TANJABBAR, TJ — Pendidikan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tidak hanya diarahkan untuk mengejar kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kuala Betara, Rabu (9/9/2026).
Salah satu lokasi yang dikunjungi Bupati yakni Pondok Pesantren Riyadhul Jannah. Di hadapan pengelola pondok, Anwar Sadat menekankan bahwa membangun lembaga pendidikan membutuhkan ketulusan dan komitmen dalam membentuk generasi masa depan.
Menurutnya, pendidikan agama harus berjalan beriringan dengan pembekalan keterampilan praktis agar para santri tidak hanya memiliki bekal keilmuan, tetapi juga mampu berdiri secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kita harus punya niat tulus untuk mendidik anak-anak kita. Di pondok ini akan dibuka program Tahfiz Al-Qur’an,” ujar Anwar Sadat.
Ia juga mendorong agar pendidikan di pesantren tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas. Para santri, kata dia, perlu dikenalkan dengan berbagai keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan.
“Sekolah tetap jalan, tapi juga harus punya keterampilan di lapangan. Bisa bertani, berkebun seperti melon, dan beternak ikan tambak. Biar anak-anak kita mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Perhatian terhadap dunia pendidikan juga terlihat ketika Bupati meninjau SDN 047 Sungai Dualap. Sekolah tersebut menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mendapat perhatian karena kondisi bangunannya yang sudah cukup tua.
Selain kondisi bangunan, fasilitas pendukung seperti sanitasi dan MCK bagi siswa juga menjadi sorotan. Pemerintah daerah menilai fasilitas dasar tersebut penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan layak bagi peserta didik.
“Infrastruktur sekolah menjadi perhatian Pemerintah Daerah, termasuk fasilitas MCK untuk anak-anak sekolah. Ini harus segera kita benahi agar anak-anak nyaman belajar,” katanya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan pendidikan di Tanjung Jabung Barat tidak hanya menyangkut fisik sekolah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.
Bagi Anwar Sadat, pendidikan ideal harus mampu menggabungkan pengetahuan, nilai keagamaan, keterampilan, dan kemandirian. Dengan begitu, lulusan tidak hanya siap melanjutkan pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja.(*)









