TANJABBAR, TJ — Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali menggelar ikhtiar bersama melalui Salat Istisqa.
Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., turut mengikuti rangkaian Salat Jumat yang dilanjutkan dengan Salat Istisqa di Masjid Jami’ Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Baqiatusholihat, Jumat (2/10/2026).
Rangkaian ibadah tersebut berlangsung khidmat. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari jajaran Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tetapi juga pengurus pesantren, para asatiz, santri, tokoh agama hingga masyarakat.
Salat Jumat dipimpin Ust. Shomanuddin sebagai imam, sementara Ust. Hamdani, Lc., M.Ag., bertindak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, jamaah diingatkan untuk terus menjaga keistiqamahan dalam beribadah serta memperkuat konsistensi dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Setelah Salat Jumat selesai, jamaah kemudian melaksanakan Salat Istisqa. Ibadah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah kondisi kemarau, kabut asap, serta ancaman karhutla.
Dalam khutbah Salat Istisqa, jamaah diajak melakukan introspeksi dan memperbanyak doa serta istighfar. Kondisi lingkungan juga menjadi perhatian, dengan pesan agar masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian alam dan mengevaluasi berbagai tindakan yang berpotensi memperburuk kondisi lingkungan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla tidak hanya membutuhkan penanganan di lapangan, tetapi juga kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan.
Pemerintah, tokoh agama, pesantren dan masyarakat diharapkan terus memperkuat kesadaran untuk menjaga alam serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Salat Istisqa di Ponpes Al-Baqiatusholihat ini diikuti sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator di lingkungan Pemkab Tanjabbar, pengurus pesantren, asatiz, santri, tokoh agama dan masyarakat.(*)









