mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Tinjau Madrasah di Adi Purwa, Anwar Sadat Soroti Kondisi Bangunan yang Masih Memprihatinkan Anwar Sadat Tinjau Peningkatan Jalan Jalur 2 Merlung, Minta Warga Jaga Infrastruktur yang Dibangun Anwar Sadat Instruksikan Camat dan Kades Jemput Anak Putus Sekolah Kembali ke Bangku Pendidikan Bupati Anwar Sadat Minta Camat dan Kades Bergerak Cepat Tangani Sampah, Banjir, dan Anak Putus Sekolah Anwar Sadat Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Data Berkualitas Jadi Fondasi Pembangunan Tanjabbar 

Home / TNI

Rabu, 31 Agustus 2022 - 06:57 WIB

Danrem 042/Gapu Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah

JAMBI – Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono, S.IP., M.M., menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Jend. Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Tito Karnavian M.A, Ph.D dan Menko Marves RI Jend (HOR) (Purn) Luhut Binsar Panjaitan.

Rakor berlangsung secara hybrid, juga diikuti secara virtual oleh Gubernur Jambi Al-Haris, serta Sekda Provinsi Jambi, Pejabat Perwakilan Polda Jambi, Kepala Perwakilan BI Jambi, dan pejabat terkait dari Auditorium Rumah Dinas Gubernur jambi. Selasa (30/08/22).

Demikian disampaikan Kapenrem 042/Gapu Mayor Inf RM Hatta dalam keterangan tertulisnya.

Nampak hadir mendampingi Mendagri diantaranya Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo dan Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono. Dari tempat terpisah hadir Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi H. Abdul Halim Iskandar.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan dengan adanya pandemi COVID-19, semua negara, semua kepala daerah di seluruh Indonesia, sama-sama menghadapi krisis kesehatan yang sama besar untuk pertama kalinya terbesar dalam sejarah yang berlangsung selama dua tahun lebih dan saat ini juga belum selesai.

BACA JUGA  Danrem 042/Gapu Tinjau Lokasi Sumur Minyak Ilegal Terbakar

“Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita termasuk negara yang bisa mengendalikan COVID-19 dan survive secara ekonomi, karena semua kepala negara, kepala daerah berada pada persoalan yang sama yaitu targetnya dalam menghadapi COVID-19 adalah bisa mengendalikan pandemi dengan berbagai indikatornya yang berdampak menurunnya kasus tersebut di bawah standar”, tutur Tito.

Tito Karnavian mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh relatif cukup baik. Namun ada hal yang perlu diwaspadai yaitu ketidakmampuan negara-negara lain mengatasi pandemi COVID-19 dan ketidakmampuan negara lain menjaga ekonominya yang bisa berdampak ke Indonesia karena Indonesia merupakan bagian dari sistem globalisasi ekonomi.

“Ditambah lagi perang Rusia dan Ukraina yang berdampak terhadap perekonomian. Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan ekonomi global mengalami efek dari pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi yang lebih cepat. Dampak tersebut akan mengalir ketiga saluran utama Antara lain harga komoditas yang lebih tinggi, ekonomi dan perdagangan akan terganggu serta berkurangnya kepercayaan bisnis dan ketidakpastian”, pungkasnya.

BACA JUGA  Bupati Anwar Sadat Pimpin Rapat Pembahasan Bisnis BUMD PT Jabung Barat Sakti 

Sebagaimana diketahui Rusia dan Ukraina adalah produsen komoditas minyak, gas alam dan gandum.

Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam paparannya berbagai capaian indikator makro ekonomi Indonesia sampai dengan semester I tahun 2022 ini menunjukan adanya perbaikan sampai dengan semester II tahun 2022.

“Menjadi catatan agar kita terus berupaya bersama-sama menjaga inflasi. Perlu waspada terhadap kenaikan harga komoditas bergejolak, komoditas yang diatur oleh pemerintah serta komoditas energi dan pangan yang diimpor (imported inflation)”, tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris menjelaskan bahwa Intinya hari ini semua bergerak bagaimana mempertahankan harga-harga supaya tetap stabil, serta mengantisipasi jika nanti terjadi kenaikan harga BBM agar tidak dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang langsung menaikan harga-harga komoditi.

“Untuk hari ini, Alhamdulillah semua stabil, dan mudah-mudahan pada bulan September akan Deflasi,” ungkap Al-Haris. (LT)

JAMBI – Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono, S.IP., M.M., menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Jend. Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Tito Karnavian M.A, Ph.D dan Menko Marves RI Jend (HOR) (Purn) Luhut Binsar Panjaitan.

Rakor berlangsung secara hybrid, juga diikuti secara virtual oleh Gubernur Jambi Al-Haris, serta Sekda Provinsi Jambi, Pejabat Perwakilan Polda Jambi, Kepala Perwakilan BI Jambi, dan pejabat terkait dari Auditorium Rumah Dinas Gubernur jambi. Selasa (30/08/22).

Demikian disampaikan Kapenrem 042/Gapu Mayor Inf RM Hatta dalam keterangan tertulisnya.

Nampak hadir mendampingi Mendagri diantaranya Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo dan Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono. Dari tempat terpisah hadir Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi H. Abdul Halim Iskandar.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan dengan adanya pandemi COVID-19, semua negara, semua kepala daerah di seluruh Indonesia, sama-sama menghadapi krisis kesehatan yang sama besar untuk pertama kalinya terbesar dalam sejarah yang berlangsung selama dua tahun lebih dan saat ini juga belum selesai.

“Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita termasuk negara yang bisa mengendalikan COVID-19 dan survive secara ekonomi, karena semua kepala negara, kepala daerah berada pada persoalan yang sama yaitu targetnya dalam menghadapi COVID-19 adalah bisa mengendalikan pandemi dengan berbagai indikatornya yang berdampak menurunnya kasus tersebut di bawah standar”, tutur Tito.

Tito Karnavian mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh relatif cukup baik. Namun ada hal yang perlu diwaspadai yaitu ketidakmampuan negara-negara lain mengatasi pandemi COVID-19 dan ketidakmampuan negara lain menjaga ekonominya yang bisa berdampak ke Indonesia karena Indonesia merupakan bagian dari sistem globalisasi ekonomi.

“Ditambah lagi perang Rusia dan Ukraina yang berdampak terhadap perekonomian. Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan ekonomi global mengalami efek dari pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi yang lebih cepat. Dampak tersebut akan mengalir ketiga saluran utama Antara lain harga komoditas yang lebih tinggi, ekonomi dan perdagangan akan terganggu serta berkurangnya kepercayaan bisnis dan ketidakpastian”, pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Rusia dan Ukraina adalah produsen komoditas minyak, gas alam dan gandum.

Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam paparannya berbagai capaian indikator makro ekonomi Indonesia sampai dengan semester I tahun 2022 ini menunjukan adanya perbaikan sampai dengan semester II tahun 2022.

“Menjadi catatan agar kita terus berupaya bersama-sama menjaga inflasi. Perlu waspada terhadap kenaikan harga komoditas bergejolak, komoditas yang diatur oleh pemerintah serta komoditas energi dan pangan yang diimpor (imported inflation)”, tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris menjelaskan bahwa Intinya hari ini semua bergerak bagaimana mempertahankan harga-harga supaya tetap stabil, serta mengantisipasi jika nanti terjadi kenaikan harga BBM agar tidak dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang langsung menaikan harga-harga komoditi.

“Untuk hari ini, Alhamdulillah semua stabil, dan mudah-mudahan pada bulan September akan Deflasi,” ungkap Al-Haris. (LT)

Share :

Baca Juga

TNI

Menerima Anugerah Anggota Kehormatan LAM Jambi, Begini Tanggapan Pangdam II/Swj

TNI

Kasi Perencanaan Korem 042/Gapu Pimpin Rapat Tim Pokja Zona Integritas

TNI

Pemprov Jambi Buat MoU Dengan Korem 042/Gapu Soal Karya Bhakti TNI

TNI

Danrem 042/Gapu Terima Tanda Penghargaan Lencana Darma Bakti di Hari Pramuka Ke-61

TNI

Korem 042/Garuda Putih Siap Amankan Kunjungan Mantan Wapres Yusuf Kalla

TNI

Korem 042/Gapu Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan

TNI

Staf Perencana Korem 042/Gapu Ikuti Bimtek Survey Online Secara Virual

TNI

Danrem 042/Gapu dan Kapolda Jambi Ikut Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Mendagri