TANJABBAR, TJ – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mendorong Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Saka Bakti Husada (SBH) bergerak membagikan 2.000 masker kepada masyarakat, Senin (12/10/2026).
Aksi sosial tersebut menyasar warga yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang memburuk, termasuk penumpang speedboat, pedagang, pengendara, dan masyarakat di sejumlah kawasan padat aktivitas Kota Kuala Tungkal.
Pembagian masker dilakukan di beberapa titik, antara lain Pelabuhan Lasdap, kawasan Water Front City (WFC), Pelabuhan Abbas, Pelabuhan Ampera, Pasar Kuatic, serta Jalan Asia. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan polusi udara akibat kabut asap.
Kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan semakin meningkat setelah hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kuala Tungkal mencapai 463.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat, Sahala Simatupang, menyebut angka tersebut masuk kategori sangat berbahaya. Pemantauan kualitas udara, katanya, dilakukan dua kali dalam sehari untuk mengetahui perkembangan kondisi pencemaran.
“Dalam satu hari, kita melakukan pengukuran kualitas udara sebanyak dua kali. Hari ini ISPU terpantau 463, dan ini masuk dalam kategori sangat berbahaya,” ungkap Sahala saat
mengikuti kegiatan pembagian masker.
Situasi tersebut menjadi perhatian serius karena masyarakat masih menjalankan aktivitas harian di luar ruangan, sementara paparan asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Ketua SMSI Tanjung Jabung Barat, Ikmal Mardiansyah, mengatakan keterlibatan organisasinya merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap keselamatan masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara.
Menurut Ikmal, kolaborasi dengan Dinkes, Dishub, dan SBH menjadi upaya untuk memperluas jangkauan bantuan sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko kesehatan akibat kabut asap.
“Gerakan berbagi masker ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat, sehingga kami bisa bergerak bersama untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Pembagian ribuan masker tersebut diharapkan dapat membantu warga melindungi diri ketika terpaksa beraktivitas di luar rumah. Namun, penggunaan masker bukan satu-satunya langkah perlindungan yang diperlukan ketika pencemaran udara berada pada tingkat berbahaya.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menghindari kegiatan fisik berat di area terbuka, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.
Di tengah ancaman kabut asap yang belum mereda, kolaborasi lintas instansi ini menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan penanganan sumber karhutla dan upaya pemulihan kualitas udara di Tanjung Jabung Barat.(*)









