mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
APBD 2027 Mulai Dibahas, DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Udara Sangat Tidak Sehat, Dinas Pendidikan Tanjabbar Alihkan Sekolah ke Daring Hamdani Dorong Sinergi Pajak Kendaraan, DPRD Tanjabbar Kawal Keringanan untuk Masyarakat Surya Kurniawan Raih Predikat Kompeten UKW Jenjang Madya, Tegaskan Komitmen Jaga Integritas Jurnalistik Safari Jumat di Dusun Mudo, Anwar Sadat Tegaskan Jalan Jadi Prioritas dan Karhutla Tak Boleh Diabaikan

Home / Berita

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Palu Melayang, Meja Dibanting! Rapat APBD-P DPRD Tanjabbar Pecah

TANJABBAR, TJ – Pembahasan APBD-P 2026 Kabupaten Tanjung Jabung Barat mendadak berubah menjadi arena ketegangan. Adu mulut antara unsur pimpinan DPRD dan anggota Komisi III pecah di tengah rapat, Senin (31/8/2026) sore, hingga palu sidang disebut melayang dan meja dibanting.

 

Kericuhan terjadi saat DPRD Tanjung Jabung Barat menggelar rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2026 bersama Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) di Ruang Rapat Paripurna.

 

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, suasana rapat mulai memanas ketika terjadi perbedaan pandangan dalam pembahasan anggaran. Perdebatan yang berlangsung di dalam forum kemudian berkembang menjadi adu argumentasi dengan nada tinggi.

 

Ketegangan disebut mencapai puncaknya setelah Wakil Ketua II DPRD Tanjung Jabung Barat, Hasan Basri Harahap, merasa tersinggung atas pernyataan anggota Komisi III DPRD, H. Assek, yang dinilai tidak menghargai pimpinan rapat.

BACA JUGA  GOW Tanjab Barat Adakan Kegiatan Bhakti Sosial di Panti Asuhan Anak Cacat

 

Dalam situasi yang semakin panas, Hasan Basri Harahap disebut sempat melempar palu sidang. Palu tersebut dikabarkan hampir mengenai H. Assek.

Belum selesai ketegangan itu, Wakil Ketua I DPRD Tanjung Jabung Barat, H. Syafril Simamora, juga disebut ikut terpancing emosi hingga membanting meja.

 

Sejumlah anggota Komisi III lainnya turut bereaksi. Suasana di Ruang Rapat Paripurna pun semakin tegang dan nyaris berubah menjadi bentrokan fisik.

“Belum terjadi adu jotos, cepat dilerai,” ujar salah seorang sumber di lokasi.

 

Peserta rapat yang hadir kemudian bergerak cepat untuk memisahkan dan meredam pihak-pihak yang terlibat. Keributan akhirnya berhasil dikendalikan sebelum berkembang menjadi perkelahian.

BACA JUGA  Program Sangat di Rasakan, Masyarakat Sungai Limau Ingin UAS Lanjutkan 2 Periode

 

Akibat insiden tersebut, jalannya pembahasan APBD-P 2026 sempat terhenti. Rapat diskors selama kurang lebih 30 menit guna menenangkan suasana yang telah terlanjur memanas.

Setelah skorsing berakhir, rapat kembali dilanjutkan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Tanjung Jabung Barat.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pimpinan DPRD maupun anggota Komisi III terkait insiden yang mewarnai pembahasan anggaran tersebut.

Kericuhan di tengah agenda APBD-P ini pun menjadi sorotan, sebab forum yang semestinya fokus membahas arah dan penggunaan anggaran daerah justru sempat tersandera oleh ketegangan internal di gedung wakil rakyat. (*)

Share :

Baca Juga

Berita

Duel Hidup-Mati Grup D: Perindag-P2K Optimis Singkirkan Satpol-PP di OPD Cup 

Berita

Upah Tidak Sesuai UMK Ratusan Buruh PT IIS Kabupaten Tanjab Barat Mogok Kerja

Berita

Gubernur Jambi Keluarkan Instruksi Terkait Optimalisasi Penanganan Kasus Covid – 19

Berita

Satpol-PP Tahan Imbang Perindag-P2K, Juara Grup D dan Melaju ke Semifinal OPD Cup 2026

Berita

Al Haris ke Mendikbudristek, Pemprov Komitmen Jadikan Candi Muaro Jambi Mendunia

Berita

MoU dengan Kejari Tanjabbar, Kades se-Kecamatan Bram Itam Kini Bisa Konsultasi Hukum Gratis

Berita

Ketua TP PKK Tanjab Barat Berikan Santunan Kepada 43 Anak Yatim

Berita

Rapat Koordinasi Bersama Presiden RI, Tempat Wisata di Tanjab Barat di Tutup