TANJABBAR, TJ — Pemerintah Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, terus memperkuat langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Camat Bram Itam, Rendriawan Akbar, S.H., mengatakan pihaknya sejauh ini telah melakukan berbagai upaya antisipasi guna mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Bram Itam.
Menurutnya, kondisi musim kemarau saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Cuaca yang cenderung kering membuat lahan, terutama kawasan perkebunan dan gambut, lebih mudah terbakar sehingga potensi meluasnya api harus diwaspadai.
“Sejauh ini kita sudah melakukan antisipasi terhadap ancaman karhutla di wilayah Kecamatan Bram Itam. Mengingat saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau, kita mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada,” ujar Rendriawan.
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Rendriawan menegaskan, kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar sangat berisiko, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ke lahan lainnya dan sulit dikendalikan.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Karena hal tersebut bisa berdampak pada kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan kabut asap,” tegasnya.
Berdasarkan data karhutla Kecamatan Bram Itam hingga 24 Agustus 2026, tercatat sejumlah kejadian kebakaran di beberapa desa dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 17,1 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, masyarakat, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, serta pihak terkait lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penanganan apabila terjadi titik api.
Camat Bram Itam juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.
Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Pencegahan harus dilakukan bersama. Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan adanya titik api,” pungkasnya.(*)
TANJABBAR, TJ — Pemerintah Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, terus memperkuat langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Camat Bram Itam, Rendriawan Akbar, S.H., mengatakan pihaknya sejauh ini telah melakukan berbagai upaya antisipasi guna mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Bram Itam.
Menurutnya, kondisi musim kemarau saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Cuaca yang cenderung kering membuat lahan, terutama kawasan perkebunan dan gambut, lebih mudah terbakar sehingga potensi meluasnya api harus diwaspadai.
“Sejauh ini kita sudah melakukan antisipasi terhadap ancaman karhutla di wilayah Kecamatan Bram Itam. Mengingat saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau, kita mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada,” ujar Rendriawan.
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Rendriawan menegaskan, kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar sangat berisiko, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ke lahan lainnya dan sulit dikendalikan.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Karena hal tersebut bisa berdampak pada kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan kabut asap,” tegasnya.
Berdasarkan data karhutla Kecamatan Bram Itam hingga 24 Agustus 2026, tercatat sejumlah kejadian kebakaran di beberapa desa dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 17,1 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, masyarakat, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, serta pihak terkait lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penanganan apabila terjadi titik api.
Camat Bram Itam juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.
Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Pencegahan harus dilakukan bersama. Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan adanya titik api,” pungkasnya.(*)









