mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Bupati Anwar Sadat Sambut Kunker  Danrem 042/Gapu ke Tanjabbar  Musrenbang RKPD 2027, Wabup Katamso:: Tanjabbar Komitmen  Wujudkan Pembangunan Daerah dan Nasional Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Rakor Lintas Sektoral, Bupati Tanjabbar Siap Dukung Program Nasional Wabup Katamso Rapat Audiensi Percepatan Pembangunan Gerai KDKMP Tanjabbar  Terima SK, Ratusan PNS Tanjabbar di Ambil Sumpah, Wabup Katamso Tekankan Soal IPM

Home / Peristiwa

Rabu, 13 Oktober 2021 - 20:57 WIB

Diduga Abrasi Ombak Kapal,Dua Rumah di Kecamatan Senyerang Amblas Satu Musolah Rusak

Tanjab Barat – Musibah longsor yang meratakan sejumlah perumahan warga di RT 06, Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat, masih menyisakan trauma mendalam bagi warga yang tinggal dialiran sungai Pengabuan.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.30 dini hari, pada saat air laut mulai pasang yang menimbulkan ombak besar menghantam perumahan warga yang berada pesisir sungai sehingga perlahan terjadi abrasi air laut mengakibatkan longsor.

Ateng beserta warga lain membantu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan, ia berhasil menyelamatkan sekitar setengah barang yang ada di toko.

Kejadian ini sendiri menurut Ateng baru terjadi kali ini.

“Baru ini lah kalau amblas, dulu pernah di pasar tapi udah 10 tahunan, sekarang pasanya sudah dipindah, 2 tahun lalu pernah juga tapi bukan amblas begini,” ujarnya.

BACA JUGA  Kebakaran Hanguskan Gudang Pinang di Parit Panglong Betara

Ia juga menduga amblas nya tanah di pinggir sungai karena banyak kapal besar yang berlalu lalang di sepanjang sungai.

“Ini juga karena kapal kapal besar lewat sini, banyak kapal angkutan batubara, angkutan barang, kapal kapal yang mau ke Malaysia dan Singapur juga lewatnya sini, jadi terjadi gelombang deras dari kapal itu yang mengikis tanah di pinggir sungai,” jelasnya.

Terpisah, Camat Senyerang, Suwarno, menjelaskan bahwa kawasan ini memang lokasi yang rawan abrasi dan bencana longsor, sebab berada di teluk yang menjadi hempasan ombak air sungai Pengabuan.

BACA JUGA  Bus ALS Berisi 40 Penumpang Terguling Kejurang di Merlung

“Kalau longsor memang sering terjadi tetapi tidak separah ini sampai menenggelamkan rumah-rumah warga,”kata Camat.

“Alhamdulillah saat ini warga membantu dan bergotong royong untuk mengamankan barang barang yang masih bisa diamankan terutama puing-puing rumah dan barang-barang berharga semua dapat selamatkan,”tambahnya.

Setidaknya, akibat longsor ini dua rumah warga amblas dan mushalla yang berada disekitar lokasi juga berdampak rusak ringan kehilangan tempat wudhu serta toilet. Adapun korban dalam musibah ini yakni dua KK (kepala Keluarga) dengan delapan jiwa kehilangan tempat tinggal, untuk sementara korban mengungsi di rumah keluarganya.

Tanjab Barat – Musibah longsor yang meratakan sejumlah perumahan warga di RT 06, Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat, masih menyisakan trauma mendalam bagi warga yang tinggal dialiran sungai Pengabuan.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.30 dini hari, pada saat air laut mulai pasang yang menimbulkan ombak besar menghantam perumahan warga yang berada pesisir sungai sehingga perlahan terjadi abrasi air laut mengakibatkan longsor.

Ateng beserta warga lain membantu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan, ia berhasil menyelamatkan sekitar setengah barang yang ada di toko.

Kejadian ini sendiri menurut Ateng baru terjadi kali ini.

“Baru ini lah kalau amblas, dulu pernah di pasar tapi udah 10 tahunan, sekarang pasanya sudah dipindah, 2 tahun lalu pernah juga tapi bukan amblas begini,” ujarnya.

Ia juga menduga amblas nya tanah di pinggir sungai karena banyak kapal besar yang berlalu lalang di sepanjang sungai.

“Ini juga karena kapal kapal besar lewat sini, banyak kapal angkutan batubara, angkutan barang, kapal kapal yang mau ke Malaysia dan Singapur juga lewatnya sini, jadi terjadi gelombang deras dari kapal itu yang mengikis tanah di pinggir sungai,” jelasnya.

Terpisah, Camat Senyerang, Suwarno, menjelaskan bahwa kawasan ini memang lokasi yang rawan abrasi dan bencana longsor, sebab berada di teluk yang menjadi hempasan ombak air sungai Pengabuan.

“Kalau longsor memang sering terjadi tetapi tidak separah ini sampai menenggelamkan rumah-rumah warga,”kata Camat.

“Alhamdulillah saat ini warga membantu dan bergotong royong untuk mengamankan barang barang yang masih bisa diamankan terutama puing-puing rumah dan barang-barang berharga semua dapat selamatkan,”tambahnya.

Setidaknya, akibat longsor ini dua rumah warga amblas dan mushalla yang berada disekitar lokasi juga berdampak rusak ringan kehilangan tempat wudhu serta toilet. Adapun korban dalam musibah ini yakni dua KK (kepala Keluarga) dengan delapan jiwa kehilangan tempat tinggal, untuk sementara korban mengungsi di rumah keluarganya.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Kebakaran Hanguskan Satu Rumah Warga

Peristiwa

Soal Perbaikan Dermaga Desa Sungai Landak Pemkab Tanjab Barat Akan Rapat Lanjutan Dengan PT AMN

Peristiwa

Dihantam Tak Boat Dermaga di Teluk Kempas Rusak

Peristiwa

Bupati Tanjab Barat Serahkan Santunan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Ke Ahli Waris Kecelakaan di Neb#9

Peristiwa

Breaking News!! Kebakaran Hanguskan 2 Rumah Warga di Tebing Tinggi

Peristiwa

Diterjang Angin Puting Beliung, Rumah Warga Rusak Berat di Lubuk Kambing

Peristiwa

Breaking News!! Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Kecamatan Senyerang

Peristiwa

Sepekan Pasca Kebakaran Warga Masih Mencari Barang Berharga Yang Tersisa