mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Jurnalis Salurkan 500 Masker dan Vitamin untuk Warga Kuala Tungkal, Peduli Dampak Kabut Asap Karhutla Ketua DPRD Tanjabbar Apresiasi Langkah Pemkab Perkuat Penanganan Karhutla 1.249 Titik Api Mengancam Tanjabbar, Pemkab Perkuat Komando Penanganan Karhutla 37 Perusahaan Diundang, Hanya 13 Hadir! Pemkab Tanjabbar Soroti Minimnya Kepedulian Korporasi Tangani Karhutla APBD 2027 Mulai Dibahas, DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Penyampaian Nota Pengantar

Home / Advetorial

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Asap Pembakaran Tempurung Kelapa Kian Meresahkan, Bupati Anwar Sadat Dorong Pengusaha Gunakan Drum Inovasi Ramah Lingkungan

TANJABBAR, TJ – Asap yang ditimbulkan dari aktivitas pembakaran tempurung kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya di Kecamatan Tungkal Ilir, kian meresahkan masyarakat. Hampir setiap hari, warga di sejumlah kawasan harus menghirup kepulan asap yang diduga berasal dari proses pembakaran tempurung kelapa oleh pelaku usaha.

 

Kondisi tersebut dikhawatirkan mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, paparan asap dalam waktu yang lama dinilai berpotensi memicu gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

 

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., mengimbau para pelaku usaha agar mulai menggunakan drum pembakaran yang telah dimodifikasi sebagai solusi untuk mengurangi pencemaran udara.

BACA JUGA  Disertasi Doktor di UI Angkat Tanjabbar sebagai Model Sawit Berkelanjutan, Bupati Anwar Sadat Dorong Hilirisasi Berbasis Riset

 

Menurut Bupati, inovasi yang diperkenalkan oleh pihak kecamatan tersebut dirancang agar asap hasil pembakaran tidak langsung keluar ke udara sehingga dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

 

“Ada model inovasi yang sudah dibuat. Kami meminta kepada para pengusaha untuk menggunakan alat tersebut, yaitu drum yang sudah dimodifikasi. Dengan alat itu asap tidak keluar ke atas, sehingga lingkungannya tetap baik, tidak mengganggu masyarakat dan usahanya tetap bisa berjalan. Ini solusi yang sangat baik,” ujar Anwar Sadat.

 

Ia menegaskan, biaya pembuatan drum modifikasi tersebut relatif terjangkau sehingga tidak menjadi beban bagi para pelaku usaha.

BACA JUGA  Bupati Tanjabbar Paparkan Visi Pembangunan 2025–2030

 

“Silakan digunakan karena harganya cukup murah, tidak mahal. Yang terpenting tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, apalagi dalam kondisi musim kemarau seperti sekarang,” katanya.

 

Bupati berharap seluruh pelaku usaha pembakaran tempurung kelapa dapat segera beralih menggunakan teknologi sederhana tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

 

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya mengimbau, tetapi juga melakukan pengawasan secara berkala terhadap aktivitas pembakaran tempurung kelapa yang masih menghasilkan asap pekat. Langkah tersebut dinilai penting agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas udara maupun kesehatan warga di sekitarnya.(*)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pemkab dan Polres Tanjabbar Deklarasikan Sabuk Kamtibmas,Perkuat Kolaborasi Wujudkan Daerah Aman dan Kondusif

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Hadiri HUT ke-80 Pemkot Jambi, Perkuat Sinergi Lewat Kerja Sama Strategis Antar Daerah

Advetorial

Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Teluk Nilau, Bupati Anwar Sadat Ingatkan Masyarakat Potensi Cuaca Panas dan Kemarau 

Advetorial

Tinjau TPA Lubuk Terentang, Anwar Sadat Optimistis Pengelolaan Sampah Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Advetorial

Paripurna DPRD Bentuk Pansus Empat Ranperda, Bupati Anwar Sadat Apresiasi Dukungan Fraksi

Advetorial

Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Bupati Anwar Sadat Tegaskan Kesiapan Tanjabbar 

Advetorial

Lepas Kontingen PBSI Tanjabbar ke PB Pratama Open Jambi 2026, Sekda Hermansyah: Jangan Jadi Jago Kandang, Ukir Prestasi untuk Daerah

Advetorial

PD PABPDSI Kunker ke Tanjabbar, Bupati Anwar Sadat Ajak Dukung Program Prioritas Nasional