mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Anwar Sadat Perkuat Program JAMBUL, Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Tanjabbar Putus Sekolah Bazar Pasar Malam HUT ke-4 PKL-UM Tanjabbar Sukses Digelar, Serap Tenaga Kerja Lokal dan Berjalan Kondusif Lantik 30 Pejabat, Bupati Anwar Sadat Tekankan Integritas, Kerja Tim dan Pelayanan Publik yang Responsif Tinjau Madrasah di Adi Purwa, Anwar Sadat Soroti Kondisi Bangunan yang Masih Memprihatinkan Anwar Sadat Tinjau Peningkatan Jalan Jalur 2 Merlung, Minta Warga Jaga Infrastruktur yang Dibangun

Home / Kota Jambi / Pemerintahan

Sabtu, 1 November 2025 - 12:54 WIB

Wakil Bupati Tanjabbar, Hadiri Kunker Kemenkes RI di RSUD Raden Mattaher Jambi

TANJABBAR, TJ– Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Katamso, S.A., S.E., M.E., menghadiri kunjungan kerja Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi.

Kunjungan kerja Menkes RI tersebut dilaksanakan dalam rangka meninjau secara langsung pelaksanaan operasi jantung pintas arteri koroner (bypass) perdana yang dilakukan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Keberhasilan pelaksanaan operasi ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan di Provinsi Jambi, khususnya dalam bidang penanganan penyakit jantung yang selama ini memerlukan rujukan ke rumah sakit di luar daerah.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Pemerintah Provinsi Jambi dan jajaran RSUD Raden Mattaher yang telah meningkatkan kapasitas layanan kesehatan melalui pengadaan fasilitas dan sumber daya manusia yang mumpuni.

“ Kita ingin masyarakat Jambi dapat memperoleh layanan kesehatan yang lengkap tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Kehadiran layanan bedah jantung di RSUD Raden Mattaher merupakan langkah besar menuju kemandirian daerah di bidang kesehatan,” ujar Menkes.

Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menegaskan pentingnya percepatan layanan kesehatan di daerah agar pasien dapat segera mendapatkan penanganan medis tanpa harus menunggu rujukan ke luar provinsi.

BACA JUGA  Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Anwar Sadat Ajak Warga Jalan Santai

“ Khusus untuk jantung dan stroke, kalau cepat ditangani masih bisa diselamatkan. Kalau terlambat, kualitas hidup pasien bisa menurun. Karena itu, Kemenkes akan mendistribusikan CT Scan dan alat kemoterapi kanker di setiap daerah agar penanganan bisa lebih cepat,” tegas Menkes.

Selain itu, Menkes juga menyoroti ketimpangan distribusi tenaga medis antara daerah dan pusat. Banyak dokter spesialis yang setelah menyelesaikan pendidikan justru direkrut oleh rumah sakit besar di Jakarta.

“ Banyak dokter Jambi yang setelah selesai pendidikan spesialis malah direkrut ke Jakarta. Akibatnya, daerah terus kekurangan tenaga ahli. Itu sebabnya distribusi ini tidak pernah tercapai. Ke depan, Kemenkes akan membuka 500 rumah sakit sebagai sentra pendidikan, khususnya di rumah sakit provinsi. Saya ingin mereka belajar dan mengabdi di kampung halamannya,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Katamso bersama para kepala daerah, jajaran tenaga medis, dan manajemen rumah sakit se-Provinsi Jambi mengikuti dialog langsung dengan Menteri Kesehatan RI. Pertemuan ini membahas penguatan layanan kesehatan rujukan di daerah, peningkatan fasilitas rumah sakit, serta upaya pemerataan dokter spesialis di seluruh wilayah Indonesia.

BACA JUGA  Safari Subuh di Masjid Nurul Hidayah, Bupati Anwar Sadat Sampaikan Hal Ini

Wabup Katamso menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan hingga ke daerah. Menurutnya, kebijakan tersebut akan berdampak positif bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat yang membutuhkan layanan rujukan tanpa harus keluar dari Provinsi Jambi.

Turut mendampingi kunjungan kerja tersebut, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yang menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Jambi.

“ Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk terus memperkuat fasilitas kesehatan, baik dari sisi sarana, tenaga medis, maupun dukungan anggaran. Harapan kami, masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas di daerah sendiri,” ungkap Gubernur Al Haris.

Selain menyaksikan jalannya operasi bypass perdana, Menkes bersama Gubernur Jambi juga turut menyaksikan penandatanganan kerja sama jejaring pengampuan pelayanan jantung dan pembuluh darah antara RSUD Raden Mattaher dengan sejumlah rumah sakit rujukan di daerah, termasuk RSUD K.H. Daud Arif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota se-Provinsi Jambi, Direktur RSUD Raden Mattaher, jajaran pejabat Kementerian Kesehatan RI, serta insan pers.(*)

TANJABBAR, TJ– Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Katamso, S.A., S.E., M.E., menghadiri kunjungan kerja Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi.

Kunjungan kerja Menkes RI tersebut dilaksanakan dalam rangka meninjau secara langsung pelaksanaan operasi jantung pintas arteri koroner (bypass) perdana yang dilakukan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Keberhasilan pelaksanaan operasi ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan di Provinsi Jambi, khususnya dalam bidang penanganan penyakit jantung yang selama ini memerlukan rujukan ke rumah sakit di luar daerah.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Pemerintah Provinsi Jambi dan jajaran RSUD Raden Mattaher yang telah meningkatkan kapasitas layanan kesehatan melalui pengadaan fasilitas dan sumber daya manusia yang mumpuni.

“ Kita ingin masyarakat Jambi dapat memperoleh layanan kesehatan yang lengkap tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Kehadiran layanan bedah jantung di RSUD Raden Mattaher merupakan langkah besar menuju kemandirian daerah di bidang kesehatan,” ujar Menkes.

Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menegaskan pentingnya percepatan layanan kesehatan di daerah agar pasien dapat segera mendapatkan penanganan medis tanpa harus menunggu rujukan ke luar provinsi.

“ Khusus untuk jantung dan stroke, kalau cepat ditangani masih bisa diselamatkan. Kalau terlambat, kualitas hidup pasien bisa menurun. Karena itu, Kemenkes akan mendistribusikan CT Scan dan alat kemoterapi kanker di setiap daerah agar penanganan bisa lebih cepat,” tegas Menkes.

Selain itu, Menkes juga menyoroti ketimpangan distribusi tenaga medis antara daerah dan pusat. Banyak dokter spesialis yang setelah menyelesaikan pendidikan justru direkrut oleh rumah sakit besar di Jakarta.

“ Banyak dokter Jambi yang setelah selesai pendidikan spesialis malah direkrut ke Jakarta. Akibatnya, daerah terus kekurangan tenaga ahli. Itu sebabnya distribusi ini tidak pernah tercapai. Ke depan, Kemenkes akan membuka 500 rumah sakit sebagai sentra pendidikan, khususnya di rumah sakit provinsi. Saya ingin mereka belajar dan mengabdi di kampung halamannya,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Katamso bersama para kepala daerah, jajaran tenaga medis, dan manajemen rumah sakit se-Provinsi Jambi mengikuti dialog langsung dengan Menteri Kesehatan RI. Pertemuan ini membahas penguatan layanan kesehatan rujukan di daerah, peningkatan fasilitas rumah sakit, serta upaya pemerataan dokter spesialis di seluruh wilayah Indonesia.

Wabup Katamso menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan hingga ke daerah. Menurutnya, kebijakan tersebut akan berdampak positif bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat yang membutuhkan layanan rujukan tanpa harus keluar dari Provinsi Jambi.

Turut mendampingi kunjungan kerja tersebut, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yang menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Jambi.

“ Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk terus memperkuat fasilitas kesehatan, baik dari sisi sarana, tenaga medis, maupun dukungan anggaran. Harapan kami, masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas di daerah sendiri,” ungkap Gubernur Al Haris.

Selain menyaksikan jalannya operasi bypass perdana, Menkes bersama Gubernur Jambi juga turut menyaksikan penandatanganan kerja sama jejaring pengampuan pelayanan jantung dan pembuluh darah antara RSUD Raden Mattaher dengan sejumlah rumah sakit rujukan di daerah, termasuk RSUD K.H. Daud Arif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota se-Provinsi Jambi, Direktur RSUD Raden Mattaher, jajaran pejabat Kementerian Kesehatan RI, serta insan pers.(*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Dikabarkan Sakit, Hairan: Kondisi Beliau Masih Lemas

Pemerintahan

Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, Pemkab Tanjabbar dan Kejari Teken Perpanjangan MoU

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Hadiri Vaksinasi Gotong Royong di PT LPPPI

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Kebakaran di Tanjab Timur

Pemerintahan

PJ Gubernur Jambi Pimpin Pembahasan Tapal Batas Kabupaten

Pemerintahan

Bupati Tanjabbar Buka Rakor FKUB, Dorong Penguatan Kerukunan Umat Beragama

Pemerintahan

Diikuti 14 Peserta Grup, Bupati Anwar Sadat Secara Resmi Membuka Festival Takbiran Idul Adha Tahun 2025

Pemerintahan

Hasil Seleksi Terbuka 13 JPT Pratama Tanjab Barat Sudah Di Tangan KASN