mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
•   LIVE TV
Ketua DPRD Tanjabbar Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Komitmen Menjaga Persatuan Pancasila Tak Cukup Diperingati, Wabup Katamso Tekankan Implementasi dalam Pelayanan Publik Aktivitas Kopra Ganggu Jalan, Satpol PP Tanjabbar Beri Teguran kepada Pelaku Usaha Rasio Elektrifikasi Baru 84,82 Persen, Tanjabbar Genjot 25 Titik Program Lisdes Hadapi Perubahan Iklim, Tanjabbar Perkuat Literasi Cuaca untuk Pertanian dan Perkebunan

Home / Berita

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:26 WIB

SMC Tanjabbar Apresiasi Slow Riding 2026 Vol. 1, Dorong Budaya Safety Riding dan Legalitas Komunitas

TANJABBAR, TERASJAMBI.ID — Siginjai Motor Custom (SMC) Chapter Tanjung Jabung Barat mengapresiasi pelaksanaan Slow Riding 2026 Vol. 1 yang digelar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

 

Bagi SMC, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda komunitas otomotif, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, membangun solidaritas antarkomunitas, sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan dan ketertiban dalam berkendara.

 

Ketua SMC Chapter Tanjung Jabung Barat, Bambang Pratama Putra (Bembeng), menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

“Kami dari SMC Chapter Tanjabbar mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Slow Riding 2026 Vol. 1. Kami mengapresiasi kegiatan positif yang membawa pesan keselamatan berkendara sekaligus mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar-komunitas otomotif,” ujar Bembeng.

 

Menurutnya, budaya safety riding perlu terus ditanamkan kepada seluruh pengguna kendaraan bermotor. Dalam konteks tersebut, komunitas otomotif dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh dalam menerapkan perilaku berkendara yang aman, tertib dan bertanggung jawab.

 

Bembeng menegaskan, keberadaan komunitas otomotif tidak semata-mata berkaitan dengan kendaraan, modifikasi maupun kegiatan touring. Lebih dari itu, komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan edukasi dan contoh positif kepada masyarakat.

BACA JUGA  Bupati Tanjab Barat Kecewa 5 Kecamatan Abaikan Himbauan Berqurban

 

“Komunitas bukan hanya tentang kendaraan, modifikasi atau touring. Kita juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terutama dalam hal keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” katanya.

 

SMC Dorong Komunitas yang Tertib dan Profesional

Selain menyoroti keselamatan berkendara, Bembeng juga menegaskan komitmen SMC Chapter Tanjung Jabung Barat untuk terus membangun organisasi yang tertib, profesional serta memiliki identitas dan legalitas yang jelas.

 

Ia menyebut SMC telah memiliki akta notaris dan pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum. Legalitas tersebut menjadi bagian dari langkah organisasi untuk membangun komunitas otomotif dengan tata kelola yang lebih terstruktur dan bertanggung jawab.

 

“Bagi kami, legalitas bukan sekadar dokumen. Ini merupakan bentuk keseriusan dalam membangun organisasi. Kami ingin SMC tidak hanya aktif dalam kegiatan otomotif, tetapi juga memiliki tata kelola yang jelas dan mampu memberikan kontribusi positif,” tegasnya.

 

Menurut Bembeng, legalitas dan tata kelola organisasi penting untuk memastikan komunitas dapat berkembang secara sehat serta memiliki arah kegiatan yang jelas.

BACA JUGA  Peringati Hari Santri Nasional, Anwar Sadat:Tahun Depan ASN Tanjabbar Dilibatkan

Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi komunitas otomotif lainnya di Tanjung Jabung Barat agar tidak hanya mengedepankan solidaritas, tetapi juga membangun organisasi yang profesional dan bertanggung jawab.

 

“Kami berharap SMC bisa menjadi salah satu percontohan bagi komunitas lain. Bahwa membangun komunitas bukan hanya soal solidaritas, tetapi juga bagaimana memiliki legalitas, tata kelola dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.

 

Berharap Slow Riding Berlanjut

Bembeng turut berharap Slow Riding dapat menjadi agenda berkelanjutan dan tidak berhenti pada pelaksanaan perdana.

 

Ia mendorong agar kegiatan serupa kembali digelar dengan melibatkan lebih banyak komunitas otomotif di Tanjung Jabung Barat. Dengan demikian, Slow Riding diharapkan dapat menjadi wadah memperkuat persaudaraan sekaligus kampanye keselamatan berkendara.

 

“Semoga Slow Riding tidak berhenti di Vol. 1. Kami berharap ada Vol. 2, Vol. 3 dan seterusnya, dengan semakin banyak komunitas yang ikut berpartisipasi. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membangun budaya safety riding di Tanjab Barat,” pungkas Bembeng.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Pemegang Paspor RI yang Hendak Bepergian ke Jerman dapat Mengajukan Pengesahan endorsement Tanda Tangan di Kantor Imigrasi

Berita

Satpol-PP Tahan Imbang Perindag-P2K, Juara Grup D dan Melaju ke Semifinal OPD Cup 2026

Berita

Disdik Tanjabbar Verifikasi Data Anak Putus Sekolah, Program JAMBUL Jemput Kembali Anak ke Bangku Pendidikan

Berita

PJU Polres Tanjab Barat Peringati Hari Donor Darah Se-dunia di Makodim 0419/Tanjab

Berita

Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal Gelar Vaksinasi Tahap II bagi WBP

Berita

Palu Melayang, Meja Dibanting! Rapat APBD-P DPRD Tanjabbar Pecah

Berita

Ketua TP PKK Tanjab Barat lakukan roadshow Supervisi dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK 

Berita

Pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut dan Mangrove di Desa Mandala Jaya Ditutup