mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
DPRD Tanjabbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA-PPAS APBD 2027 Bupati Anwar Sadat Dukung UMKM Ecoprint Kuala Dasal, Potensi Lokal Resam Disiapkan Tembus Pasar Lebih Luas  Bupati Anwar Sadat Optimistis Hortikultura Jadi Mesin Ekonomi Baru, Panen Melon Kuala Dasal Capai 16 Ton Panen Raya Melon Kuala Dasal Tembus Pasar Batam dan Jakarta, Bupati Dorong Jadi Model Pertanian Modern Warga Desa Kemuning Kini Bernapas Lega, Pembakaran Tempurung Kelapa Beralih ke Siang Hari Sesuai Aturan Bupati

Home / Tanjab Barat

Minggu, 14 November 2021 - 16:22 WIB

Harga Minyak Goreng Semakin Panas, Harga Cabe Semakin Pedas

Tanjab Barat – Naiknya harga beberapa kebutuhan pokok seperti Minyak Goreng ternyata imbas dari naiknya harga Crude Palm Oil (CPO). Kenaikan harga Minyak Goreng yang terjadi sejak sebulan terakhir ini mencapai Rp2 Ribu per kemasan 1 (Satu) Liter.

Lek Gito salah seorang Pedagang di Pasar Parit 2, Kuala Tungkal mengatakan, untuk kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan Minyak Goreng dan Cabe Merah.

“Cabe, Minyak yang kuat naik. Sedangkan yang lain masih normal,” ujar Lek Gito. Kamis (11/11/21).

Kenaikan ini kata Lek Gito sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Apa permasalahan sehingga naiknya harga bahan pokok tersebut dirinya kurang tahu apa yang menjadi penyebabnya.

“Kalau Cabe Merah dari harga Rp15 Ribu naik menjadi Rp18 Ribu per Kilogram. Sedangkan Minyak Goreng kemasan satu Liter naik dari Rp16 Ribu menjadi Rp18 Ribu. Kalau apa yang menjadi masalah Harga Minyak dan Cabe naik saya kurang paham masalah itu,” ungkap Lek Gito.

BACA JUGA  " Kepala Daerah Menyapa" Bupati dan Wabup Tanjabbar Paparkan Capaian dan Komitmen Menuju Kabupaten BERKAH MADANI

Sama halnya dikatakan Ade Pedagang Parit 1 Kuala Tungkal. Ia menyebutkan jika harga Minyak Goreng Kiloan naik dari harga Rp15 ribu menjadi Rp17 Ribu setiap Kilogram.

“Dak tahu juga apa penyebabnya naik. Karena kita ngambil dari pengecer sudah segitu harganya,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperindag Tanjab Barat Syafriwan membenarkan jika harga bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Bahkan, naiknya harga kebutuhan bahan pokok ini kerap terjadi setiap tahunnya.

“Saat ini yang menjadi gejolak harga minyak goreng baik minyak goreng kemasan maupun kiloan. Bahkan naiknya mencapai Rp 5 Ribu,” ungkapnya.

BACA JUGA  Sidak RSUD Daud Arif di HKN, Ketua DPRD Tanjabbar Sampaikan Harapan Ini

Menurutnya, kenaikan harga Minyak Goreng terjadi karena saat ini harga CPO dari Sawit yang juga mengalami kenaikan. Sehingga mempengaruhi harga Minyak Goreng tidak hanya di Kuaka Tungkal, melainkan disejumlah daerah di seluruh Indonesia.

“Mudah – mudahan kenaikan harga Minyak Goreng ini tidak berlangsung lama. Sebab, Minyak Goreng merupakan kebutuhan utama Masyarakat,” ucapnya.

Masih sehubungan dengan naiknya harga kebutuhan bahan pokok, TPID daerah dalam Waktu dekat akan melaksanakan Inspeksi mendadak ke sejumlah Pasar yang ada di Kota Kuala Tungkal.

“Agar kita bisa tahu pokok dari permasalahan kebutuhan bahan pokok ini. Terutama ditingkat Pedagang,” tukasnya.(*#)

Tanjab Barat – Naiknya harga beberapa kebutuhan pokok seperti Minyak Goreng ternyata imbas dari naiknya harga Crude Palm Oil (CPO). Kenaikan harga Minyak Goreng yang terjadi sejak sebulan terakhir ini mencapai Rp2 Ribu per kemasan 1 (Satu) Liter.

Lek Gito salah seorang Pedagang di Pasar Parit 2, Kuala Tungkal mengatakan, untuk kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan Minyak Goreng dan Cabe Merah.

“Cabe, Minyak yang kuat naik. Sedangkan yang lain masih normal,” ujar Lek Gito. Kamis (11/11/21).

Kenaikan ini kata Lek Gito sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Apa permasalahan sehingga naiknya harga bahan pokok tersebut dirinya kurang tahu apa yang menjadi penyebabnya.

“Kalau Cabe Merah dari harga Rp15 Ribu naik menjadi Rp18 Ribu per Kilogram. Sedangkan Minyak Goreng kemasan satu Liter naik dari Rp16 Ribu menjadi Rp18 Ribu. Kalau apa yang menjadi masalah Harga Minyak dan Cabe naik saya kurang paham masalah itu,” ungkap Lek Gito.

Sama halnya dikatakan Ade Pedagang Parit 1 Kuala Tungkal. Ia menyebutkan jika harga Minyak Goreng Kiloan naik dari harga Rp15 ribu menjadi Rp17 Ribu setiap Kilogram.

“Dak tahu juga apa penyebabnya naik. Karena kita ngambil dari pengecer sudah segitu harganya,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperindag Tanjab Barat Syafriwan membenarkan jika harga bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Bahkan, naiknya harga kebutuhan bahan pokok ini kerap terjadi setiap tahunnya.

“Saat ini yang menjadi gejolak harga minyak goreng baik minyak goreng kemasan maupun kiloan. Bahkan naiknya mencapai Rp 5 Ribu,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan harga Minyak Goreng terjadi karena saat ini harga CPO dari Sawit yang juga mengalami kenaikan. Sehingga mempengaruhi harga Minyak Goreng tidak hanya di Kuaka Tungkal, melainkan disejumlah daerah di seluruh Indonesia.

“Mudah – mudahan kenaikan harga Minyak Goreng ini tidak berlangsung lama. Sebab, Minyak Goreng merupakan kebutuhan utama Masyarakat,” ucapnya.

Masih sehubungan dengan naiknya harga kebutuhan bahan pokok, TPID daerah dalam Waktu dekat akan melaksanakan Inspeksi mendadak ke sejumlah Pasar yang ada di Kota Kuala Tungkal.

“Agar kita bisa tahu pokok dari permasalahan kebutuhan bahan pokok ini. Terutama ditingkat Pedagang,” tukasnya.(*#)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Gubernur Minta Penunjukan Dewan Hakim Harus Adil Di MTQ Tingkat Provinsi Jambi

Pilkada

Terima Rekomendasi, UAS – Katamso Resmi di Usung PAN di Pilkada Tanjabbar

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Terima Audiensi RoeKI, Bahas Hilirisasi Kelapa Nasional

Pembangunan

Program Kegiatan TPS3R Diduga ada Intervensi Oknum 

Pemerintahan

Tinjau Lokasi Kebakaran di Kampung Nelayan, Wabup Katamso Salurkan Bantuan

Tanjab Barat

Bupati dan Wabup Panen Raya Padi di Desa Rawa Medang

Pemerintahan

Apel Gabungan Pasca Lebaran, Bupati Anwar Sadat Tekankan ASN Tingkatkan Kinerja dan Inovasi

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Hadiri Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025