MUARO JAMBI,TJ— Kehilangan uang tunai Rp6 juta, telepon genggam, dan kacamata saat menjalani perawatan di RSUD Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, membuat keluarga pasien Sumiyem berharap adanya penelusuran serius. Peristiwa yang terjadi pada dini hari, 23 September 2026, di ruang rawat inap penyakit dalam dewasa itu kini menjadi perhatian terhadap aspek keamanan barang pribadi pasien di lingkungan rumah sakit.
Sumiyem, warga Bahar Selatan, dilaporkan kehilangan sejumlah barang berharga ketika sedang menjalani perawatan medis. Barang yang hilang meliputi uang tunai Rp6 juta, satu unit telepon genggam merek Samsung, serta sebuah kacamata.
Kejadian tersebut menimbulkan kerugian bagi korban sekaligus kekhawatiran bagi keluarga yang mendampingi pasien. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan selama pasien menjalani perawatan.
Pihak keluarga Sumiyem telah mendatangi kepolisian setempat untuk menyampaikan pengaduan terkait kehilangan tersebut.
Namun, pengaduan itu belum disertai laporan tertulis. Berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga, pihak kepolisian meminta adanya laporan tertulis yang menerangkan bahwa korban telah mengalami kehilangan barang saat berada di ruang rawat inap.
Dengan demikian, perkembangan penanganan perkara tersebut masih memerlukan kejelasan lebih lanjut. Belum ada informasi terkonfirmasi mengenai pihak yang bertanggung jawab maupun hasil penelusuran atas kehilangan tersebut.
Keluarga korban berharap pengaduan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti sehingga kejadian itu bisa ditelusuri berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia.
Peristiwa ini turut memunculkan harapan agar pengawasan di lingkungan ruang rawat inap mendapat perhatian, terutama pada malam hingga dini hari ketika aktivitas di rumah sakit cenderung berbeda dibandingkan siang hari.
Pemeriksaan rekaman kamera pengawas atau CCTV, apabila tersedia, serta penelusuran aktivitas di sekitar lokasi kejadian dapat menjadi bagian dari upaya mengungkap kronologi kehilangan.
Evaluasi terhadap pengawasan akses keluar-masuk ruang perawatan juga diharapkan dapat dilakukan untuk memperkuat perlindungan terhadap pasien dan keluarga.
Meski demikian, penyebab kehilangan dan pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan. Karena itu, penelusuran lebih lanjut diperlukan agar tidak muncul kesimpulan yang mendahului fakta.
Sementara itu, pihak RSUD Sungai Bahar belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.
Saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit menyampaikan belum dapat memberikan keterangan dengan alasan sedang sibuk.
Belum adanya penjelasan resmi membuat sejumlah hal masih memerlukan klarifikasi, termasuk langkah yang telah dilakukan pihak rumah sakit setelah kejadian serta evaluasi yang mungkin diperlukan untuk mencegah peristiwa serupa terulang.
Keluarga korban dan masyarakat berharap persoalan ini mendapat perhatian dari pihak terkait. Penelusuran yang jelas diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga Sumiyem sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap aspek
keamanan di lingkungan rumah sakit.
Sebab, ketika pasien tengah berjuang untuk pulih, keamanan barang pribadi juga menjadi bagian dari kenyamanan yang diharapkan selama menjalani perawatan.(*)








