TANJABBAR, TJ – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang digelar secara nasional sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam tumbuh kembang anak.
Menurut Anwar Sadat, kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar anak, tetapi menjadi simbol dukungan, kasih sayang, dan keterlibatan aktif dalam proses pendidikan sejak usia dini.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak sekaligus menjawab fenomena fatherless, yakni menurunnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang kini menjadi perhatian berbagai pihak.
“Gerakan ini sangat baik untuk membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua, khususnya para ayah, yang telah meluangkan waktu mengantarkan putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah,” ujar Anwar Sadat.((13/7/26)
Ia berharap GAMAS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi budaya yang mendorong para ayah untuk lebih aktif mendampingi proses pendidikan, pembentukan karakter, dan perkembangan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keluarga yang kuat berawal dari keterlibatan kedua orang tua, terutama sosok ayah yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
“Melalui gerakan ini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat karena tumbuh dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh perhatian,” pungkasnya.(*)
TANJABBAR, TJ – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang digelar secara nasional sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam tumbuh kembang anak.
Menurut Anwar Sadat, kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar anak, tetapi menjadi simbol dukungan, kasih sayang, dan keterlibatan aktif dalam proses pendidikan sejak usia dini.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak sekaligus menjawab fenomena fatherless, yakni menurunnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang kini menjadi perhatian berbagai pihak.
“Gerakan ini sangat baik untuk membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua, khususnya para ayah, yang telah meluangkan waktu mengantarkan putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah,” ujar Anwar Sadat.((13/7/26)
Ia berharap GAMAS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi budaya yang mendorong para ayah untuk lebih aktif mendampingi proses pendidikan, pembentukan karakter, dan perkembangan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keluarga yang kuat berawal dari keterlibatan kedua orang tua, terutama sosok ayah yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
“Melalui gerakan ini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat karena tumbuh dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh perhatian,” pungkasnya.(*)








