mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Anwar Sadat Perkuat Program JAMBUL, Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Tanjabbar Putus Sekolah Bazar Pasar Malam HUT ke-4 PKL-UM Tanjabbar Sukses Digelar, Serap Tenaga Kerja Lokal dan Berjalan Kondusif Lantik 30 Pejabat, Bupati Anwar Sadat Tekankan Integritas, Kerja Tim dan Pelayanan Publik yang Responsif Tinjau Madrasah di Adi Purwa, Anwar Sadat Soroti Kondisi Bangunan yang Masih Memprihatinkan Anwar Sadat Tinjau Peningkatan Jalan Jalur 2 Merlung, Minta Warga Jaga Infrastruktur yang Dibangun

Home / parawisata

Jumat, 30 Desember 2022 - 09:33 WIB

Pergantian Malam Tahun Baru 2023, Tempat Wisata WFC Ditutup Untuk Sementara

Tanjab Barat – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan menutup sementara tempat wisata Titian Orang Kayo Mustika Rajo Alam atau yang lebih dikenal dengan nama Water Fron City (WFC).

Penutupan dimulai pada 31 Desember 2022 mendatang dan kembali dibuka pada 02 Januari 2023 yang akan datang. Hal tersebut guna mengantisipasi euforia masyarakat pada  perayaaan moment pergantian malam tahun baru 2023.

BACA JUGA  Perkuat Wilayah Perairan, Basarnas Jambi Gelar Pelatihan Potensi di Permukaan Air

Kasat Satpol-PP Tanjab Barat, Endang Surya mengatakan,penutupan tempat Wisata Titian Orang Kayo Mustika Rajo Alam atau WFC ini telah disepakati dengan instansi terkait.

“Penutupan sementara ini untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, karena WFC dianggap tempat rawan jika tetap dibuka pada momen pergantian pada malam tahun baru,”ucapannya.Selasa (26/12/22).

Sebab kata Endang euforia masyarakat dari luar daerah juga cukup tinggi pada momen pergantian malam tahun baru di kawasan wisata WFC.

BACA JUGA  Hasil Seleksi Terbuka 13 JPT Pratama Tanjab Barat Sudah Di Tangan KASN

“Kami khawatir masyarakat mengadakan malam tahun baru dipinggir laut, karena resikonya cukup tinggi, apalagi itu dirayakan di malam hari”ujarnya.

Dirinya mempersilahkan bagi para remaja yang ingin merayakan momen malam tahun baru 2023, tetapi dengan batasan tertentu.

“Apabila ada masyarakat terganggu boleh langsung melaporkan ke pos pengamanan,”pungkasnya.*

Tanjab Barat – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan menutup sementara tempat wisata Titian Orang Kayo Mustika Rajo Alam atau yang lebih dikenal dengan nama Water Fron City (WFC).

Penutupan dimulai pada 31 Desember 2022 mendatang dan kembali dibuka pada 02 Januari 2023 yang akan datang. Hal tersebut guna mengantisipasi euforia masyarakat pada  perayaaan moment pergantian malam tahun baru 2023.

Kasat Satpol-PP Tanjab Barat, Endang Surya mengatakan,penutupan tempat Wisata Titian Orang Kayo Mustika Rajo Alam atau WFC ini telah disepakati dengan instansi terkait.

“Penutupan sementara ini untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, karena WFC dianggap tempat rawan jika tetap dibuka pada momen pergantian pada malam tahun baru,”ucapannya.Selasa (26/12/22).

Sebab kata Endang euforia masyarakat dari luar daerah juga cukup tinggi pada momen pergantian malam tahun baru di kawasan wisata WFC.

“Kami khawatir masyarakat mengadakan malam tahun baru dipinggir laut, karena resikonya cukup tinggi, apalagi itu dirayakan di malam hari”ujarnya.

Dirinya mempersilahkan bagi para remaja yang ingin merayakan momen malam tahun baru 2023, tetapi dengan batasan tertentu.

“Apabila ada masyarakat terganggu boleh langsung melaporkan ke pos pengamanan,”pungkasnya.*

Share :

Baca Juga

parawisata

Pariwisata Titan Orang Kayo Mustika Rajo Alam Tanjab Barat Akan Tutup Selama Satu Hari

parawisata

Minggu Kedua Ramadhan, Bupati Anwar Sadat Lepas 12 Peserta Festival Arakan Sahur

parawisata

WCF Gelap Gulita di Malam Hari,Ini Penyebabnya

parawisata

Masjid Syaikh Utsman Alami Kerusakan,Ini Kata Pengunjung

parawisata

Pengunjung Sayangkan Tidak Ada Mushola dan Toilet di Alun Alun Kuala Tungkal

parawisata

BREAKING NEWS : Jasad Nelayan Kuala Tungkal Terjatuh di Perairan Pulau Berhala Ditemukan

parawisata

Identitas Mayat Perempuan di Temukan di BTN Pelangi Jabung Raya Asri Kuala Tungkal Terungkap

parawisata

Pemkab Tanjab Barat Mengapresiasi Pembentukan Perdes Tentang Perlindungan Hutan Mangrove