TANJABBAR, TJ – Kasus kebakaran di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengalami peningkatan signifikan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) setempat mencatat 54 kejadian sepanjang Januari hingga Oktober 2026, meningkat 74,19 persen dibandingkan total 31 kejadian selama 2025.
Dari 54 kejadian tersebut, total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp960 juta. Sementara itu, sepanjang 2025, kerugian akibat 31 kejadian kebakaran tercatat sekitar Rp800 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data bulanan Januari hingga Oktober 2026, lonjakan tertinggi terjadi pada Agustus dengan 13 kejadian, disusul September sebanyak 11 kejadian dan Oktober tujuh kejadian.
Pada Januari tercatat lima kejadian, Februari empat kejadian, Maret tiga kejadian, April tiga kejadian, Mei satu kejadian, Juni empat kejadian, dan Juli tiga kejadian.
Plt. Kepala Dinas Damkarmat Tanjabbar, H. Hidayat Kasuma, S.Sos.I, membenarkan peningkatan jumlah kebakaran tersebut saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2026).
“Benar, data kami tahun 2025 ada 31 kejadian, dan di tahun 2026 ini naik menjadi 54 kejadian. Kenaikannya sekitar 74 persen. Peningkatan paling tinggi terjadi di bulan Agustus dan September kemarin,” ujarnya.
Menurut Hidayat, penyebab kebakaran masih didominasi korsleting listrik dan kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor. Adapun objek yang terbakar meliputi rumah tinggal, bangunan umum, fasilitas industri, hingga kendaraan.
Kejadian kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kondisi ini menjadi perhatian, mengingat kebakaran tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.
Hidayat mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan, terutama dengan memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak menumpuk penggunaan stopkontak, serta memastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu mengecek instalasi listrik, jangan menumpuk stopkontak, dan pastikan kompor sudah mati. Kalau terjadi kebakaran, segera hubungi Damkar. Kami siaga 24 jam,” tegasnya.
Damkarmat Tanjabbar mengingatkan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci penting untuk mencegah kebakaran dan meminimalkan kerugian yang ditimbulkan.(*)








