mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Bupati Anwar Sadat Sambut Kunker  Danrem 042/Gapu ke Tanjabbar  Musrenbang RKPD 2027, Wabup Katamso:: Tanjabbar Komitmen  Wujudkan Pembangunan Daerah dan Nasional Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Rakor Lintas Sektoral, Bupati Tanjabbar Siap Dukung Program Nasional Wabup Katamso Rapat Audiensi Percepatan Pembangunan Gerai KDKMP Tanjabbar  Terima SK, Ratusan PNS Tanjabbar di Ambil Sumpah, Wabup Katamso Tekankan Soal IPM

Home / Peristiwa

Kamis, 13 Januari 2022 - 09:06 WIB

Sempat di Angkat Pelaku, Seorang Siswi Lolos Dari Dugaan Penculikan Begini Kronologinya

Tanjab Barat – Seorang anak Siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta 016 “Hidayatul Ihsan” RT 24 Parit III darat, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir,Kabupaten Tanjung Jabung Barat,berhasil selamat dari dugaan aksi penculikan.Namun aksi tersebut berhasil di gagalkan oleh wali murid.

Salah seorang wali murid, Muhammad Damsir mengatakan kejadian tersebut terjadi, Rabu (05/01/22). Saat itu dirinya akan menjemput anaknya. Namun, saat itu ada  seseorang yang mencurigakan berada didepan sekolah.

“Waktu mau jemput anak waktu itu ada orang mondar mandir nampaknyo,”katanya,Senin (10/01/22).

Saat dirinya tanya, pelaku dugaan penculikan itu berubah rubah jawabannya. Awalnya pelaku menyebutkan akan ke Pangkal Duri.

“Awalnya bilang mau Kepangkal Duri, terus bilang lagi mau kerumah Pak Haji Gimin terus ditanya lagi bilang mau ke Parit 4 Darat,” ungkapnya.

Saat ditanya Muhamad Damsir, pelaku juga mengaku tengah menunggu anak sekolah. Pelaku juga mengaku akan mengantarkan ke rumah anak sekolah tersebut. Namun, anak sekolah itu rumahnya dekat dari sekolah.

BACA JUGA  Malam Resepsi Kenegaraan, Bupati Tanjabbar Serukan Kebangkitan Nasional

“Ditanya lagi nunggu anak pulang, kenapa nunggu anak pulang mau antarkan kerumah dia. Diakan punya mamak bapaknya,” ujarnya

Muhammad Dasrman kemudian menanggil sejumlah pihak sekolah. Namun, pelaku kabur denengan menggunakan mobil.

“Mau ngambek anak sini ya, mau kami bantai kamu kalau ambil anak disini. Anak anak kami suruh masuk dan pelaku kabur,” ujarnya.

Menurutnya, dari keterangan warga sekitar diduga pelaku penculikan itu sudah melakukan pengintaian selama tiga hari idsekitar lokasi.

“Kata pak Muis yang punya toko dekat sini pelaku itu sudah tiga hari bolak balik,” ungkapnya.

Ia menyebutkan jika ini kejadian pertama kali. Dia juga meminta kepada orang tua untuk bisa mejemput anak anaknya saat pulang sekolah.

“Was was kami semua disini, kalau bisa jemput dan antar anaknya. Biar aman.”tandansya.

Siswa yang menjadi korban dugaan penculikan Ratih mengatakan jika dirinya sempat di angkat oleh pelaku dan akan dibawak ke mobil. Namun saat itu ada masyarakat yang melihat lalu meneriaki dan pelaku melepaskan kemudian kabur.

BACA JUGA  Bupati Anwar Sadat Kunjungi dan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Kelurahan Betara Kiri

“Iya, saya baru beli jajan di toko depan pas jam istirahat. Waktu itu sempat di angkat mau dibawak ke mobil, tapi untung ada bapak bapak lewat,” katanya.

Dia mengaku takut seletelah kejadian itu. Menurutnya, sekarang dia jarang keluar main ke sebrang jalan. “Waktu itu diam saja, takut sekarang.” tandasnya.

Sementara itu, Salah satu Guru di sekolah tersebut Abdul Karim mengatakan jika setelah kejadian itu ada sejumlah orang tua siswa tidak menyekolahkan anaknya.

“Ada yang gak sekolah anaknya, orang tuanya takut,” katanya.

Dia menyebutkan jika saat ini proses belajar mengejar berjalan seperti biasa. Sekolah juga melakukan pengawasan lebih dan meminta siswa jangan main keluar.”Kita juga lebih waspada sekarang ini.”tutupnya.

Tanjab Barat – Seorang anak Siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta 016 “Hidayatul Ihsan” RT 24 Parit III darat, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir,Kabupaten Tanjung Jabung Barat,berhasil selamat dari dugaan aksi penculikan.Namun aksi tersebut berhasil di gagalkan oleh wali murid.

Salah seorang wali murid, Muhammad Damsir mengatakan kejadian tersebut terjadi, Rabu (05/01/22). Saat itu dirinya akan menjemput anaknya. Namun, saat itu ada  seseorang yang mencurigakan berada didepan sekolah.

“Waktu mau jemput anak waktu itu ada orang mondar mandir nampaknyo,”katanya,Senin (10/01/22).

Saat dirinya tanya, pelaku dugaan penculikan itu berubah rubah jawabannya. Awalnya pelaku menyebutkan akan ke Pangkal Duri.

“Awalnya bilang mau Kepangkal Duri, terus bilang lagi mau kerumah Pak Haji Gimin terus ditanya lagi bilang mau ke Parit 4 Darat,” ungkapnya.

Saat ditanya Muhamad Damsir, pelaku juga mengaku tengah menunggu anak sekolah. Pelaku juga mengaku akan mengantarkan ke rumah anak sekolah tersebut. Namun, anak sekolah itu rumahnya dekat dari sekolah.

“Ditanya lagi nunggu anak pulang, kenapa nunggu anak pulang mau antarkan kerumah dia. Diakan punya mamak bapaknya,” ujarnya

Muhammad Dasrman kemudian menanggil sejumlah pihak sekolah. Namun, pelaku kabur denengan menggunakan mobil.

“Mau ngambek anak sini ya, mau kami bantai kamu kalau ambil anak disini. Anak anak kami suruh masuk dan pelaku kabur,” ujarnya.

Menurutnya, dari keterangan warga sekitar diduga pelaku penculikan itu sudah melakukan pengintaian selama tiga hari idsekitar lokasi.

“Kata pak Muis yang punya toko dekat sini pelaku itu sudah tiga hari bolak balik,” ungkapnya.

Ia menyebutkan jika ini kejadian pertama kali. Dia juga meminta kepada orang tua untuk bisa mejemput anak anaknya saat pulang sekolah.

“Was was kami semua disini, kalau bisa jemput dan antar anaknya. Biar aman.”tandansya.

Siswa yang menjadi korban dugaan penculikan Ratih mengatakan jika dirinya sempat di angkat oleh pelaku dan akan dibawak ke mobil. Namun saat itu ada masyarakat yang melihat lalu meneriaki dan pelaku melepaskan kemudian kabur.

“Iya, saya baru beli jajan di toko depan pas jam istirahat. Waktu itu sempat di angkat mau dibawak ke mobil, tapi untung ada bapak bapak lewat,” katanya.

Dia mengaku takut seletelah kejadian itu. Menurutnya, sekarang dia jarang keluar main ke sebrang jalan. “Waktu itu diam saja, takut sekarang.” tandasnya.

Sementara itu, Salah satu Guru di sekolah tersebut Abdul Karim mengatakan jika setelah kejadian itu ada sejumlah orang tua siswa tidak menyekolahkan anaknya.

“Ada yang gak sekolah anaknya, orang tuanya takut,” katanya.

Dia menyebutkan jika saat ini proses belajar mengejar berjalan seperti biasa. Sekolah juga melakukan pengawasan lebih dan meminta siswa jangan main keluar.”Kita juga lebih waspada sekarang ini.”tutupnya.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Nelayan Terjatuh Saat Akan memperbaiki Pompong di Perairan Kuala Tungkal

Peristiwa

Tabung Senapan Angin Meledak, Seorang Remaja Meninggal

Peristiwa

Satu Unit Bus Jurusan Medan-Palembang Terbakar di Tanjakan Sinaga

Peristiwa

Kebakaran di Gang Antara Warga Pertanyaan Hydrant Tidak Difungsikan

Peristiwa

Dua Warga Tenggelam di Perairan Sungai Pengabuan

Peristiwa

Mengalami Abrasi Sungai, Delapan Rumah Warga Parit Deli Longsor

Peristiwa

Breaking News!! Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Kecamatan Senyerang

Peristiwa

Puluhan Rumah Warga di Kelurahan Lubuk Kambing Terendam Banjir