatu,H.Dang serta pengurus dan anggota Sanggar tuah sekate.

Tutut hadir juga menyaksikan permintaan maaf tersebut,anggota kepolisian Polres Tanjab Barat. (*#)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Respon Cepat Atasi Genangan Air di Dalam Kota Kuala Tungkal

Kesehatan

Kadiskes Tanjabbar Buka SHK Retardasi Mental dan Stunting pada Bayi Baru Lahir

Tanjab Barat

Imigrasi Kuala Tungkal, Gagalkan WNA Asal Myanmar Ajukan Paspor RI Guna Identitas WNI

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Pimpin Upacara HUT Pramuka ke-64, Usung Tema Kolaborasi Bangun Ketahanan Bangsa

Pemerintahan

Wabup Katamso Apresiasi Kegiatan TMMD ke -124 di Bram Itam Kanan

Tanjab Barat

115 Kafilah Ikuti Lomba MTQ Tingkat Desa Sungai Kepayang

Pemerintahan

Bupati Tanjabbar Sampaikan Pesan Makna Syiar Islam di Tausiah Maulid Nabi di Muara Papalik

Tanjab Barat

Menjadi Tradisi,Warga BTN Selempang Merah Bergotong Royong Buat Bubur Asyura