mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Sekda Tanjabbar Soroti Sistem Rujukan BPJS, Dorong Perbaikan Layanan Kesehatan hingga Tingkat Puskesmas DPRD Tanjabbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA-PPAS APBD 2027 Bupati Anwar Sadat Dukung UMKM Ecoprint Kuala Dasal, Potensi Lokal Resam Disiapkan Tembus Pasar Lebih Luas  Bupati Anwar Sadat Optimistis Hortikultura Jadi Mesin Ekonomi Baru, Panen Melon Kuala Dasal Capai 16 Ton Panen Raya Melon Kuala Dasal Tembus Pasar Batam dan Jakarta, Bupati Dorong Jadi Model Pertanian Modern

Home / Advetorial

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:02 WIB

Jadikan Pangkal Babu Living Laboratory, Wabup Katamso Sambut Program Penguatan Ekonomi Berbasis Manggrove 

TANJABBAR, TJ – Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu di Desa Tungkal I kembali mendapat perhatian sebagai pusat pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Model Bisnis Berbasis Mangrove yang Responsif Gender (NbS) yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., Rabu (3/6/26).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyambut baik penetapan kawasan mangrove Pangkal Babu sebagai lokasi proyek percontohan sekaligus living laboratory yang akan menjadi ruang pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

” Kawasan mangrove Tanjung Jabung Barat memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.” Ujarnya.

BACA JUGA  Pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut dan Mangrove di Desa Mandala Jaya Ditutup

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan melalui pembangunan akses menuju kawasan mangrove dan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ke depan, pengembangan kawasan tersebut akan terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Program pelatihan yang diikuti masyarakat sekitar kawasan mangrove ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk membangun usaha yang berbasis konservasi lingkungan.

Field Director FINCAPES, Paulo Vaggi, menyebut Desa Tungkal I sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat di Provinsi Jambi.

BACA JUGA  Anwar Sadat Dorong Kemitraan Ritel untuk Perluas Pasar Produk UMKM Tanjabbar 

Selain mendorong lahirnya usaha-usaha baru, program ini juga memberikan perhatian khusus terhadap pemberdayaan perempuan, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat lokal agar dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih merata.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, kawasan mangrove Pangkal Babu diharapkan mampu berkembang menjadi model pengelolaan lingkungan yang sukses sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat.

“ Kami mengucapkan terima kasih karena telah memilih kawasan mangrove kami sebagai lokasi pilot project dan living laboratory.” Pungkasnya.(*/TJ)

TANJABBAR, TJ – Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu di Desa Tungkal I kembali mendapat perhatian sebagai pusat pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Model Bisnis Berbasis Mangrove yang Responsif Gender (NbS) yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., Rabu (3/6/26).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyambut baik penetapan kawasan mangrove Pangkal Babu sebagai lokasi proyek percontohan sekaligus living laboratory yang akan menjadi ruang pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

” Kawasan mangrove Tanjung Jabung Barat memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.” Ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan melalui pembangunan akses menuju kawasan mangrove dan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ke depan, pengembangan kawasan tersebut akan terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Program pelatihan yang diikuti masyarakat sekitar kawasan mangrove ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk membangun usaha yang berbasis konservasi lingkungan.

Field Director FINCAPES, Paulo Vaggi, menyebut Desa Tungkal I sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat di Provinsi Jambi.

Selain mendorong lahirnya usaha-usaha baru, program ini juga memberikan perhatian khusus terhadap pemberdayaan perempuan, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat lokal agar dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih merata.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, kawasan mangrove Pangkal Babu diharapkan mampu berkembang menjadi model pengelolaan lingkungan yang sukses sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat.

“ Kami mengucapkan terima kasih karena telah memilih kawasan mangrove kami sebagai lokasi pilot project dan living laboratory.” Pungkasnya.(*/TJ)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah, Wabup Tanjabbar Hadiri Secara Virtual

Advetorial

Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Teluk Nilau, Bupati Anwar Sadat Ingatkan Masyarakat Potensi Cuaca Panas dan Kemarau 

Advetorial

Wabup Katamso Perkuat Sinergi dengan Balai Bahasa Jambi, Dorong Literasi dan Pelestarian Bahasa Daerah

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Gandeng PetroChina Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Teluk Nilau

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Hadiri HUT ke-80 Pemkot Jambi, Perkuat Sinergi Lewat Kerja Sama Strategis Antar Daerah

Advetorial

Wabup Katamso Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tekankan Penguatan Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Advetorial

Wabup Katamso Ajak Pemuda Jadi Motor Pembangunan Daerah Lewat Podcast Youth Center

Advetorial

Lepas Kontingen PBSI Tanjabbar ke PB Pratama Open Jambi 2026, Sekda Hermansyah: Jangan Jadi Jago Kandang, Ukir Prestasi untuk Daerah