mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
DPRD Tanjabbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA-PPAS APBD 2027 Bupati Anwar Sadat Dukung UMKM Ecoprint Kuala Dasal, Potensi Lokal Resam Disiapkan Tembus Pasar Lebih Luas  Bupati Anwar Sadat Optimistis Hortikultura Jadi Mesin Ekonomi Baru, Panen Melon Kuala Dasal Capai 16 Ton Panen Raya Melon Kuala Dasal Tembus Pasar Batam dan Jakarta, Bupati Dorong Jadi Model Pertanian Modern Warga Desa Kemuning Kini Bernapas Lega, Pembakaran Tempurung Kelapa Beralih ke Siang Hari Sesuai Aturan Bupati

Home / Pemerintahan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:11 WIB

Asap Pembakaran Tempurung Kelapa Diduga Cemari Permukiman, Warga Desa Kemuning Keluhkan Sesak Napas

TANJABBAR, TJ – Aktivitas pembakaran tempurung kelapa yang diduga dilakukan di sekitar permukiman warga Desa Kemuning, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai keluhan masyarakat.

 Asap pekat yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut disebut mengganggu kenyamanan dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga.

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan sesak napas sejak aktivitas pembakaran berlangsung. Bahkan, mereka menyebut terdapat sekitar puluhan tungku pembakaran yang beroperasi, terutama pada malam hari.

“Sejak ada aktivitas pembakaran tempurung ini, napas jadi sesak. Asapnya masuk ke dalam rumah, baunya juga menyengat,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

BACA JUGA  Pembukaan MTQ ke-53 Kecamatan Tungkal Ilir: Bupati Anwar Sadat Serukan Semangat Cinta Al Qur'an

Menurutnya, pembakaran yang dilakukan pada malam hari membuat asap sulit dihindari karena menyelimuti kawasan permukiman saat masyarakat sedang beristirahat. Kondisi itu dinilai semakin mengkhawatirkan bagi keluarga yang memiliki anak-anak dan lanjut usia.

“Kami punya anak kecil. Tentu kami khawatir karena asap seperti ini bisa membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Warga juga menyebut lokasi pembakaran kerap berpindah-pindah, namun tetap berada di sekitar kawasan permukiman. Akibatnya, gangguan asap terus dirasakan dan dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat.

BACA JUGA  Wabup Hairan Sampaikan Usulan Pengembangan Food Estate dan Sentra Produksi Pangan ke Menteri Pertanian

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun tangan melakukan peninjauan serta memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar aktivitas pembakaran tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan warga.

“Kami bukan melarang mereka bekerja atau membakar tempurung. Yang kami harapkan, ada pengaturan lokasi dan waktu yang tepat sehingga tidak merugikan masyarakat, kita berharap pemerintah segera melakukan pengecekan di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan serta kenyamanan lingkungan sekitar.” Tegasnya.(*)

TANJABBAR, TJ – Aktivitas pembakaran tempurung kelapa yang diduga dilakukan di sekitar permukiman warga Desa Kemuning, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai keluhan masyarakat.

 Asap pekat yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut disebut mengganggu kenyamanan dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga.

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan sesak napas sejak aktivitas pembakaran berlangsung. Bahkan, mereka menyebut terdapat sekitar puluhan tungku pembakaran yang beroperasi, terutama pada malam hari.

“Sejak ada aktivitas pembakaran tempurung ini, napas jadi sesak. Asapnya masuk ke dalam rumah, baunya juga menyengat,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, pembakaran yang dilakukan pada malam hari membuat asap sulit dihindari karena menyelimuti kawasan permukiman saat masyarakat sedang beristirahat. Kondisi itu dinilai semakin mengkhawatirkan bagi keluarga yang memiliki anak-anak dan lanjut usia.

“Kami punya anak kecil. Tentu kami khawatir karena asap seperti ini bisa membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Warga juga menyebut lokasi pembakaran kerap berpindah-pindah, namun tetap berada di sekitar kawasan permukiman. Akibatnya, gangguan asap terus dirasakan dan dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun tangan melakukan peninjauan serta memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar aktivitas pembakaran tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan warga.

“Kami bukan melarang mereka bekerja atau membakar tempurung. Yang kami harapkan, ada pengaturan lokasi dan waktu yang tepat sehingga tidak merugikan masyarakat, kita berharap pemerintah segera melakukan pengecekan di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan serta kenyamanan lingkungan sekitar.” Tegasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Sebut Tanjab Barat Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jambi Tahun 2025

Pemerintahan

Buka TC Tahap Kelima, Bupati Tanjab Barat Ingatkan Kafilah Jaga Kesehatan

Pemerintahan

16 Desa di Tanjabbar jadi Lokus Stunting, Dapat Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya 384 Unit Toilet

Pemerintahan

 Dorong Pengelolaan Mangrove di Tanjabbar, Anwar Sadat: KKMD Jadi Wadah Kelestarian dan Ekosistem 

Pemerintahan

Festival Arakan Sahur Tahun 2025, Bupati Anwar Sadat Berharap Membawa Berkah Bagi Peningkatan Ekonomi

Pemerintahan

Wabup Hairan Tinjau Jalan dan Jembatan di Lubuk Bernai Bisa Dilalui

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan STQH ke-XXVII Tingkat Nasional Tahun 2023

Pemerintahan

Ingatkan Masa Evaluasi, Bupati Anwar Sadat Minta Penjabat Tunjukan Kinerja