mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Disertasi Doktor di UI Angkat Tanjabbar sebagai Model Sawit Berkelanjutan, Bupati Anwar Sadat Dorong Hilirisasi Berbasis Riset Asap Pembakaran Tempurung Dikeluhkan Warga, Camat Bram Itam Tegaskan Pelaku Usaha Wajib Patuhi Surat Edaran Bupati Asap Pembakaran Tempurung Kelapa Diduga Cemari Permukiman, Warga Desa Kemuning Keluhkan Sesak Napas Lepas Kontingen PBSI Tanjabbar ke PB Pratama Open Jambi 2026, Sekda Hermansyah: Jangan Jadi Jago Kandang, Ukir Prestasi untuk Daerah Anggota DPRD Tanjabbar Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi dengan Polri

Home / Pemerintahan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:11 WIB

Asap Pembakaran Tempurung Kelapa Diduga Cemari Permukiman, Warga Desa Kemuning Keluhkan Sesak Napas

TANJABBAR, TJ – Aktivitas pembakaran tempurung kelapa yang diduga dilakukan di sekitar permukiman warga Desa Kemuning, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai keluhan masyarakat.

 Asap pekat yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut disebut mengganggu kenyamanan dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga.

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan sesak napas sejak aktivitas pembakaran berlangsung. Bahkan, mereka menyebut terdapat sekitar puluhan tungku pembakaran yang beroperasi, terutama pada malam hari.

“Sejak ada aktivitas pembakaran tempurung ini, napas jadi sesak. Asapnya masuk ke dalam rumah, baunya juga menyengat,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

BACA JUGA  Bupati Tinjau Pengerjaan Pengerasan Jalan Parit Deli ke Sungai Dungun

Menurutnya, pembakaran yang dilakukan pada malam hari membuat asap sulit dihindari karena menyelimuti kawasan permukiman saat masyarakat sedang beristirahat. Kondisi itu dinilai semakin mengkhawatirkan bagi keluarga yang memiliki anak-anak dan lanjut usia.

“Kami punya anak kecil. Tentu kami khawatir karena asap seperti ini bisa membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Warga juga menyebut lokasi pembakaran kerap berpindah-pindah, namun tetap berada di sekitar kawasan permukiman. Akibatnya, gangguan asap terus dirasakan dan dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Tanjab Barat Lantik 26 Pejabat Fungsional

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun tangan melakukan peninjauan serta memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar aktivitas pembakaran tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan warga.

“Kami bukan melarang mereka bekerja atau membakar tempurung. Yang kami harapkan, ada pengaturan lokasi dan waktu yang tepat sehingga tidak merugikan masyarakat, kita berharap pemerintah segera melakukan pengecekan di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan serta kenyamanan lingkungan sekitar.” Tegasnya.(*)

TANJABBAR, TJ – Aktivitas pembakaran tempurung kelapa yang diduga dilakukan di sekitar permukiman warga Desa Kemuning, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai keluhan masyarakat.

 Asap pekat yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut disebut mengganggu kenyamanan dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga.

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan sesak napas sejak aktivitas pembakaran berlangsung. Bahkan, mereka menyebut terdapat sekitar puluhan tungku pembakaran yang beroperasi, terutama pada malam hari.

“Sejak ada aktivitas pembakaran tempurung ini, napas jadi sesak. Asapnya masuk ke dalam rumah, baunya juga menyengat,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, pembakaran yang dilakukan pada malam hari membuat asap sulit dihindari karena menyelimuti kawasan permukiman saat masyarakat sedang beristirahat. Kondisi itu dinilai semakin mengkhawatirkan bagi keluarga yang memiliki anak-anak dan lanjut usia.

“Kami punya anak kecil. Tentu kami khawatir karena asap seperti ini bisa membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Warga juga menyebut lokasi pembakaran kerap berpindah-pindah, namun tetap berada di sekitar kawasan permukiman. Akibatnya, gangguan asap terus dirasakan dan dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun tangan melakukan peninjauan serta memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar aktivitas pembakaran tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan warga.

“Kami bukan melarang mereka bekerja atau membakar tempurung. Yang kami harapkan, ada pengaturan lokasi dan waktu yang tepat sehingga tidak merugikan masyarakat, kita berharap pemerintah segera melakukan pengecekan di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan serta kenyamanan lingkungan sekitar.” Tegasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Percepat Penurunan Kasus Stunting,Ini yang Dilakukan Bupati Tanjab Barat

Pemerintahan

Pisah Sambut Kapolres Tanjab Barat, Bupati: Yakin Membawa Semangat Baru

Pemerintahan

Wabup Hairan Ikuti Audiensi Bersama Gubernur Jambi di Jakarta

Pemerintahan

Empat Kecamatan di Tanjabbar di Landa Banjir, Bupati Anwar Sadat Salurkan Bantuan 

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Hadiri Peringatan Isra Miraj di Mesjid Al Anshor

Pemerintahan

Wabup Katamso Jadi Narasumber di Orientasi TP PKK Tanjabbar

Pemerintahan

Luncurkan Bantuan Pangan Beras Bulog ke KPM, Wabup Katamso Berharap Tepat Sasaran

Pemerintahan

Sekda Tanjab Barat Ikuti Rakor Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023