TANJABBAR, TERASJAMBI.ID — Memasuki usia 61 tahun, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, menegaskan kembali komitmen memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan daerah. Momentum tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Tanjab Barat dalam rangka Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (10/8/2026).
Rapat paripurna yang berlangsung khidmat itu tidak hanya menjadi seremoni peringatan hari jadi daerah. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi atas capaian pembangunan sekaligus penegasan arah kebijakan Tanjab Barat menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Mengusung tema “Tanjung Jabung Barat Bersatu, Wujudkan Berkah Madani”, peringatan hari jadi tahun ini menempatkan persatuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi, perlindungan tenaga kerja, serta peningkatan pelayanan publik sebagai agenda penting pembangunan daerah.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani, S.E., didampingi Wakil Ketua I H. Muh. Sjafril Simamora, S.H., dan Wakil Ketua II Hasan Basyri Harahap.
Sejumlah pejabat dari pemerintah pusat dan Provinsi Jambi turut hadir, di antaranya Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Anggota DPR RI Dapil Jambi Syarif Fasha, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Faizal Riza, serta sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi dari daerah pemilihan Tanjab Barat.
Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat, Wakil Bupati Katamso, mantan Bupati Tanjab Barat Usman Ermulan, jajaran Forkopimda, kepala daerah tetangga, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, serta tokoh masyarakat, agama, adat dan dunia usaha juga hadir dalam agenda tersebut.
DPRD: Hari Jadi Harus Menjadi Momentum Persatuan
Dalam pidatonya, Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani menekankan pentingnya menjadikan hari jadi sebagai momentum memperkuat kebersamaan seluruh elemen daerah.
Menurut dia, kehadiran pejabat pemerintah pusat dan Provinsi Jambi dalam paripurna tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap pembangunan Tanjab Barat.
“Kehadiran Bapak Wakil Menteri dan Bapak Wakil Gubernur Jambi di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ujar Hamdani.
Ia berharap usia ke-61 menjadi titik penguatan komitmen antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat untuk mendorong Tanjab Barat menjadi daerah yang semakin makmur dan sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Hamdani juga memaparkan kinerja kelembagaan DPRD yang beranggotakan 35 orang dan terbagi dalam tujuh fraksi.
DPRD, kata dia, terus menjalankan tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Sepanjang pertengahan 2025 hingga pertengahan 2026, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat telah menyetujui sejumlah regulasi strategis. Di antaranya terkait penyelenggaraan keolahragaan, jaminan sosial ketenagakerjaan, perangkat daerah, RPJMD 2025-2029, pembangunan industri daerah 2025-2045, penyertaan modal daerah, jasa konstruksi, prasarana perumahan, hingga pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Fungsi pengawasan juga dilakukan melalui pembahasan laporan pertanggungjawaban Bupati Tahun Anggaran 2025, pelaksanaan APBD 2025, serta berbagai rapat kerja dan dengar pendapat.
“Kami senantiasa berkomitmen menunaikan kewajiban secara optimal. Namun kami menyadari apa yang telah kami lakukan belum dapat memuaskan seluruh komponen masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam menjalankan tugas,” kata Hamdani.
Ia sekaligus memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian pemerintah daerah dan prestasi putra-putri Tanjab Barat yang dinilai menjadi kebanggaan masyarakat.
Ekonomi Tumbuh 5,28 Persen, Pendidikan Jadi Perhatian
Sementara itu, Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat mengatakan usia ke-61 harus menjadi momentum untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus mengukur pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan adanya perkembangan positif.
Pertumbuhan ekonomi Tanjab Barat tercatat mencapai 5,28 persen, bahkan sempat menyentuh 6,05 persen pada triwulan II 2025. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga mencapai 73,00.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp6,3 miliar pada 2026 untuk penyediaan seragam sekolah gratis bagi 10.333 peserta didik baru jenjang SD dan SMP.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memperluas akses pendidikan.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 berhasil ditekan menjadi 3,12 persen. Pemerintah daerah juga terus memperluas perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023.
Selain ketenagakerjaan, pemerintah mengklaim terus mendorong penurunan kemiskinan dan stunting, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengelolaan persampahan, serta pembangunan infrastruktur.
“Hari jadi ini harus kita jadikan momentum untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi capaian pembangunan, sekaligus meneguhkan komitmen untuk bekerja lebih optimal. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Anwar Sadat.
Pemprov Jambi Dorong Sinergi
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani yang membacakan sambutan Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi terhadap berbagai perkembangan pembangunan di Tanjab Barat.
Ia mengatakan peringatan hari jadi tidak semestinya berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi momentum evaluasi dan penyusunan strategi pembangunan berikutnya.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat hari jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Semoga Tanjung Jabung Barat semakin maju, semakin aman, masyarakatnya semakin sejahtera, serta senantiasa memperoleh keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Abdullah Sani.
Menurut dia, memasuki usia 61 tahun, Tanjab Barat telah menunjukkan kematangan dalam pembangunan di berbagai sektor.
Karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat.
“Sinergi dan kolaborasi perlu terus ditingkatkan guna mendorong kemajuan di berbagai sektor, sehingga Kabupaten Tanjung Jabung Barat semakin unggul dan berdaya saing,” katanya.
Wamenaker: Kekayaan Alam Harus Diubah Jadi Kesejahteraan
Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor menyoroti potensi sumber daya alam Tanjab Barat yang besar.
Namun, menurut dia, kekayaan alam tidak otomatis menjamin kesejahteraan masyarakat tanpa dukungan kualitas SDM yang unggul.
“Pengalaman pembangunan mengajarkan kepada kita bahwa sumber daya dapat membuka peluang, tetapi manusialah yang menentukan apakah peluang tersebut benar-benar berubah menjadi kemajuan,” ujar Afriansyah.
Ia menyebut setidaknya ada tiga agenda strategis yang perlu menjadi perhatian Tanjab Barat.
Pertama, menyiapkan SDM yang adaptif dan kompeten. Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas yang selaras dengan kebutuhan ketenagakerjaan. Ketiga, memperluas perlindungan dan jaminan sosial bagi seluruh pekerja.
Perlindungan tersebut, kata Afriansyah, tidak boleh hanya menyasar pekerja formal. Petani, nelayan, pekerja harian, dan pekerja sektor informal juga harus mendapatkan perhatian.
Ia turut mengapresiasi capaian Tanjab Barat dalam bidang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan serta penghargaan TJLSP Awards yang diterima daerah tersebut.
“Daerah yang maju bukan hanya daerah yang kaya akan sumber daya, tetapi daerah yang mampu mengubah seluruh sumber dayanya menjadi kesempatan bagi manusia untuk bekerja, tumbuh, dan hidup lebih sejahtera,” katanya.
Usia 61 Tahun, Tantangan Tanjab Barat Bukan Sekadar Bertumbuh
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat pada akhirnya membawa pesan yang sama dari pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat: pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, memperluas perlindungan sosial, dan menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan semangat “Tanjung Jabung Barat Bersatu, Wujudkan Berkah Madani”, usia ke-61 diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh elemen daerah untuk memperkuat kolaborasi dan bekerja lebih terukur dalam menjawab tantangan pembangunan.
Bukan sekadar bertambah usia, tetapi memastikan setiap kemajuan benar-benar bermuara pada kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat.(*)
TANJABBAR, TERASJAMBI.ID — Memasuki usia 61 tahun, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, menegaskan kembali komitmen memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan daerah. Momentum tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Tanjab Barat dalam rangka Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (10/8/2026).
Rapat paripurna yang berlangsung khidmat itu tidak hanya menjadi seremoni peringatan hari jadi daerah. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi atas capaian pembangunan sekaligus penegasan arah kebijakan Tanjab Barat menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Mengusung tema “Tanjung Jabung Barat Bersatu, Wujudkan Berkah Madani”, peringatan hari jadi tahun ini menempatkan persatuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi, perlindungan tenaga kerja, serta peningkatan pelayanan publik sebagai agenda penting pembangunan daerah.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani, S.E., didampingi Wakil Ketua I H. Muh. Sjafril Simamora, S.H., dan Wakil Ketua II Hasan Basyri Harahap.
Sejumlah pejabat dari pemerintah pusat dan Provinsi Jambi turut hadir, di antaranya Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Anggota DPR RI Dapil Jambi Syarif Fasha, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Faizal Riza, serta sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi dari daerah pemilihan Tanjab Barat.
Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat, Wakil Bupati Katamso, mantan Bupati Tanjab Barat Usman Ermulan, jajaran Forkopimda, kepala daerah tetangga, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, serta tokoh masyarakat, agama, adat dan dunia usaha juga hadir dalam agenda tersebut.
DPRD: Hari Jadi Harus Menjadi Momentum Persatuan
Dalam pidatonya, Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani menekankan pentingnya menjadikan hari jadi sebagai momentum memperkuat kebersamaan seluruh elemen daerah.
Menurut dia, kehadiran pejabat pemerintah pusat dan Provinsi Jambi dalam paripurna tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap pembangunan Tanjab Barat.
“Kehadiran Bapak Wakil Menteri dan Bapak Wakil Gubernur Jambi di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ujar Hamdani.
Ia berharap usia ke-61 menjadi titik penguatan komitmen antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat untuk mendorong Tanjab Barat menjadi daerah yang semakin makmur dan sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Hamdani juga memaparkan kinerja kelembagaan DPRD yang beranggotakan 35 orang dan terbagi dalam tujuh fraksi.
DPRD, kata dia, terus menjalankan tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Sepanjang pertengahan 2025 hingga pertengahan 2026, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat telah menyetujui sejumlah regulasi strategis. Di antaranya terkait penyelenggaraan keolahragaan, jaminan sosial ketenagakerjaan, perangkat daerah, RPJMD 2025-2029, pembangunan industri daerah 2025-2045, penyertaan modal daerah, jasa konstruksi, prasarana perumahan, hingga pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Fungsi pengawasan juga dilakukan melalui pembahasan laporan pertanggungjawaban Bupati Tahun Anggaran 2025, pelaksanaan APBD 2025, serta berbagai rapat kerja dan dengar pendapat.
“Kami senantiasa berkomitmen menunaikan kewajiban secara optimal. Namun kami menyadari apa yang telah kami lakukan belum dapat memuaskan seluruh komponen masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam menjalankan tugas,” kata Hamdani.
Ia sekaligus memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian pemerintah daerah dan prestasi putra-putri Tanjab Barat yang dinilai menjadi kebanggaan masyarakat.
Ekonomi Tumbuh 5,28 Persen, Pendidikan Jadi Perhatian
Sementara itu, Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat mengatakan usia ke-61 harus menjadi momentum untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus mengukur pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan adanya perkembangan positif.
Pertumbuhan ekonomi Tanjab Barat tercatat mencapai 5,28 persen, bahkan sempat menyentuh 6,05 persen pada triwulan II 2025. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga mencapai 73,00.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp6,3 miliar pada 2026 untuk penyediaan seragam sekolah gratis bagi 10.333 peserta didik baru jenjang SD dan SMP.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memperluas akses pendidikan.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 berhasil ditekan menjadi 3,12 persen. Pemerintah daerah juga terus memperluas perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023.
Selain ketenagakerjaan, pemerintah mengklaim terus mendorong penurunan kemiskinan dan stunting, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengelolaan persampahan, serta pembangunan infrastruktur.
“Hari jadi ini harus kita jadikan momentum untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi capaian pembangunan, sekaligus meneguhkan komitmen untuk bekerja lebih optimal. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Anwar Sadat.
Pemprov Jambi Dorong Sinergi
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani yang membacakan sambutan Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi terhadap berbagai perkembangan pembangunan di Tanjab Barat.
Ia mengatakan peringatan hari jadi tidak semestinya berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi momentum evaluasi dan penyusunan strategi pembangunan berikutnya.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat hari jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Semoga Tanjung Jabung Barat semakin maju, semakin aman, masyarakatnya semakin sejahtera, serta senantiasa memperoleh keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Abdullah Sani.
Menurut dia, memasuki usia 61 tahun, Tanjab Barat telah menunjukkan kematangan dalam pembangunan di berbagai sektor.
Karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat.
“Sinergi dan kolaborasi perlu terus ditingkatkan guna mendorong kemajuan di berbagai sektor, sehingga Kabupaten Tanjung Jabung Barat semakin unggul dan berdaya saing,” katanya.
Wamenaker: Kekayaan Alam Harus Diubah Jadi Kesejahteraan
Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor menyoroti potensi sumber daya alam Tanjab Barat yang besar.
Namun, menurut dia, kekayaan alam tidak otomatis menjamin kesejahteraan masyarakat tanpa dukungan kualitas SDM yang unggul.
“Pengalaman pembangunan mengajarkan kepada kita bahwa sumber daya dapat membuka peluang, tetapi manusialah yang menentukan apakah peluang tersebut benar-benar berubah menjadi kemajuan,” ujar Afriansyah.
Ia menyebut setidaknya ada tiga agenda strategis yang perlu menjadi perhatian Tanjab Barat.
Pertama, menyiapkan SDM yang adaptif dan kompeten. Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas yang selaras dengan kebutuhan ketenagakerjaan. Ketiga, memperluas perlindungan dan jaminan sosial bagi seluruh pekerja.
Perlindungan tersebut, kata Afriansyah, tidak boleh hanya menyasar pekerja formal. Petani, nelayan, pekerja harian, dan pekerja sektor informal juga harus mendapatkan perhatian.
Ia turut mengapresiasi capaian Tanjab Barat dalam bidang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan serta penghargaan TJLSP Awards yang diterima daerah tersebut.
“Daerah yang maju bukan hanya daerah yang kaya akan sumber daya, tetapi daerah yang mampu mengubah seluruh sumber dayanya menjadi kesempatan bagi manusia untuk bekerja, tumbuh, dan hidup lebih sejahtera,” katanya.
Usia 61 Tahun, Tantangan Tanjab Barat Bukan Sekadar Bertumbuh
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat pada akhirnya membawa pesan yang sama dari pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat: pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, memperluas perlindungan sosial, dan menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan semangat “Tanjung Jabung Barat Bersatu, Wujudkan Berkah Madani”, usia ke-61 diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh elemen daerah untuk memperkuat kolaborasi dan bekerja lebih terukur dalam menjawab tantangan pembangunan.
Bukan sekadar bertambah usia, tetapi memastikan setiap kemajuan benar-benar bermuara pada kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat.(*)









