mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
DPRD Tanjabbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA-PPAS APBD 2027 Bupati Anwar Sadat Dukung UMKM Ecoprint Kuala Dasal, Potensi Lokal Resam Disiapkan Tembus Pasar Lebih Luas  Bupati Anwar Sadat Optimistis Hortikultura Jadi Mesin Ekonomi Baru, Panen Melon Kuala Dasal Capai 16 Ton Panen Raya Melon Kuala Dasal Tembus Pasar Batam dan Jakarta, Bupati Dorong Jadi Model Pertanian Modern Warga Desa Kemuning Kini Bernapas Lega, Pembakaran Tempurung Kelapa Beralih ke Siang Hari Sesuai Aturan Bupati

Home / Peristiwa

Rabu, 13 Oktober 2021 - 20:57 WIB

Diduga Abrasi Ombak Kapal,Dua Rumah di Kecamatan Senyerang Amblas Satu Musolah Rusak

Tanjab Barat – Musibah longsor yang meratakan sejumlah perumahan warga di RT 06, Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat, masih menyisakan trauma mendalam bagi warga yang tinggal dialiran sungai Pengabuan.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.30 dini hari, pada saat air laut mulai pasang yang menimbulkan ombak besar menghantam perumahan warga yang berada pesisir sungai sehingga perlahan terjadi abrasi air laut mengakibatkan longsor.

Ateng beserta warga lain membantu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan, ia berhasil menyelamatkan sekitar setengah barang yang ada di toko.

Kejadian ini sendiri menurut Ateng baru terjadi kali ini.

“Baru ini lah kalau amblas, dulu pernah di pasar tapi udah 10 tahunan, sekarang pasanya sudah dipindah, 2 tahun lalu pernah juga tapi bukan amblas begini,” ujarnya.

BACA JUGA  Kapal TB Bojoma 2906 Terbakar, Satu Orang ABK Tewas

Ia juga menduga amblas nya tanah di pinggir sungai karena banyak kapal besar yang berlalu lalang di sepanjang sungai.

“Ini juga karena kapal kapal besar lewat sini, banyak kapal angkutan batubara, angkutan barang, kapal kapal yang mau ke Malaysia dan Singapur juga lewatnya sini, jadi terjadi gelombang deras dari kapal itu yang mengikis tanah di pinggir sungai,” jelasnya.

Terpisah, Camat Senyerang, Suwarno, menjelaskan bahwa kawasan ini memang lokasi yang rawan abrasi dan bencana longsor, sebab berada di teluk yang menjadi hempasan ombak air sungai Pengabuan.

BACA JUGA  Wabup Minta Sekda dan TAPD Evaluasi Kegiatan APBD 2020, Terkait Temuan BPK di Sejumlah OPD

“Kalau longsor memang sering terjadi tetapi tidak separah ini sampai menenggelamkan rumah-rumah warga,”kata Camat.

“Alhamdulillah saat ini warga membantu dan bergotong royong untuk mengamankan barang barang yang masih bisa diamankan terutama puing-puing rumah dan barang-barang berharga semua dapat selamatkan,”tambahnya.

Setidaknya, akibat longsor ini dua rumah warga amblas dan mushalla yang berada disekitar lokasi juga berdampak rusak ringan kehilangan tempat wudhu serta toilet. Adapun korban dalam musibah ini yakni dua KK (kepala Keluarga) dengan delapan jiwa kehilangan tempat tinggal, untuk sementara korban mengungsi di rumah keluarganya.

Tanjab Barat – Musibah longsor yang meratakan sejumlah perumahan warga di RT 06, Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat, masih menyisakan trauma mendalam bagi warga yang tinggal dialiran sungai Pengabuan.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.30 dini hari, pada saat air laut mulai pasang yang menimbulkan ombak besar menghantam perumahan warga yang berada pesisir sungai sehingga perlahan terjadi abrasi air laut mengakibatkan longsor.

Ateng beserta warga lain membantu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan, ia berhasil menyelamatkan sekitar setengah barang yang ada di toko.

Kejadian ini sendiri menurut Ateng baru terjadi kali ini.

“Baru ini lah kalau amblas, dulu pernah di pasar tapi udah 10 tahunan, sekarang pasanya sudah dipindah, 2 tahun lalu pernah juga tapi bukan amblas begini,” ujarnya.

Ia juga menduga amblas nya tanah di pinggir sungai karena banyak kapal besar yang berlalu lalang di sepanjang sungai.

“Ini juga karena kapal kapal besar lewat sini, banyak kapal angkutan batubara, angkutan barang, kapal kapal yang mau ke Malaysia dan Singapur juga lewatnya sini, jadi terjadi gelombang deras dari kapal itu yang mengikis tanah di pinggir sungai,” jelasnya.

Terpisah, Camat Senyerang, Suwarno, menjelaskan bahwa kawasan ini memang lokasi yang rawan abrasi dan bencana longsor, sebab berada di teluk yang menjadi hempasan ombak air sungai Pengabuan.

“Kalau longsor memang sering terjadi tetapi tidak separah ini sampai menenggelamkan rumah-rumah warga,”kata Camat.

“Alhamdulillah saat ini warga membantu dan bergotong royong untuk mengamankan barang barang yang masih bisa diamankan terutama puing-puing rumah dan barang-barang berharga semua dapat selamatkan,”tambahnya.

Setidaknya, akibat longsor ini dua rumah warga amblas dan mushalla yang berada disekitar lokasi juga berdampak rusak ringan kehilangan tempat wudhu serta toilet. Adapun korban dalam musibah ini yakni dua KK (kepala Keluarga) dengan delapan jiwa kehilangan tempat tinggal, untuk sementara korban mengungsi di rumah keluarganya.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Sempat di Angkat Pelaku, Seorang Siswi Lolos Dari Dugaan Penculikan Begini Kronologinya

Peristiwa

Breaking News!! Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Kecamatan Senyerang

Peristiwa

Target 6 Bulan Perjalanan,Pria Asal Magelang Nekat Menggunakan Sepeda Berangkat Ke Tanah Suci

Peristiwa

Kebakaran di Kelurahan Kampung Nelayan Kuala Tungkal Sisakan Puing Puing

Peristiwa

Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Tanjab Barat Berikan Bantuan

Peristiwa

Kebakaran di Gang Antara Warga Pertanyaan Hydrant Tidak Difungsikan

Peristiwa

Asik Ngumpul Ngopi di Parit I Kuala Tungkal, Motor Digondol Maling

Peristiwa

Sepekan Pasca Kebakaran Warga Masih Mencari Barang Berharga Yang Tersisa