TANJABBAR, TJ – Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi ditutup dengan kolaborasi Himpunan Keluarga Melayu (HKM) dan Keluarga Besar Etnis Tionghoa, Rabu (5/8)/26 malam. Penampilan lintas budaya itu bukan hanya menjadi hiburan penutup rangkaian Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan 2026, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa keberagaman hanya akan menjadi kekuatan jika terus dirawat melalui ruang-ruang kebersamaan.
Selama lima malam penyelenggaraan, panggung budaya di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal menampilkan berbagai kesenian dari beragam etnis yang hidup berdampingan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Malam penutupan menghadirkan perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa melalui atraksi silat, tari tradisional, musik daerah, hingga pertunjukan Barongsai yang disambut antusias ribuan warga.
Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. yang hadir menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa budaya masih memiliki daya rekat sosial yang kuat di tengah keberagaman.
“Melalui pergelaran ini kita tidak hanya menyaksikan seni dan budaya dari berbagai suku, tetapi juga melihat bagaimana masyarakat bersatu tanpa memandang latar belakang. Budaya adalah perekat yang menjaga persaudaraan,” kata Anwar Sadat.
Ia menegaskan, keberagaman yang selama ini tumbuh di Tanjung Jabung Barat tidak boleh berhenti sebagai simbol atau slogan semata. Menurutnya, nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, dan memperkuat gotong royong.
“Selama lima malam kita telah menunjukkan bahwa Tanjung Jabung Barat adalah rumah bersama. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun daerah,” ujarnya.
Ketua Keluarga Besar Etnis Tionghoa Tanjung Jabung Barat, Jamal Darmawan Sie, M.M.,
Ia menyebut keterlibatan komunitas Tionghoa dalam pergelaran tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan sekaligus melestarikan budaya yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tanjung Jabung Barat.
“Kami hadir bukan hanya untuk menampilkan budaya Tionghoa, tetapi juga menunjukkan bahwa kami merupakan bagian dari masyarakat Tanjung Jabung Barat yang memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga persaudaraan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Keluarga Melayu (HKM) mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terus memberikan ruang bagi seluruh paguyuban untuk menampilkan identitas budaya masing-masing. Menurutnya, panggung budaya seperti ini menjadi media efektif mempererat hubungan antaretnis sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih akan berlanjut dengan sejumlah kegiatan, termasuk Lomba Mancing Mania dan puncak acara “Tanjung Jabung Barat Bersolawat” yang akan digelar di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal pada 14 Agustus mendatang.(*)
TANJABBAR, TJ – Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi ditutup dengan kolaborasi Himpunan Keluarga Melayu (HKM) dan Keluarga Besar Etnis Tionghoa, Rabu (5/8)/26 malam. Penampilan lintas budaya itu bukan hanya menjadi hiburan penutup rangkaian Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan 2026, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa keberagaman hanya akan menjadi kekuatan jika terus dirawat melalui ruang-ruang kebersamaan.
Selama lima malam penyelenggaraan, panggung budaya di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal menampilkan berbagai kesenian dari beragam etnis yang hidup berdampingan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Malam penutupan menghadirkan perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa melalui atraksi silat, tari tradisional, musik daerah, hingga pertunjukan Barongsai yang disambut antusias ribuan warga.
Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. yang hadir menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa budaya masih memiliki daya rekat sosial yang kuat di tengah keberagaman.
“Melalui pergelaran ini kita tidak hanya menyaksikan seni dan budaya dari berbagai suku, tetapi juga melihat bagaimana masyarakat bersatu tanpa memandang latar belakang. Budaya adalah perekat yang menjaga persaudaraan,” kata Anwar Sadat.
Ia menegaskan, keberagaman yang selama ini tumbuh di Tanjung Jabung Barat tidak boleh berhenti sebagai simbol atau slogan semata. Menurutnya, nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, dan memperkuat gotong royong.
“Selama lima malam kita telah menunjukkan bahwa Tanjung Jabung Barat adalah rumah bersama. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun daerah,” ujarnya.
Ketua Keluarga Besar Etnis Tionghoa Tanjung Jabung Barat, Jamal Darmawan Sie, M.M.,
Ia menyebut keterlibatan komunitas Tionghoa dalam pergelaran tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan sekaligus melestarikan budaya yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tanjung Jabung Barat.
“Kami hadir bukan hanya untuk menampilkan budaya Tionghoa, tetapi juga menunjukkan bahwa kami merupakan bagian dari masyarakat Tanjung Jabung Barat yang memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga persaudaraan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Keluarga Melayu (HKM) mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terus memberikan ruang bagi seluruh paguyuban untuk menampilkan identitas budaya masing-masing. Menurutnya, panggung budaya seperti ini menjadi media efektif mempererat hubungan antaretnis sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih akan berlanjut dengan sejumlah kegiatan, termasuk Lomba Mancing Mania dan puncak acara “Tanjung Jabung Barat Bersolawat” yang akan digelar di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal pada 14 Agustus mendatang.(*)









