TANJABBAR, TJ – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bergerak cepat merespons keluhan masyarakat dengan meninjau langsung kondisi dermaga apung yang mengalami kerusakan berat di Desa Tanjung Senjulang, Kecamatan Bram Itam, Senin (6/7/26).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga mengenai rusaknya salah satu infrastruktur vital yang selama ini menjadi akses utama transportasi air serta penunjang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
Dermaga apung yang dibangun pada 2018 itu kini mengalami kerusakan cukup parah akibat faktor usia bangunan dan tingginya intensitas penggunaan. Dari hasil peninjauan di lapangan, sebagian besar struktur logam terlihat mengalami korosi dan keropos di sejumlah titik.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan saat air pasang. Bagian depan dermaga ikut tenggelam sehingga menyulitkan masyarakat yang menggunakan transportasi air, khususnya pompong, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna.
Bupati Anwar Sadat mengatakan, meski struktur utama halte dermaga masih dinilai layak, perbaikan harus segera dilakukan agar fasilitas tersebut kembali aman dan nyaman dimanfaatkan masyarakat.
“Kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Secara struktur halte masih baik, namun perbaikan akan segera dilakukan. Saat ini kami menunggu kondisi air sedikit surut, sehingga dalam dua hingga tiga hari ke depan pekerjaan sudah bisa dimulai,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah menginstruksikan percepatan penanganan dengan melibatkan Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sehingga proses perbaikan dapat segera direalisasikan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat lebih lama.
Selain fokus pada percepatan perbaikan, Bupati juga mendorong agar pengelolaan dermaga ke depan dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin pemeliharaan fasilitas berlangsung secara berkelanjutan.
Menurutnya, biaya perawatan dapat bersumber dari anggaran desa maupun kontribusi para penambang dan pengguna jasa transportasi air, sehingga keberadaan dermaga tetap terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sembari menunggu pekerjaan dimulai, Bupati mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi dermaga demi menghindari potensi kecelakaan akibat kondisi bangunan yang rusak.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Camat Bram Itam, para kepala desa se-Kecamatan Bram Itam, Kepala Desa Tanjung Senjulang beserta perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.(*)
TANJABBAR, TJ – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bergerak cepat merespons keluhan masyarakat dengan meninjau langsung kondisi dermaga apung yang mengalami kerusakan berat di Desa Tanjung Senjulang, Kecamatan Bram Itam, Senin (6/7/26).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga mengenai rusaknya salah satu infrastruktur vital yang selama ini menjadi akses utama transportasi air serta penunjang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
Dermaga apung yang dibangun pada 2018 itu kini mengalami kerusakan cukup parah akibat faktor usia bangunan dan tingginya intensitas penggunaan. Dari hasil peninjauan di lapangan, sebagian besar struktur logam terlihat mengalami korosi dan keropos di sejumlah titik.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan saat air pasang. Bagian depan dermaga ikut tenggelam sehingga menyulitkan masyarakat yang menggunakan transportasi air, khususnya pompong, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna.
Bupati Anwar Sadat mengatakan, meski struktur utama halte dermaga masih dinilai layak, perbaikan harus segera dilakukan agar fasilitas tersebut kembali aman dan nyaman dimanfaatkan masyarakat.
“Kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Secara struktur halte masih baik, namun perbaikan akan segera dilakukan. Saat ini kami menunggu kondisi air sedikit surut, sehingga dalam dua hingga tiga hari ke depan pekerjaan sudah bisa dimulai,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah menginstruksikan percepatan penanganan dengan melibatkan Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sehingga proses perbaikan dapat segera direalisasikan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat lebih lama.
Selain fokus pada percepatan perbaikan, Bupati juga mendorong agar pengelolaan dermaga ke depan dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin pemeliharaan fasilitas berlangsung secara berkelanjutan.
Menurutnya, biaya perawatan dapat bersumber dari anggaran desa maupun kontribusi para penambang dan pengguna jasa transportasi air, sehingga keberadaan dermaga tetap terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sembari menunggu pekerjaan dimulai, Bupati mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi dermaga demi menghindari potensi kecelakaan akibat kondisi bangunan yang rusak.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Camat Bram Itam, para kepala desa se-Kecamatan Bram Itam, Kepala Desa Tanjung Senjulang beserta perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.(*)









