mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Bram Itam Waspada Karhutla, Camat Imbau Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Membakar MoU dengan Kejari Tanjabbar, Kades se-Kecamatan Bram Itam Kini Bisa Konsultasi Hukum Gratis Polres Tanjabbar Dalami Dugaan Pengeroyokan Wartawan, Kades Teluk Ketapang Turut Diperiksa Solidaritas Insan Pers Menguat, Aliansi Jurnalis Tanjabbar Desak Pengusutan Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan Kuala Tungkal Dikepung Kabut Asap, Warga Keluhkan Udara Menyengat dan Gangguan Pernapasan

Home / Berita

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Bram Itam Waspada Karhutla, Camat Imbau Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Membakar

TANJABBAR, TJ — Pemerintah Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, terus memperkuat langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

 

Camat Bram Itam, Rendriawan Akbar, S.H., mengatakan pihaknya sejauh ini telah melakukan berbagai upaya antisipasi guna mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Bram Itam.

 

Menurutnya, kondisi musim kemarau saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Cuaca yang cenderung kering membuat lahan, terutama kawasan perkebunan dan gambut, lebih mudah terbakar sehingga potensi meluasnya api harus diwaspadai.

 

“Sejauh ini kita sudah melakukan antisipasi terhadap ancaman karhutla di wilayah Kecamatan Bram Itam. Mengingat saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau, kita mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada,” ujar Rendriawan.

BACA JUGA  Reses di Masa Sidang II Tahun 2022-2023, Anggota DPRD Tanjab Barat Turun Ke Dapil Masing-masing

 

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

 

Rendriawan menegaskan, kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar sangat berisiko, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ke lahan lainnya dan sulit dikendalikan.

 

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Karena hal tersebut bisa berdampak pada kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan kabut asap,” tegasnya.

 

Berdasarkan data karhutla Kecamatan Bram Itam hingga 24 Agustus 2026, tercatat sejumlah kejadian kebakaran di beberapa desa dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 17,1 hektare.

BACA JUGA  Pembuatan Paspor Menurun, Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal Tetap Berikan Pelayanan Terbaik

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, masyarakat, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, serta pihak terkait lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penanganan apabila terjadi titik api.

 

Camat Bram Itam juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.

 

Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

 

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan adanya titik api,” pungkasnya.(*)

TANJABBAR, TJ — Pemerintah Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, terus memperkuat langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

 

Camat Bram Itam, Rendriawan Akbar, S.H., mengatakan pihaknya sejauh ini telah melakukan berbagai upaya antisipasi guna mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Bram Itam.

 

Menurutnya, kondisi musim kemarau saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Cuaca yang cenderung kering membuat lahan, terutama kawasan perkebunan dan gambut, lebih mudah terbakar sehingga potensi meluasnya api harus diwaspadai.

 

“Sejauh ini kita sudah melakukan antisipasi terhadap ancaman karhutla di wilayah Kecamatan Bram Itam. Mengingat saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau, kita mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada,” ujar Rendriawan.

 

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

 

Rendriawan menegaskan, kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar sangat berisiko, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ke lahan lainnya dan sulit dikendalikan.

 

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Karena hal tersebut bisa berdampak pada kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan kabut asap,” tegasnya.

 

Berdasarkan data karhutla Kecamatan Bram Itam hingga 24 Agustus 2026, tercatat sejumlah kejadian kebakaran di beberapa desa dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 17,1 hektare.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, masyarakat, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, serta pihak terkait lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penanganan apabila terjadi titik api.

 

Camat Bram Itam juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.

 

Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

 

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan adanya titik api,” pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Rangka HUT RI Ke-76, Kejari Tanjab Barat Salurkan 100 Paket Sembako Untuk Masyarakat

Berita

Menuai Kecaman,Menteri Pertanian Usir Jurnalis Jambi Saat Meliput

Berita

Buaya Sering Muncul,Polsek Tungkal Ilir Pasang Baleho Himbauan

Berita

Sebaran Penyembelihan Hewa Kurban Idul Adha 1442 H di Kuala Tungkal

Berita

Syarif Fasha dan Pemkab Tanjabbar Perkuat Kolaborasi Penanganan Sampah, Target Keluar dari Status Pengawasan KLH

Berita

Bupati Anwar Sadat Tinjau Langsung Karhutla di Bram Itam, Minta Warga Waspadai Titik Api

Berita

Mengisi Waktu di Masa Belajar Daring, Bocah 15 Tahun Mengais Rezeki Menjadi Pengemudi Pompong.

Berita

Dongkrak Sektor Pariwisata, Investasi dan Bisnis di Kepri, Imigrasi Luncurkan Multiple Entry Visa