mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Lantik Lima Pejabat, Anwar Sadat Tekankan Kinerja Nyata dan Pelayanan Prima Katamso Dorong Sampah Jadi Sumber Ekonomi, Tanjabbar Butuh Mesin Pengolahan Sampah Tanjabbar Capai 5,5 Ton Sehari, Katamso Soroti Rendahnya Penanganan Bukan Sekadar Soal Gedung, Disdik Ungkap Dilema di Balik Nasib SDN 121 Tanjabbar Kunker ke Kuala Betara, Anwar Sadat Dorong Pendidikan Tak Sekadar Cetak Lulusan, Santri Harus Mandiri

Home / Advetorial

Kamis, 10 September 2026 - 18:42 WIB

Katamso Dorong Sampah Jadi Sumber Ekonomi, Tanjabbar Butuh Mesin Pengolahan

TANJABBAR, TJ — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) mulai mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah. Bukan lagi sekadar limbah yang harus diangkut dan dibuang, sampah diarahkan menjadi sumber daya yang bisa diolah dan memiliki nilai ekonomi.

 

Wakil Bupati Tanjab Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., mengatakan pengelolaan sampah harus masuk ke dalam konsep ekonomi sirkular sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat dari proses pengolahan tersebut.

 

Pernyataan itu disampaikan Katamso saat menghadiri Bimbingan Teknis Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat di Hotel Masakini Syariah Kuala Tungkal, Kamis (10/9/2026).

 

Katamso mengungkapkan, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat juga berbanding lurus dengan bertambahnya produksi sampah. Dengan pertumbuhan ekonomi daerah sekitar 5,21 persen, timbulan sampah Tanjab Barat diperkirakan mencapai 5,5 ton setiap hari.

 

Ironisnya, dari jumlah tersebut, sampah yang baru tertangani disebut baru sekitar 33 persen.

 

“Di balik pertumbuhan ekonomi tersebut terdapat konsekuensi yang harus kita kelola bersama, salah satunya meningkatnya timbulan sampah,” kata Katamso.

 

Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin pengelolaan sampah berhenti pada pola lama berupa pengumpulan dan pengangkutan. Pengolahan di tingkat masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk mengurangi beban sistem persampahan.

BACA JUGA  Situs e-VOA Palsu Muncul di Pencarian Google, Plt.Dirjen Imigrasi :Situs Resmi e-VOA Hanya di molina.imigrasi.go.id

 

“Kami ingin pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada kegiatan pengumpulan dan pengangkutan, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi sirkular,” ujarnya.

 

Katamso bahkan menunjuk praktik pengolahan sampah menjadi paving block sebagai salah satu contoh bahwa limbah rumah tangga dapat diubah menjadi produk bernilai guna.

 

Namun, pengembangan konsep tersebut membutuhkan dukungan peralatan. Pemkab Tanjab Barat masih mengharapkan bantuan pemerintah pusat, terutama mesin pemilah, mesin pencacah dan fasilitas pengolahan sampah.

 

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat peran kelompok masyarakat di sejumlah kecamatan. Kelompok-kelompok tersebut diharapkan menjadi motor pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan.

Dukungan operasional turut diberikan melalui penyerahan motor roda tiga dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kendaraan tersebut diharapkan mampu memperlancar pengumpulan dan pengangkutan sampah di tingkat masyarakat.

 

Langkah lain yang disiapkan Pemkab Tanjab Barat adalah pembangunan depo sampah di sekitar kawasan terminal, pintu masuk Kuala Tungkal.

Keberadaan depo tersebut dirancang sebagai titik pengumpulan sementara sehingga sistem pengangkutan dapat dilakukan secara lebih teratur dan efisien.

BACA JUGA  Halte Desa Sungai Serindit Rusak, Bupati Anwar Sadat Cek Langsung ke Lokasi

 

Pemkab juga membuka opsi kerja sama atau penyewaan kendaraan pengangkut sebagai upaya menjaga pelayanan persampahan tetap berjalan secara berkesinambungan.

Di hadapan peserta bimtek, Katamso kembali menekankan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri.

 

“Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

 

Sementara itu, Elpisina, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB Dapil Jambi, menilai penanganan sampah membutuhkan kesadaran bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Menurutnya, penanganan harus dimulai dari tingkat paling bawah dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Elpisina juga mengapresiasi langkah Pemkab Tanjab Barat yang terus berupaya memperkuat sarana persampahan. Ia mendorong pemerintah daerah tetap berinovasi meski menghadapi keterbatasan anggaran.

 

Ia berharap hasil bimtek tidak berhenti pada ruang pelatihan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus dibawa pulang, diterapkan, dan ditularkan kepada masyarakat.

Dengan penguatan kelompok masyarakat, dukungan sarana, serta pengembangan ekonomi sirkular, pengelolaan sampah di Tanjab Barat diharapkan tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.(*)

Share :

Baca Juga

Advetorial

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Mengucapkan Selamat MENUNAIKAN IBADAH HAJI TAHUN 1447 H / 2026 M JAMAAH HAJI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Tegaskan Larangan Bakar Lahan, Pelaku Karhutla Terancam Tindakan Tegas

Advetorial

Panen Raya Melon Kuala Dasal Tembus Pasar Batam dan Jakarta, Bupati Dorong Jadi Model Pertanian Modern

Advetorial

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah, Wabup Tanjabbar Hadiri Secara Virtual

Advetorial

Lantik Lima Pejabat, Anwar Sadat Tekankan Kinerja Nyata dan Pelayanan Prima

Advetorial

Dari Sekolah hingga Tanggul Jebol, Anwar Sadat Soroti Infrastruktur dan Akses Warga di Kuala Betara

Advetorial

Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Bupati Anwar Sadat Tegaskan Kesiapan Tanjabbar 

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Canangkan Bulan Serengkuh Dayung 2026, Hadirkan Layanan Terpadu untuk Warga Tanjabbar