mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
SMC Tanjabbar Apresiasi Slow Riding 2026 Vol. 1, Dorong Budaya Safety Riding dan Legalitas Komunitas Bupati Anwar Sadat Hadiri Paripurna DPRD Tanjabbar, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Helmi Dua Gol, Satpol PP Tanjabbar Tekuk P3P2KB-Perkim 3-1 dan Jaga Asa ke Semifinal OPD Cup 2026 BREAKING NEWS: Pria 60 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Kuala Tungkal, Polisi Lakukan Pemeriksaan KUA-PPAS 2027 Tanjabbar Disepakati, Wabup Katamso Soroti Sinergi Eksekutif-Legislatif di Tengah Keterbatasan Fiskal

Home / Berita

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:26 WIB

SMC Tanjabbar Apresiasi Slow Riding 2026 Vol. 1, Dorong Budaya Safety Riding dan Legalitas Komunitas

TANJABBAR, TERASJAMBI.ID — Siginjai Motor Custom (SMC) Chapter Tanjung Jabung Barat mengapresiasi pelaksanaan Slow Riding 2026 Vol. 1 yang digelar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

 

Bagi SMC, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda komunitas otomotif, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, membangun solidaritas antarkomunitas, sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan dan ketertiban dalam berkendara.

 

Ketua SMC Chapter Tanjung Jabung Barat, Bambang Pratama Putra (Bembeng), menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

“Kami dari SMC Chapter Tanjabbar mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Slow Riding 2026 Vol. 1. Kami mengapresiasi kegiatan positif yang membawa pesan keselamatan berkendara sekaligus mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar-komunitas otomotif,” ujar Bembeng.

 

Menurutnya, budaya safety riding perlu terus ditanamkan kepada seluruh pengguna kendaraan bermotor. Dalam konteks tersebut, komunitas otomotif dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh dalam menerapkan perilaku berkendara yang aman, tertib dan bertanggung jawab.

 

Bembeng menegaskan, keberadaan komunitas otomotif tidak semata-mata berkaitan dengan kendaraan, modifikasi maupun kegiatan touring. Lebih dari itu, komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan edukasi dan contoh positif kepada masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Tanjab Barat Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas

 

“Komunitas bukan hanya tentang kendaraan, modifikasi atau touring. Kita juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terutama dalam hal keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” katanya.

 

SMC Dorong Komunitas yang Tertib dan Profesional

Selain menyoroti keselamatan berkendara, Bembeng juga menegaskan komitmen SMC Chapter Tanjung Jabung Barat untuk terus membangun organisasi yang tertib, profesional serta memiliki identitas dan legalitas yang jelas.

 

Ia menyebut SMC telah memiliki akta notaris dan pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum. Legalitas tersebut menjadi bagian dari langkah organisasi untuk membangun komunitas otomotif dengan tata kelola yang lebih terstruktur dan bertanggung jawab.

 

“Bagi kami, legalitas bukan sekadar dokumen. Ini merupakan bentuk keseriusan dalam membangun organisasi. Kami ingin SMC tidak hanya aktif dalam kegiatan otomotif, tetapi juga memiliki tata kelola yang jelas dan mampu memberikan kontribusi positif,” tegasnya.

 

Menurut Bembeng, legalitas dan tata kelola organisasi penting untuk memastikan komunitas dapat berkembang secara sehat serta memiliki arah kegiatan yang jelas.

BACA JUGA  Kuasa Hukum BA Ajukan Eksepsi,Terkait Kasus Pencurian TBS Sawit

Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi komunitas otomotif lainnya di Tanjung Jabung Barat agar tidak hanya mengedepankan solidaritas, tetapi juga membangun organisasi yang profesional dan bertanggung jawab.

 

“Kami berharap SMC bisa menjadi salah satu percontohan bagi komunitas lain. Bahwa membangun komunitas bukan hanya soal solidaritas, tetapi juga bagaimana memiliki legalitas, tata kelola dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.

 

Berharap Slow Riding Berlanjut

Bembeng turut berharap Slow Riding dapat menjadi agenda berkelanjutan dan tidak berhenti pada pelaksanaan perdana.

 

Ia mendorong agar kegiatan serupa kembali digelar dengan melibatkan lebih banyak komunitas otomotif di Tanjung Jabung Barat. Dengan demikian, Slow Riding diharapkan dapat menjadi wadah memperkuat persaudaraan sekaligus kampanye keselamatan berkendara.

 

“Semoga Slow Riding tidak berhenti di Vol. 1. Kami berharap ada Vol. 2, Vol. 3 dan seterusnya, dengan semakin banyak komunitas yang ikut berpartisipasi. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membangun budaya safety riding di Tanjab Barat,” pungkas Bembeng.(*)

TANJABBAR, TERASJAMBI.ID — Siginjai Motor Custom (SMC) Chapter Tanjung Jabung Barat mengapresiasi pelaksanaan Slow Riding 2026 Vol. 1 yang digelar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

 

Bagi SMC, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda komunitas otomotif, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, membangun solidaritas antarkomunitas, sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan dan ketertiban dalam berkendara.

 

Ketua SMC Chapter Tanjung Jabung Barat, Bambang Pratama Putra (Bembeng), menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

“Kami dari SMC Chapter Tanjabbar mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Slow Riding 2026 Vol. 1. Kami mengapresiasi kegiatan positif yang membawa pesan keselamatan berkendara sekaligus mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar-komunitas otomotif,” ujar Bembeng.

 

Menurutnya, budaya safety riding perlu terus ditanamkan kepada seluruh pengguna kendaraan bermotor. Dalam konteks tersebut, komunitas otomotif dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh dalam menerapkan perilaku berkendara yang aman, tertib dan bertanggung jawab.

 

Bembeng menegaskan, keberadaan komunitas otomotif tidak semata-mata berkaitan dengan kendaraan, modifikasi maupun kegiatan touring. Lebih dari itu, komunitas juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan edukasi dan contoh positif kepada masyarakat.

 

“Komunitas bukan hanya tentang kendaraan, modifikasi atau touring. Kita juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terutama dalam hal keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” katanya.

 

SMC Dorong Komunitas yang Tertib dan Profesional

Selain menyoroti keselamatan berkendara, Bembeng juga menegaskan komitmen SMC Chapter Tanjung Jabung Barat untuk terus membangun organisasi yang tertib, profesional serta memiliki identitas dan legalitas yang jelas.

 

Ia menyebut SMC telah memiliki akta notaris dan pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum. Legalitas tersebut menjadi bagian dari langkah organisasi untuk membangun komunitas otomotif dengan tata kelola yang lebih terstruktur dan bertanggung jawab.

 

“Bagi kami, legalitas bukan sekadar dokumen. Ini merupakan bentuk keseriusan dalam membangun organisasi. Kami ingin SMC tidak hanya aktif dalam kegiatan otomotif, tetapi juga memiliki tata kelola yang jelas dan mampu memberikan kontribusi positif,” tegasnya.

 

Menurut Bembeng, legalitas dan tata kelola organisasi penting untuk memastikan komunitas dapat berkembang secara sehat serta memiliki arah kegiatan yang jelas.

Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi komunitas otomotif lainnya di Tanjung Jabung Barat agar tidak hanya mengedepankan solidaritas, tetapi juga membangun organisasi yang profesional dan bertanggung jawab.

 

“Kami berharap SMC bisa menjadi salah satu percontohan bagi komunitas lain. Bahwa membangun komunitas bukan hanya soal solidaritas, tetapi juga bagaimana memiliki legalitas, tata kelola dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.

 

Berharap Slow Riding Berlanjut

Bembeng turut berharap Slow Riding dapat menjadi agenda berkelanjutan dan tidak berhenti pada pelaksanaan perdana.

 

Ia mendorong agar kegiatan serupa kembali digelar dengan melibatkan lebih banyak komunitas otomotif di Tanjung Jabung Barat. Dengan demikian, Slow Riding diharapkan dapat menjadi wadah memperkuat persaudaraan sekaligus kampanye keselamatan berkendara.

 

“Semoga Slow Riding tidak berhenti di Vol. 1. Kami berharap ada Vol. 2, Vol. 3 dan seterusnya, dengan semakin banyak komunitas yang ikut berpartisipasi. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membangun budaya safety riding di Tanjab Barat,” pungkas Bembeng.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Dongkrak Sektor Pariwisata, Investasi dan Bisnis di Kepri, Imigrasi Luncurkan Multiple Entry Visa

Berita

Dibalik Safari Jum’at Anwar Sadat

Berita

Kaur Desa Kelagian Hilang Secara Misterius

Berita

Bazar Pasar Malam HUT ke-4 PKL-UM Tanjabbar Sukses Digelar, Serap Tenaga Kerja Lokal dan Berjalan Kondusif

Berita

Mempercepat Penyaluran, Kemenag Tanjab Barat Himbau Masyarakat Segera Membayaran Zakat Fitrah

Berita

Paspor Masa Berlaku 10 Tahun Mulai Diterbitkan 12 Oktober 2022 

Berita

Sosok Guru Pesantren As’ad Jambi Rintis Usaha Jual Benih Ikan Gurame Soang

Berita

Satu dari Tiga Buaya Muara Berhasil di Tangkap