mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Gelar Malam Pisah Sambut, Kepada Kapolres Lama Bupati Anwar Sadat Ucapkan Selamat Bertugas di Tempat Yang Baru Bupati Anwar Sadat Hadiri Haul Ke-78 Tuan Guru Datu Sapat Bupati Anwar Sadat Safari Jumat di BTN Manunggal I Bupati Tanjab Barat Kunjungi Kantor Pos Kuala Tungkal Tunjukan Kepedulian Bupati Tanjab Barat Jenguk Pengawas Pemilu yang Sakit

Home / Pembangunan

Kamis, 14 Juli 2022 - 13:37 WIB

Merasa Terzolimi, Rekanan CV Mitra Pengabuan Meradang Bakal Pidanakan Pokja Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Proses lelang Proyek melalui Kelompok Kerja( Pokja), di LPSE Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai kisruh antara pihak rekanan (Kontraktor).

Pasalnya, salah satu rekanan menilai proses lelang proyek dibagian Pokja dianggap telah merugikan dan menzolimi pihaknya selaku pemilik CV.

Hal tersebut diungkapkan oleh rekanan CV Mitra Pengabuan Yoyon Hariyanto, ia menyebutkan Pokja dalam hal ini di sinyalir ada permainan antara perusahaan lain selaku untuk mengugurkan pihaknya.

“Kita dalam hal ini tidak puas hasil jawaban sanggahan dan keberatan dari pokja, kita melakukan sanggah banding atas proses tender pekerjaan belanja modal atas pembangunan gedung tempat kerja lainnya.” Tegasnya.

Dengan di batalkannya Perusahaan miliknya, pria yang akrab disapa mas Yoyon ini merasa dirugikan. Padahal kata dia perusahaannya miliknya telah melengkapi semua sesuai persyaratan yang berlaku.

BACA JUGA  Pembangunan Pekerjaan Proyek Setapak Beton Dinas Perkim Diduga di Kerjakan Asal Jadi

“Syarat sudah kita lengkapi semua persyaratan, mulai dari dokumen penawaran, atministrasi. Pada intinya lengkap, kok kenapa perusahaan lain yang bisa jadi pemenang,” Kesalnya.

Ia menduga ada kejanggalan, salah satu masalah teknis Sisa Kemampuan Paket (SKP) dengan minimal lima perkerjaan, namun kenyataannya perusahaan pemenang bisa sampai 7 perkerjaan.

“Dugaan kita ini ada persekokolan pokja dengan perusahaan pemenang. Dalam hal ini perusahaan kita merasa dirugikan,” Katanya.

Ia mengatakan, Pokja Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tidak profesional dalam melakukan evaluasi dokumen dan tidak memenuhi etika, prinsip dasar dan tidak memiliki kemampuan teknis bagaimana melakukan evaluasi dokumen penawaran secara baik dan benar.

BACA JUGA  Dukung Minat Baca WBP,Warga Serahkan 60 Buku Pengetahuan Agama Ke Lapas Kelas II B Kuala Tungkal

” Pokja pemilihan VIII UKPBJ Tanjung Jabung Barat, telah melakukan pelanggaran hukum dan bisa dikategorikan pidana karena terindikasi praktek persekokolan pada pelaksanaan pengadaan paket ke perusahaan pemenang.” Ungkapnya.

Akibat ada kejanggalan ini, Tegas Yoyon, pihaknya sudah melayangkan surat tembusan sanggahan ditujukan kepada pihak Kejaksaan, Infektorat, Bupati, Disbunak, LKPP dan KPU – KPD Batam.

” Kami menyatakan bahwa paket lelang ini dianggap cacat hukum secara atministrasi dan harus dibatalkan, melalui sanggahan ini kita menyatakan keberatan dengan hasil tender yang tidak diskriminatif dan transparan. Kita juga meminta kepada instansi terkait untuk mengusut ketua ULP dan Pokja pemilihan UKPBJ Tanjung Jabung Barat.” Pungkasnya. (Team)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Pembangunan

Program Kegiatan TPS3R Diduga ada Intervensi Oknum 

Pembangunan

Dana Alokasi Umum Kelurahan Tungkal Harapan Diduga Hilang

Pembangunan

Awal Pekerjaan Jalan Setapak Beton Asal Asalan, Dewan Minta Kontraktor Bertanggungjawab

Pembangunan

Pembangunan Pekerjaan Proyek Setapak Beton Dinas Perkim Diduga di Kerjakan Asal Jadi

Pembangunan

Ganti Rugi Tak Kunjung Dibayar, Warga Unjuk Rasa Ancam Stop proyek Pembangunan Jembatan PT. JEC

Pembangunan

Tidak Sesuai Harapan Masyarakat, Pekerjaan Peningkatan Jalan CV Lily Jadi Sorotan Anggota DPDR Tanjab Barat

Pembangunan

Kondisi Jembatan Memprihatinkan, Warga Dusun Sepakat Senyerang Minta Perbaikan Dari Pemkab

Pembangunan

Lakukan Pemadaman,PLN ULP Kuala Tungkal Akan Evakuasi Beban dari GI Sabak ke GI Kuala Tungkal