TANJABBAR, TJ – Menanggapi keluhan warga terkait aktivitas pembakaran tempurung kelapa di Desa Kemuning, Camat Bram Itam, Rendriawan Akbar, S.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut telah diatur dalam Surat Edaran Bupati Tanjung Jabung Barat Nomor 233 Tahun 2022 tentang Penertiban Kegiatan Pengrajin Arang Tempurung Kelapa.
Rendriawan mengatakan, pihak kecamatan bersama instansi terkait telah melakukan sosialisasi secara langsung kepada para pelaku usaha agar menjalankan aktivitas pembakaran sesuai ketentuan yang berlaku.
” Kami sudah melakukan sosialisasi ke lapangan kepada para pelaku usaha dengan berpedoman pada Surat Edaran Bupati. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pembakaran tempurung kelapa hanya diperbolehkan dilakukan pada siang hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB,” ujarnya.
Menurutnya, ketentuan tersebut dibuat sebagai upaya menekan dampak pencemaran udara akibat asap pembakaran, sekaligus menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi usaha.
Rendriawan berharap seluruh pelaku usaha arang tempurung kelapa dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, kegiatan usaha tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
“Kami berharap seluruh pelaku usaha mematuhi ketentuan yang telah diatur dalam surat edaran tersebut, sehingga aktivitas usaha tetap berjalan, namun tidak mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga,” tegasnya.
Dengan adanya keluhan masyarakat terkait asap pembakaran, pemerintah kecamatan menyatakan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar seluruh pelaku usaha menjalankan aktivitasnya sesuai aturan yang berlaku.(*)
TANJABBAR, TJ – Menanggapi keluhan warga terkait aktivitas pembakaran tempurung kelapa di Desa Kemuning, Camat Bram Itam, Rendriawan Akbar, S.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut telah diatur dalam Surat Edaran Bupati Tanjung Jabung Barat Nomor 233 Tahun 2022 tentang Penertiban Kegiatan Pengrajin Arang Tempurung Kelapa.
Rendriawan mengatakan, pihak kecamatan bersama instansi terkait telah melakukan sosialisasi secara langsung kepada para pelaku usaha agar menjalankan aktivitas pembakaran sesuai ketentuan yang berlaku.
” Kami sudah melakukan sosialisasi ke lapangan kepada para pelaku usaha dengan berpedoman pada Surat Edaran Bupati. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pembakaran tempurung kelapa hanya diperbolehkan dilakukan pada siang hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB,” ujarnya.
Menurutnya, ketentuan tersebut dibuat sebagai upaya menekan dampak pencemaran udara akibat asap pembakaran, sekaligus menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi usaha.
Rendriawan berharap seluruh pelaku usaha arang tempurung kelapa dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, kegiatan usaha tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
“Kami berharap seluruh pelaku usaha mematuhi ketentuan yang telah diatur dalam surat edaran tersebut, sehingga aktivitas usaha tetap berjalan, namun tidak mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga,” tegasnya.
Dengan adanya keluhan masyarakat terkait asap pembakaran, pemerintah kecamatan menyatakan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar seluruh pelaku usaha menjalankan aktivitasnya sesuai aturan yang berlaku.(*)









