TANJABBAR, TJ – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus memperkuat akuntabilitas dan koordinasi antarperangkat daerah.
Penegasan itu disampaikan Anwar Sadat saat memimpin Rapat Evaluasi Laporan Pelaksanaan Kegiatan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Kamis (30/7/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II), Asisten Administrasi Umum (Asisten III), para kepala OPD, kepala badan, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta seluruh camat se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana capaian program dan kegiatan selama Triwulan II 2026, baik dari sisi realisasi fisik maupun keuangan.
Namun, bagi Bupati, evaluasi tidak boleh berhenti pada persoalan angka. Forum tersebut harus mampu mengungkap berbagai kendala dalam pelaksanaan program sekaligus menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat pencapaian target pembangunan pada triwulan berikutnya.
“Rapat evaluasi ini bukan sekadar melihat angka realisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi hambatan, mencari solusi, serta memastikan setiap program dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel,” tegas Anwar Sadat.
Untuk memperkuat pengendalian dan monitoring program, Bupati menginstruksikan seluruh kepala OPD dan camat agar menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan paling lambat setiap tanggal 10 setiap bulan.
Menurutnya, kedisiplinan dalam penyampaian laporan sangat penting untuk memastikan kesesuaian dan sinkronisasi data realisasi fisik maupun keuangan. Data tersebut selanjutnya menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi, menyusun kebijakan, serta mengambil keputusan secara tepat.
Dalam kesempatan itu, Anwar Sadat juga memberikan apresiasi terhadap kehati-hatian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyusun anggaran agar tetap terukur dan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar prinsip kehati-hatian tidak justru memperlambat pelaksanaan program di lapangan.
“Pemerintah daerah mengapresiasi kehati-hatian Tim Anggaran Pemerintah Daerah dalam menyusun anggaran yang terukur. Namun, kehati-hatian tersebut harus diimbangi dengan keberanian, kreativitas, serta ketepatan eksekusi di tingkat OPD agar manfaat program pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Bupati menekankan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan dan penganggaran, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan setiap perangkat daerah dalam mengeksekusi program secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Karena itu, seluruh OPD dan camat diminta terus memperkuat koordinasi, meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta tidak ragu mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan kegiatan.
“Sinergi antarperangkat daerah harus terus diperkuat. Setiap program yang telah direncanakan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui evaluasi Triwulan II ini, Pemkab Tanjung Jabung Barat mendorong seluruh perangkat daerah menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja pada periode berikutnya.
Dengan pengawasan yang lebih disiplin, pelaporan yang tepat waktu, serta koordinasi dan eksekusi program yang semakin kuat, pemerintah daerah menargetkan pembangunan dapat berjalan lebih efektif, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)
TANJABBAR, TJ – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus memperkuat akuntabilitas dan koordinasi antarperangkat daerah.
Penegasan itu disampaikan Anwar Sadat saat memimpin Rapat Evaluasi Laporan Pelaksanaan Kegiatan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Kamis (30/7/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II), Asisten Administrasi Umum (Asisten III), para kepala OPD, kepala badan, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta seluruh camat se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana capaian program dan kegiatan selama Triwulan II 2026, baik dari sisi realisasi fisik maupun keuangan.
Namun, bagi Bupati, evaluasi tidak boleh berhenti pada persoalan angka. Forum tersebut harus mampu mengungkap berbagai kendala dalam pelaksanaan program sekaligus menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat pencapaian target pembangunan pada triwulan berikutnya.
“Rapat evaluasi ini bukan sekadar melihat angka realisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi hambatan, mencari solusi, serta memastikan setiap program dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel,” tegas Anwar Sadat.
Untuk memperkuat pengendalian dan monitoring program, Bupati menginstruksikan seluruh kepala OPD dan camat agar menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan paling lambat setiap tanggal 10 setiap bulan.
Menurutnya, kedisiplinan dalam penyampaian laporan sangat penting untuk memastikan kesesuaian dan sinkronisasi data realisasi fisik maupun keuangan. Data tersebut selanjutnya menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi, menyusun kebijakan, serta mengambil keputusan secara tepat.
Dalam kesempatan itu, Anwar Sadat juga memberikan apresiasi terhadap kehati-hatian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyusun anggaran agar tetap terukur dan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar prinsip kehati-hatian tidak justru memperlambat pelaksanaan program di lapangan.
“Pemerintah daerah mengapresiasi kehati-hatian Tim Anggaran Pemerintah Daerah dalam menyusun anggaran yang terukur. Namun, kehati-hatian tersebut harus diimbangi dengan keberanian, kreativitas, serta ketepatan eksekusi di tingkat OPD agar manfaat program pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Bupati menekankan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan dan penganggaran, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan setiap perangkat daerah dalam mengeksekusi program secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Karena itu, seluruh OPD dan camat diminta terus memperkuat koordinasi, meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta tidak ragu mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan kegiatan.
“Sinergi antarperangkat daerah harus terus diperkuat. Setiap program yang telah direncanakan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui evaluasi Triwulan II ini, Pemkab Tanjung Jabung Barat mendorong seluruh perangkat daerah menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja pada periode berikutnya.
Dengan pengawasan yang lebih disiplin, pelaporan yang tepat waktu, serta koordinasi dan eksekusi program yang semakin kuat, pemerintah daerah menargetkan pembangunan dapat berjalan lebih efektif, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)








