TANJABBAR, TJ – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., menyambut langsung kedatangan Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 yang melaksanakan verifikasi lapangan di Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Jumat (26/6/26).
Verifikasi lapangan yang mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut menjadi tahapan penting dalam penilaian terhadap inovasi, tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan.
Suasana penyambutan berlangsung semarak dengan atraksi barongsai yang mencerminkan harmonisasi keberagaman budaya masyarakat Kelurahan Sungai Nibung, sekaligus menjadi simbol kuat toleransi yang telah tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim Penilai Provinsi Jambi. Ia memperkenalkan Kelurahan Sungai Nibung sebagai salah satu kawasan percontohan Kampung Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Kerukunan yang terbangun di tengah masyarakat menjadi kekuatan besar dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan produktif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,28 persen atau tertinggi di Provinsi Jambi. Sementara sektor pertanian dan perkebunan turut memberikan kontribusi sebesar 17,88 persen terhadap perekonomian Provinsi Jambi.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembangunan hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, Katamso tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi daerah, khususnya di bidang sanitasi. Saat ini capaian Open Defecation Free (ODF) Kabupaten Tanjung Jabung Barat baru mencapai sekitar 24 persen.
Di Kelurahan Sungai Nibung sendiri masih terdapat sekitar 72 kepala keluarga atau 6,5 persen warga yang belum memiliki akses terhadap jamban sehat.
Ia menegaskan bahwa persoalan sanitasi bukan hanya dipengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
“Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah kelurahan, seluruh pemangku kepentingan, dan masyarakat agar Sungai Nibung dapat segera menjadi kawasan ODF, khususnya di wilayah Sejang hingga Sungai Nibung,” tegasnya.
Selain sanitasi, Wakil Bupati juga menyoroti kondisi sosial masyarakat. Berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), masih terdapat sekitar 155 kepala keluarga yang masuk dalam kategori sasaran program kesejahteraan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat agar jumlah keluarga yang masuk dalam DTSEN dapat terus ditekan secara bertahap.
Menutup sambutannya, Katamso mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan budaya gotong royong, memperkuat persatuan, serta menjaga seluruh capaian pembangunan yang telah diraih sehingga Kelurahan Sungai Nibung mampu menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lainnya di Provinsi Jambi.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video profil Kelurahan Sungai Nibung, dialog bersama Tim Penilai, serta verifikasi lapangan terhadap berbagai indikator penilaian.(*)
TANJABBAR, TJ – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., menyambut langsung kedatangan Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 yang melaksanakan verifikasi lapangan di Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Jumat (26/6/26).
Verifikasi lapangan yang mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut menjadi tahapan penting dalam penilaian terhadap inovasi, tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan.
Suasana penyambutan berlangsung semarak dengan atraksi barongsai yang mencerminkan harmonisasi keberagaman budaya masyarakat Kelurahan Sungai Nibung, sekaligus menjadi simbol kuat toleransi yang telah tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim Penilai Provinsi Jambi. Ia memperkenalkan Kelurahan Sungai Nibung sebagai salah satu kawasan percontohan Kampung Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Kerukunan yang terbangun di tengah masyarakat menjadi kekuatan besar dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan produktif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,28 persen atau tertinggi di Provinsi Jambi. Sementara sektor pertanian dan perkebunan turut memberikan kontribusi sebesar 17,88 persen terhadap perekonomian Provinsi Jambi.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembangunan hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, Katamso tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi daerah, khususnya di bidang sanitasi. Saat ini capaian Open Defecation Free (ODF) Kabupaten Tanjung Jabung Barat baru mencapai sekitar 24 persen.
Di Kelurahan Sungai Nibung sendiri masih terdapat sekitar 72 kepala keluarga atau 6,5 persen warga yang belum memiliki akses terhadap jamban sehat.
Ia menegaskan bahwa persoalan sanitasi bukan hanya dipengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
“Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah kelurahan, seluruh pemangku kepentingan, dan masyarakat agar Sungai Nibung dapat segera menjadi kawasan ODF, khususnya di wilayah Sejang hingga Sungai Nibung,” tegasnya.
Selain sanitasi, Wakil Bupati juga menyoroti kondisi sosial masyarakat. Berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), masih terdapat sekitar 155 kepala keluarga yang masuk dalam kategori sasaran program kesejahteraan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat agar jumlah keluarga yang masuk dalam DTSEN dapat terus ditekan secara bertahap.
Menutup sambutannya, Katamso mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan budaya gotong royong, memperkuat persatuan, serta menjaga seluruh capaian pembangunan yang telah diraih sehingga Kelurahan Sungai Nibung mampu menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lainnya di Provinsi Jambi.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video profil Kelurahan Sungai Nibung, dialog bersama Tim Penilai, serta verifikasi lapangan terhadap berbagai indikator penilaian.(*)









