mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Paripurna DPRD Bentuk Pansus Empat Ranperda, Bupati Anwar Sadat Apresiasi Dukungan Fraksi Bupati Anwar Sadat Tegaskan Sinergi Eksekutif-Legislatif dalam Pembahasan Ranperda di Paripurna DPRD Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Mushola SMKN 1 Tanjabbar, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa Wabup Katamso Dorong Pengembangan Bisnis Mangrove Berkelanjutan untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Jadikan Pangkal Babu Living Laboratory, Wabup Katamso Sambut Program Penguatan Ekonomi Berbasis Manggrove 

Home / Pilkada / Tanjab Barat

Sabtu, 23 November 2024 - 20:47 WIB

Politisi Senior Ini Ungkap UAS Bukan Orang Sembarangan, Jalil: Rugi Kita Tidak Pilih Beliau

TANJABBAR , TJ- Hitungan kurang dari sepekan, tepat pada, Rabu 27 November 2024, masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan menetapkan pilihannya memilih Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar periode 2024 – 2029.

Dari proses demokrasi elektoral ini diharapkan akan lahir pemimpin yang amanah, berbobot dan bermartabat.

Politisi senior sekaligus tokoh masyarakat Tanjabbar, H Abdul Jalil, yang sudah malang-melintang di dunia politik dan pemerintahan, menilai akan sangat rugi jika sosok Ustad Drs KH Anwar Sadat, M.Ag yang berpasangan dengan Dr H Katamso SA, SE, ME tidak melanjutkan roda pemerintahan yang sedang berjalan mewujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Berkah Madani.

“Rugi kita tidak memilih bupati sebaik ini yang kita tahu beliau bukan orang sembarangan,” kata politisi senior tersebut, Jumat (22/11/24).

“Orang luar saja percaya sama beliau ini, dari sekian banyak alim ulama dan kepala daerah se-Indonesia, beliau putera daerah kita ustad Anwar Sadat terpilih jadi khatib Masjid Istiqlal di Ibukota Jakarta,” ungkap H Jalil.

Apa yang disampaikan oleh politisi sekaligus tokoh masyarakat Tanjab Barat, H Abdul Jalil tersebut, buka sekedar isapan jempol belaka jika melihat rekam jejak dan fakta yang ada di masyarakat.

Sebagai seorang putra ulama yang cukup disegani di Kuala Tungkal, Syekh M Ali Bin Syekh Abdul Wahab pengasuh Pondok Pesantren Albaqiyatus Shalihat, sekaligus Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah adalah hal yang lumrah jika ada perlakuan yang sedikit berbeda terhadap sosok Ustadz KH Anwar Sadat (UAS) sedari kecil.

Sebagaimana lazimnya bocah cilik seusianya, di luar jam belajar UAS kecil juga asyik bermain dan bergaul dengan teman-teman seusia dengannya.

Di antara sekian banyak kisah UAS saat masih usia belia hingga menginjak usia belasan tahun. Di saat akan menghadapi ujian kenaikan kelas, UAS berbeda dengan yang lainnya, ia terlihat tenang dan tidak panik, maupun terlihat ngebut belajar. UAS terkesan santai dan rileks.

Melihat hal ini, saudara laki-laki UAS, yang akrab disapa Ustadz Latif mendekati UAS dan mengingatkannya supaya belajar, mengulang-ulang pelajaran supaya tidak tertinggal nilai sekolah dari kawan-kawan sekelas.

BACA JUGA  Ditresnarkoba Polda Jambi Ringkus Dua Orang Pembawa 4 Kg Sabu di Batang Asam

UAS yang mendapat teguran dan masukan dari saudara laki-lakinya itu terlihat memilih diam, namun juga tidak membantah.

Di sisi lain, UAS menyempatkan diri membuka sebentar satu persatu dan melihat sekilas beberapa isi buku. Lalu ia memutuskan mengerjakan hal lain selain belajar. Hal ini sering terjadi.

Namun ajaibnya, saat hasil ujian keluar, justru nilai yang diperoleh UAS selalu tinggi di atas rata-rata teman sekelas. Meski terkesan santai saat belajar.

“Begitulah Ustad Anwar Sadat kita ini. Beliau belajarnya sangat santai, tidak ngoyo atau ngotot, tapi pas ujian tiba-tiba pikiran beliau terbuka dengan mudah bisa menjawab soal-soal yang diberikan dan nilainya tinggi tinggi lagi,” ungkap salah satu orang dekat UAS.

Karena kecerdasannya itu, akhirnya UAS dipercaya menjadi Dosen tetap di IAIN/UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

“Salah satu syarat yang cukup berat dirasakan oleh beberapa kawan yang ikut bersaing melamar jadi Dosen staf pengajar di IAIN Sultan Thaha Saifuddin yang sekarang namanya sudah berganti jadi UIN Sultan Thaha Saifuddin saat itu adalah syarat TOEFL yang harus di atas 500 untuk bisa lulus jadi dosen saat itu,” tutur UAS.

Lain lagi, orang dekat sekaligus orang kepercayaan UAS, Ghazali menuturkan bahwa UAS adalah sosok yang penyabar. Jika menghadapi suatu masalah ia akan memilih diam atau tidak bicara. Hingga suasana mencair kembali atau ditemukan solusi.

“Saya juga pernah beliau diamkan sampai berhari-hari. Karena saya ngotot minta beliau mau jadi pengurus salah satu kelompok organisasi. Jadi saya sempat salah paham. Tapi, akhirnya saya sadar saya keliru sudah memaksa beliau. Begitu saya datangi lagi obrolan kami mencair lagi. Seperti tidak pernah ada masalah sebelumnya,” ungkap Ghazali.

“Intinya Ustad Anwar Sadat ini sejauh saya bergaul saya nilai dia mewarisi sifat sabar Ayahnya. Sabar kepada orang terdekat, keluarga maupun orang lain,” urai Ghazali.

“Dan saya yakin beliau memang sudah ada garis tangannya menjadi pemimpin, sebab dari kecil bagaimana ia punya perhatian terhadap kondisi jalan lingkungan yang rusak, katanya waktu itu kalau aku jadi pemimpin di Tungkal ini akan aku bagusi jalan ini,” ucap Anwar Sadat Kecil saat itu.

BACA JUGA  Momen Hari Guru Nasional, Guru Honorer di Tanjab Barat Harapkan Kesejahteraan

“Dan dari nama beliau sendiri sudah ada tanda-tanda itu. Sebab sebagaimana orang rata-rata tahu bahwa orang tua beliau, tuan guru kita kasyaf. Tentunya tidak akan sembarangan memberi nama anak beliau sendiri, tanpa mendapat petunjuk ilham terlebih dahulu. Sehingga akhirnya memutuskan memberikan nama Anwar Sadat yang sangat erat dengan makna Pemimpin Besar yang membawa dari kegelapan ke arah sinar terang dan mencerahkan,” timpal warga Tanjabbar lainnya.

Ustadz KH Anwar Sadat, lahir di Kualatungkal tepat pada tanggal 21 Januari 1966, anak ke-4 Tokoh Sufi Tanjab Barat, Syek M Ali.

KH Anwar Sadat yang akrab disapa UAS ini memiliki Istri bernama Hj Fadhilah dan dikaruniai lima orang anak, dua prempuan tiga laki-laki.

UAS merupakan salah satu alumni SD MHI Kualatungkal, MTs PHI Kualatungkal, dan MA PHI Kualatungkal. Jebolan dari S1 Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi dan Alumni S2 Fakultas IAIN Sumatera Utara ini, dan sempat mencicipi bangku perkuliahan studi doktor di Yogyakarta, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya ke dunia politik.

UAS cukup lama bergulat dengan dunia pendidikan dengan menjadi Dosen Pengajar di IAIN/UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Fakultas Ushuluddin dari 1993 – 2015.

Ketika sudah menjabat menjadi Bupati Tanjab Barat periode 2021 – 2024 dengan kekuasaan yang diamanahkan ke pundaknya oleh masyarakat Tanjab Barat, Ustad Anwar Sadat mewujudkan cita-cita masa kecilnya membangun jalan hingga mulus untuk ditempuh masyarkat, serta memberikan perhatian pada bidang pendidikan dan kesehatan. Dengan program berobat gratis, membangun beton sekolah sekolah yang lama tak tersentuh pembangunan. Bahkan pada program lanjutan Tanjab Barat Berkah Madani akan menggratiskan seragam sekolah bagi anak baru masuk sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP. (*)

TANJABBAR , TJ- Hitungan kurang dari sepekan, tepat pada, Rabu 27 November 2024, masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan menetapkan pilihannya memilih Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar periode 2024 – 2029.

Dari proses demokrasi elektoral ini diharapkan akan lahir pemimpin yang amanah, berbobot dan bermartabat.

Politisi senior sekaligus tokoh masyarakat Tanjabbar, H Abdul Jalil, yang sudah malang-melintang di dunia politik dan pemerintahan, menilai akan sangat rugi jika sosok Ustad Drs KH Anwar Sadat, M.Ag yang berpasangan dengan Dr H Katamso SA, SE, ME tidak melanjutkan roda pemerintahan yang sedang berjalan mewujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Berkah Madani.

“Rugi kita tidak memilih bupati sebaik ini yang kita tahu beliau bukan orang sembarangan,” kata politisi senior tersebut, Jumat (22/11/24).

“Orang luar saja percaya sama beliau ini, dari sekian banyak alim ulama dan kepala daerah se-Indonesia, beliau putera daerah kita ustad Anwar Sadat terpilih jadi khatib Masjid Istiqlal di Ibukota Jakarta,” ungkap H Jalil.

Apa yang disampaikan oleh politisi sekaligus tokoh masyarakat Tanjab Barat, H Abdul Jalil tersebut, buka sekedar isapan jempol belaka jika melihat rekam jejak dan fakta yang ada di masyarakat.

Sebagai seorang putra ulama yang cukup disegani di Kuala Tungkal, Syekh M Ali Bin Syekh Abdul Wahab pengasuh Pondok Pesantren Albaqiyatus Shalihat, sekaligus Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah adalah hal yang lumrah jika ada perlakuan yang sedikit berbeda terhadap sosok Ustadz KH Anwar Sadat (UAS) sedari kecil.

Sebagaimana lazimnya bocah cilik seusianya, di luar jam belajar UAS kecil juga asyik bermain dan bergaul dengan teman-teman seusia dengannya.

Di antara sekian banyak kisah UAS saat masih usia belia hingga menginjak usia belasan tahun. Di saat akan menghadapi ujian kenaikan kelas, UAS berbeda dengan yang lainnya, ia terlihat tenang dan tidak panik, maupun terlihat ngebut belajar. UAS terkesan santai dan rileks.

Melihat hal ini, saudara laki-laki UAS, yang akrab disapa Ustadz Latif mendekati UAS dan mengingatkannya supaya belajar, mengulang-ulang pelajaran supaya tidak tertinggal nilai sekolah dari kawan-kawan sekelas.

UAS yang mendapat teguran dan masukan dari saudara laki-lakinya itu terlihat memilih diam, namun juga tidak membantah.

Di sisi lain, UAS menyempatkan diri membuka sebentar satu persatu dan melihat sekilas beberapa isi buku. Lalu ia memutuskan mengerjakan hal lain selain belajar. Hal ini sering terjadi.

Namun ajaibnya, saat hasil ujian keluar, justru nilai yang diperoleh UAS selalu tinggi di atas rata-rata teman sekelas. Meski terkesan santai saat belajar.

“Begitulah Ustad Anwar Sadat kita ini. Beliau belajarnya sangat santai, tidak ngoyo atau ngotot, tapi pas ujian tiba-tiba pikiran beliau terbuka dengan mudah bisa menjawab soal-soal yang diberikan dan nilainya tinggi tinggi lagi,” ungkap salah satu orang dekat UAS.

Karena kecerdasannya itu, akhirnya UAS dipercaya menjadi Dosen tetap di IAIN/UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

“Salah satu syarat yang cukup berat dirasakan oleh beberapa kawan yang ikut bersaing melamar jadi Dosen staf pengajar di IAIN Sultan Thaha Saifuddin yang sekarang namanya sudah berganti jadi UIN Sultan Thaha Saifuddin saat itu adalah syarat TOEFL yang harus di atas 500 untuk bisa lulus jadi dosen saat itu,” tutur UAS.

Lain lagi, orang dekat sekaligus orang kepercayaan UAS, Ghazali menuturkan bahwa UAS adalah sosok yang penyabar. Jika menghadapi suatu masalah ia akan memilih diam atau tidak bicara. Hingga suasana mencair kembali atau ditemukan solusi.

“Saya juga pernah beliau diamkan sampai berhari-hari. Karena saya ngotot minta beliau mau jadi pengurus salah satu kelompok organisasi. Jadi saya sempat salah paham. Tapi, akhirnya saya sadar saya keliru sudah memaksa beliau. Begitu saya datangi lagi obrolan kami mencair lagi. Seperti tidak pernah ada masalah sebelumnya,” ungkap Ghazali.

“Intinya Ustad Anwar Sadat ini sejauh saya bergaul saya nilai dia mewarisi sifat sabar Ayahnya. Sabar kepada orang terdekat, keluarga maupun orang lain,” urai Ghazali.

“Dan saya yakin beliau memang sudah ada garis tangannya menjadi pemimpin, sebab dari kecil bagaimana ia punya perhatian terhadap kondisi jalan lingkungan yang rusak, katanya waktu itu kalau aku jadi pemimpin di Tungkal ini akan aku bagusi jalan ini,” ucap Anwar Sadat Kecil saat itu.

“Dan dari nama beliau sendiri sudah ada tanda-tanda itu. Sebab sebagaimana orang rata-rata tahu bahwa orang tua beliau, tuan guru kita kasyaf. Tentunya tidak akan sembarangan memberi nama anak beliau sendiri, tanpa mendapat petunjuk ilham terlebih dahulu. Sehingga akhirnya memutuskan memberikan nama Anwar Sadat yang sangat erat dengan makna Pemimpin Besar yang membawa dari kegelapan ke arah sinar terang dan mencerahkan,” timpal warga Tanjabbar lainnya.

Ustadz KH Anwar Sadat, lahir di Kualatungkal tepat pada tanggal 21 Januari 1966, anak ke-4 Tokoh Sufi Tanjab Barat, Syek M Ali.

KH Anwar Sadat yang akrab disapa UAS ini memiliki Istri bernama Hj Fadhilah dan dikaruniai lima orang anak, dua prempuan tiga laki-laki.

UAS merupakan salah satu alumni SD MHI Kualatungkal, MTs PHI Kualatungkal, dan MA PHI Kualatungkal. Jebolan dari S1 Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi dan Alumni S2 Fakultas IAIN Sumatera Utara ini, dan sempat mencicipi bangku perkuliahan studi doktor di Yogyakarta, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya ke dunia politik.

UAS cukup lama bergulat dengan dunia pendidikan dengan menjadi Dosen Pengajar di IAIN/UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Fakultas Ushuluddin dari 1993 – 2015.

Ketika sudah menjabat menjadi Bupati Tanjab Barat periode 2021 – 2024 dengan kekuasaan yang diamanahkan ke pundaknya oleh masyarakat Tanjab Barat, Ustad Anwar Sadat mewujudkan cita-cita masa kecilnya membangun jalan hingga mulus untuk ditempuh masyarkat, serta memberikan perhatian pada bidang pendidikan dan kesehatan. Dengan program berobat gratis, membangun beton sekolah sekolah yang lama tak tersentuh pembangunan. Bahkan pada program lanjutan Tanjab Barat Berkah Madani akan menggratiskan seragam sekolah bagi anak baru masuk sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP. (*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Arus Penumpang di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal Mulai Terjadi Lonjakan

DPRD

DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna ketiga Mendengarkan Tanggapan Bupati Terhadap Raperda APBD-P Tahun 2024.

Tanjab Barat

Persiapan Musda KAHMI Tanjab Barat Hampir Selesai, Umam : Mari Kita Sukseskan

Pilkada

Pilih Nomor 1, Masyarakat Kelapa Gading, Kompak Menangkan UAS Katamso

Pemerintahan

Pemkab Tanjabbar Salurkan Ribuan Paket Sembako di Hari Jadi ke 60

Pemerintahan

Safari Jum’at di Desa Purwodadi,Ini Pesan Pjs Bupati Tanjabbar

Pilkada

KPU Tanjabbar Gelar Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati

Pendidikan

Puluhan Tahun Tidak Tersentuh Pembangunan, Bupati Tanjabbar Resmikan Gedung Baru SDN 29 Pasar Senin