TANJABBAR, TERASJAMBI.ID — Usia Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang memasuki 61 tahun menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengukur capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Di tengah berbagai tantangan fiskal dan pembangunan, sejumlah indikator menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi Tanjabbar tercatat mencapai 5,28 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 73,00.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam refleksi pembangunan yang disampaikan Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (10/8/2026).
Mengusung tema “Tanjung Jabung Barat Bersatu, Wujudkan Berkah Madani”, momentum hari jadi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia daerah. Pemerintah daerah menjadikannya sebagai ruang untuk melihat sejauh mana pembangunan telah memberikan dampak bagi masyarakat.
Anwar Sadat mengatakan, capaian pembangunan yang telah diraih harus menjadi pijakan untuk bekerja lebih keras, bukan alasan untuk berhenti berbenah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan daerah. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Tanjabbar sempat mencapai 6,05 persen pada triwulan II 2025.
“Hari jadi ini harus kita jadikan momentum untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi capaian pembangunan, sekaligus meneguhkan komitmen untuk bekerja lebih optimal. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Anwar Sadat.
Ekonomi Tumbuh, Kualitas SDM Jadi Perhatian Bagi pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, pemerintah daerah menempatkan sektor pendidikan, ketenagakerjaan, perlindungan sosial, infrastruktur dan pelayanan publik sebagai bagian dari strategi pembangunan.
Di sektor pendidikan, Pemkab Tanjabbar mengalokasikan anggaran lebih dari Rp6,3 miliar pada 2026 untuk penyediaan seragam sekolah gratis bagi 10.333 peserta didik baru tingkat SD dan SMP.
Program tersebut diarahkan untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki akses terhadap pendidikan.
Sementara di bidang ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 berhasil ditekan menjadi 3,12 persen.
Pemerintah daerah juga terus memperluas perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023.
Dari Kekayaan Alam ke Kesejahteraan
Potensi ekonomi Tanjabbar juga mendapat sorotan dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor yang hadir dalam rapat paripurna tersebut.
Menurut Afriansyah, Tanjabbar memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Namun, potensi tersebut harus mampu dikonversi menjadi kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu agar kekayaan alam tidak berhenti sebagai potensi, tetapi mampu menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Sumber daya dapat membuka peluang, tetapi manusialah yang menentukan apakah peluang tersebut benar-benar berubah menjadi kemajuan,” ujar Afriansyah.
Ia mendorong Tanjabbar memperkuat tiga agenda utama, yakni menyiapkan SDM yang adaptif dan kompeten, mendorong pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan kebutuhan tenaga kerja, serta memperluas perlindungan sosial bagi seluruh pekerja.
Perlindungan tersebut, kata dia, tidak boleh hanya menyasar pekerja formal. Petani, nelayan, pekerja harian hingga pekerja sektor informal juga harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan.
Pemprov Jambi Dorong Kolaborasi
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, yang membacakan sambutan Gubernur Jambi Al Haris, menilai usia 61 tahun menunjukkan Tanjabbar telah memiliki perjalanan panjang sekaligus pengalaman dalam membangun daerah.
Namun, capaian tersebut harus terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, DPRD, dunia usaha dan masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi perlu terus ditingkatkan guna mendorong kemajuan di berbagai sektor, sehingga Kabupaten Tanjung Jabung Barat semakin unggul dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani menekankan bahwa momentum hari jadi harus menjadi titik temu seluruh elemen daerah untuk memperkuat persatuan.
Ia juga memaparkan sejumlah kinerja DPRD bersama pemerintah daerah sepanjang periode pertengahan 2025 hingga pertengahan 2026, termasuk penyusunan regulasi terkait RPJMD 2025-2029, pembangunan industri daerah 2025-2045, jaminan sosial ketenagakerjaan, perangkat daerah, penyertaan modal daerah, jasa konstruksi hingga pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
61 Tahun Tanjabbar: Bukan Sekadar Bertambah Usia
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Tanjabbar pada akhirnya menegaskan satu pesan: pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Angka pertumbuhan ekonomi 5,28 persen, IPM 73,00 dan penurunan tingkat pengangguran menjadi 3,12 persen merupakan capaian yang patut diapresiasi.
Namun, pemerintah daerah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan manfaat
pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Bagi Anwar Sadat, usia 61 tahun bukan sekadar catatan sejarah perjalanan Tanjabbar. Momentum tersebut harus menjadi titik evaluasi sekaligus pijakan untuk mempercepat pembangunan.
Dengan semangat “Tanjung Jabung Barat Bersatu, Wujudkan Berkah Madani”, pemerintah daerah ingin memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan angka pertumbuhan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, SDM berkualitas, perlindungan sosial, pelayanan publik yang lebih baik, dan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat.
Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa tinggi ekonomi tumbuh, tetapi seberapa besar masyarakat merasakan manfaat dari pertumbuhan tersebut.(*)
TANJABBAR, TERASJAMBI.ID — Usia Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang memasuki 61 tahun menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengukur capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Di tengah berbagai tantangan fiskal dan pembangunan, sejumlah indikator menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi Tanjabbar tercatat mencapai 5,28 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 73,00.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam refleksi pembangunan yang disampaikan Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (10/8/2026).
Mengusung tema “Tanjung Jabung Barat Bersatu, Wujudkan Berkah Madani”, momentum hari jadi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia daerah. Pemerintah daerah menjadikannya sebagai ruang untuk melihat sejauh mana pembangunan telah memberikan dampak bagi masyarakat.
Anwar Sadat mengatakan, capaian pembangunan yang telah diraih harus menjadi pijakan untuk bekerja lebih keras, bukan alasan untuk berhenti berbenah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan daerah. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Tanjabbar sempat mencapai 6,05 persen pada triwulan II 2025.
“Hari jadi ini harus kita jadikan momentum untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi capaian pembangunan, sekaligus meneguhkan komitmen untuk bekerja lebih optimal. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Anwar Sadat.
Ekonomi Tumbuh, Kualitas SDM Jadi Perhatian Bagi pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, pemerintah daerah menempatkan sektor pendidikan, ketenagakerjaan, perlindungan sosial, infrastruktur dan pelayanan publik sebagai bagian dari strategi pembangunan.
Di sektor pendidikan, Pemkab Tanjabbar mengalokasikan anggaran lebih dari Rp6,3 miliar pada 2026 untuk penyediaan seragam sekolah gratis bagi 10.333 peserta didik baru tingkat SD dan SMP.
Program tersebut diarahkan untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki akses terhadap pendidikan.
Sementara di bidang ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 berhasil ditekan menjadi 3,12 persen.
Pemerintah daerah juga terus memperluas perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023.
Dari Kekayaan Alam ke Kesejahteraan
Potensi ekonomi Tanjabbar juga mendapat sorotan dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor yang hadir dalam rapat paripurna tersebut.
Menurut Afriansyah, Tanjabbar memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Namun, potensi tersebut harus mampu dikonversi menjadi kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu agar kekayaan alam tidak berhenti sebagai potensi, tetapi mampu menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Sumber daya dapat membuka peluang, tetapi manusialah yang menentukan apakah peluang tersebut benar-benar berubah menjadi kemajuan,” ujar Afriansyah.
Ia mendorong Tanjabbar memperkuat tiga agenda utama, yakni menyiapkan SDM yang adaptif dan kompeten, mendorong pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan kebutuhan tenaga kerja, serta memperluas perlindungan sosial bagi seluruh pekerja.
Perlindungan tersebut, kata dia, tidak boleh hanya menyasar pekerja formal. Petani, nelayan, pekerja harian hingga pekerja sektor informal juga harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan.
Pemprov Jambi Dorong Kolaborasi
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, yang membacakan sambutan Gubernur Jambi Al Haris, menilai usia 61 tahun menunjukkan Tanjabbar telah memiliki perjalanan panjang sekaligus pengalaman dalam membangun daerah.
Namun, capaian tersebut harus terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, DPRD, dunia usaha dan masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi perlu terus ditingkatkan guna mendorong kemajuan di berbagai sektor, sehingga Kabupaten Tanjung Jabung Barat semakin unggul dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani menekankan bahwa momentum hari jadi harus menjadi titik temu seluruh elemen daerah untuk memperkuat persatuan.
Ia juga memaparkan sejumlah kinerja DPRD bersama pemerintah daerah sepanjang periode pertengahan 2025 hingga pertengahan 2026, termasuk penyusunan regulasi terkait RPJMD 2025-2029, pembangunan industri daerah 2025-2045, jaminan sosial ketenagakerjaan, perangkat daerah, penyertaan modal daerah, jasa konstruksi hingga pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
61 Tahun Tanjabbar: Bukan Sekadar Bertambah Usia
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Tanjabbar pada akhirnya menegaskan satu pesan: pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Angka pertumbuhan ekonomi 5,28 persen, IPM 73,00 dan penurunan tingkat pengangguran menjadi 3,12 persen merupakan capaian yang patut diapresiasi.
Namun, pemerintah daerah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan manfaat
pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Bagi Anwar Sadat, usia 61 tahun bukan sekadar catatan sejarah perjalanan Tanjabbar. Momentum tersebut harus menjadi titik evaluasi sekaligus pijakan untuk mempercepat pembangunan.
Dengan semangat “Tanjung Jabung Barat Bersatu, Wujudkan Berkah Madani”, pemerintah daerah ingin memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan angka pertumbuhan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, SDM berkualitas, perlindungan sosial, pelayanan publik yang lebih baik, dan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat.
Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa tinggi ekonomi tumbuh, tetapi seberapa besar masyarakat merasakan manfaat dari pertumbuhan tersebut.(*)









