mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Dishub Tanjabbar Pasang Portal dan CCTV di Jalan Semau Sambut Pergantian Tahun, Polres Tanjabbar Keluarkan Himbauan Tegas ke Masyarakat  Polres Tanjabbar Ungkap Kasus Selama Tahun 2025,Kasus Narkotika Masih Tertinggi  Judi Tembak Ikan Merajalela di Tungkal Ulu  Ketua DPRD Tanjabbar Tunjukan Kepedulian Terhadap Perkembangan Olahraga

Home / Peristiwa

Rabu, 13 Oktober 2021 - 20:57 WIB

Diduga Abrasi Ombak Kapal,Dua Rumah di Kecamatan Senyerang Amblas Satu Musolah Rusak

Tanjab Barat – Musibah longsor yang meratakan sejumlah perumahan warga di RT 06, Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat, masih menyisakan trauma mendalam bagi warga yang tinggal dialiran sungai Pengabuan.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.30 dini hari, pada saat air laut mulai pasang yang menimbulkan ombak besar menghantam perumahan warga yang berada pesisir sungai sehingga perlahan terjadi abrasi air laut mengakibatkan longsor.

Ateng beserta warga lain membantu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan, ia berhasil menyelamatkan sekitar setengah barang yang ada di toko.

Kejadian ini sendiri menurut Ateng baru terjadi kali ini.

“Baru ini lah kalau amblas, dulu pernah di pasar tapi udah 10 tahunan, sekarang pasanya sudah dipindah, 2 tahun lalu pernah juga tapi bukan amblas begini,” ujarnya.

BACA JUGA  Bus ALS Berisi 40 Penumpang Terguling Kejurang di Merlung

Ia juga menduga amblas nya tanah di pinggir sungai karena banyak kapal besar yang berlalu lalang di sepanjang sungai.

“Ini juga karena kapal kapal besar lewat sini, banyak kapal angkutan batubara, angkutan barang, kapal kapal yang mau ke Malaysia dan Singapur juga lewatnya sini, jadi terjadi gelombang deras dari kapal itu yang mengikis tanah di pinggir sungai,” jelasnya.

Terpisah, Camat Senyerang, Suwarno, menjelaskan bahwa kawasan ini memang lokasi yang rawan abrasi dan bencana longsor, sebab berada di teluk yang menjadi hempasan ombak air sungai Pengabuan.

BACA JUGA  Bupati Tanjab Barat Berikan Penghargaan Kepada Pengelola PBB-P2 Terbaik

“Kalau longsor memang sering terjadi tetapi tidak separah ini sampai menenggelamkan rumah-rumah warga,”kata Camat.

“Alhamdulillah saat ini warga membantu dan bergotong royong untuk mengamankan barang barang yang masih bisa diamankan terutama puing-puing rumah dan barang-barang berharga semua dapat selamatkan,”tambahnya.

Setidaknya, akibat longsor ini dua rumah warga amblas dan mushalla yang berada disekitar lokasi juga berdampak rusak ringan kehilangan tempat wudhu serta toilet. Adapun korban dalam musibah ini yakni dua KK (kepala Keluarga) dengan delapan jiwa kehilangan tempat tinggal, untuk sementara korban mengungsi di rumah keluarganya.

Tanjab Barat – Musibah longsor yang meratakan sejumlah perumahan warga di RT 06, Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat, masih menyisakan trauma mendalam bagi warga yang tinggal dialiran sungai Pengabuan.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.30 dini hari, pada saat air laut mulai pasang yang menimbulkan ombak besar menghantam perumahan warga yang berada pesisir sungai sehingga perlahan terjadi abrasi air laut mengakibatkan longsor.

Ateng beserta warga lain membantu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan, ia berhasil menyelamatkan sekitar setengah barang yang ada di toko.

Kejadian ini sendiri menurut Ateng baru terjadi kali ini.

“Baru ini lah kalau amblas, dulu pernah di pasar tapi udah 10 tahunan, sekarang pasanya sudah dipindah, 2 tahun lalu pernah juga tapi bukan amblas begini,” ujarnya.

Ia juga menduga amblas nya tanah di pinggir sungai karena banyak kapal besar yang berlalu lalang di sepanjang sungai.

“Ini juga karena kapal kapal besar lewat sini, banyak kapal angkutan batubara, angkutan barang, kapal kapal yang mau ke Malaysia dan Singapur juga lewatnya sini, jadi terjadi gelombang deras dari kapal itu yang mengikis tanah di pinggir sungai,” jelasnya.

Terpisah, Camat Senyerang, Suwarno, menjelaskan bahwa kawasan ini memang lokasi yang rawan abrasi dan bencana longsor, sebab berada di teluk yang menjadi hempasan ombak air sungai Pengabuan.

“Kalau longsor memang sering terjadi tetapi tidak separah ini sampai menenggelamkan rumah-rumah warga,”kata Camat.

“Alhamdulillah saat ini warga membantu dan bergotong royong untuk mengamankan barang barang yang masih bisa diamankan terutama puing-puing rumah dan barang-barang berharga semua dapat selamatkan,”tambahnya.

Setidaknya, akibat longsor ini dua rumah warga amblas dan mushalla yang berada disekitar lokasi juga berdampak rusak ringan kehilangan tempat wudhu serta toilet. Adapun korban dalam musibah ini yakni dua KK (kepala Keluarga) dengan delapan jiwa kehilangan tempat tinggal, untuk sementara korban mengungsi di rumah keluarganya.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Jarang Ngantor, LSM Petisi Desak Kemendagri Evaluasi Kinerja Wabup Tanjabbar

Peristiwa

Dua Warga Tenggelam di Perairan Sungai Pengabuan

Peristiwa

Tercebur ke Dalam Septictank Dua Anak di Pematang Lumut Meninggal Dunia

Peristiwa

Tiba di Kuala Tungkal Nelayan Tenggelam di Selat Berhala Langsung Dibawa Kerumah Duka

Peristiwa

Nelayan Terjatuh Saat Akan memperbaiki Pompong di Perairan Kuala Tungkal

Peristiwa

Diduga Melakukan Pencabulan Anak Kandung,Seorang Ayah di Tanjab Barat Dilaporkan

Peristiwa

Pria Diduga Gila Bacok Ibu Rumah Tangga Hingga Meninggal di Kuala Tungkal

Peristiwa

Kebakaran Hanguskan Satu Rumah dan Sepeda Motor Warga di Desa Purwodadi