TANJABBAR, TJ – Kondisi bangunan Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman di Desa Adi Purwa, Kecamatan Merlung, mendapat perhatian langsung dari Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat melakukan kunjungan lapangan, Jumat (12/6/26).
Di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan, Bupati mengaku prihatin melihat masih adanya lembaga pendidikan keagamaan yang harus berjuang dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Menurutnya, kondisi bangunan madrasah yang membutuhkan perbaikan tidak boleh diabaikan karena pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Madrasah bukan hanya tempat belajar membaca dan memahami agama, tetapi juga menjadi benteng moral bagi anak-anak kita. Karena itu, keberadaannya harus mendapat perhatian yang sama dengan sekolah umum,” ujar Anwar Sadat.
Ia menegaskan, pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan umum. Sebagian besar bangunan SD dan SMP di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini telah berada dalam kondisi yang lebih baik. Namun, masih terdapat sejumlah madrasah yang memerlukan dukungan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara layak dan nyaman.
Menurut Bupati, perbaikan fasilitas pendidikan keagamaan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
Desa Adi Purwa, kata dia, memiliki peluang besar memperoleh dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan maupun skema sertifikasi perkebunan berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.
Untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap perbaikan madrasah tersebut, Bupati menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp15 juta guna mendukung rehabilitasi Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman. Bantuan itu diharapkan dapat mempercepat upaya pembenahan bangunan sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih optimal.
Selain menyoroti kondisi fisik madrasah, Bupati juga mengingatkan pentingnya mendukung program wajib belajar 13 tahun. Ia meminta seluruh elemen masyarakat memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, baik di sekolah umum maupun lembaga pendidikan keagamaan.
Menurutnya, pendidikan agama menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun generasi yang berakhlak mulia sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba yang mulai merambah hingga ke wilayah pedesaan.
“Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan memiliki karakter kuat. Karena itu, madrasah harus terus didukung agar mampu menjalankan perannya dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas,” tegasnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di daerah. Dengan dukungan berbagai pihak, Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih representatif dan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Adi Purwa.(*)
TANJABBAR, TJ – Kondisi bangunan Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman di Desa Adi Purwa, Kecamatan Merlung, mendapat perhatian langsung dari Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat melakukan kunjungan lapangan, Jumat (12/6/26).
Di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan, Bupati mengaku prihatin melihat masih adanya lembaga pendidikan keagamaan yang harus berjuang dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Menurutnya, kondisi bangunan madrasah yang membutuhkan perbaikan tidak boleh diabaikan karena pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Madrasah bukan hanya tempat belajar membaca dan memahami agama, tetapi juga menjadi benteng moral bagi anak-anak kita. Karena itu, keberadaannya harus mendapat perhatian yang sama dengan sekolah umum,” ujar Anwar Sadat.
Ia menegaskan, pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan umum. Sebagian besar bangunan SD dan SMP di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini telah berada dalam kondisi yang lebih baik. Namun, masih terdapat sejumlah madrasah yang memerlukan dukungan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara layak dan nyaman.
Menurut Bupati, perbaikan fasilitas pendidikan keagamaan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
Desa Adi Purwa, kata dia, memiliki peluang besar memperoleh dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan maupun skema sertifikasi perkebunan berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.
Untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap perbaikan madrasah tersebut, Bupati menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp15 juta guna mendukung rehabilitasi Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman. Bantuan itu diharapkan dapat mempercepat upaya pembenahan bangunan sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih optimal.
Selain menyoroti kondisi fisik madrasah, Bupati juga mengingatkan pentingnya mendukung program wajib belajar 13 tahun. Ia meminta seluruh elemen masyarakat memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, baik di sekolah umum maupun lembaga pendidikan keagamaan.
Menurutnya, pendidikan agama menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun generasi yang berakhlak mulia sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba yang mulai merambah hingga ke wilayah pedesaan.
“Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan memiliki karakter kuat. Karena itu, madrasah harus terus didukung agar mampu menjalankan perannya dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas,” tegasnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di daerah. Dengan dukungan berbagai pihak, Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih representatif dan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Adi Purwa.(*)








